In House Training Pelatihan Refreshment Ketidakpastian Pengukuran Bersama Universitas Jambi

Labnesia dan Universitas Jambi Selenggarakan IHT Ketidakpastian Pengukuran Berbasis ISO/IEC 17025:2017 Dalam rangka meningkatkan kompetensi teknis sumber daya manusia laboratorium, Labnesia berkolaborasi dengan Universitas Jambi (UNJA) menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Pelatihan Refreshment Ketidakpastian Pengukuran. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline selama dua hari, pada 9 – 10 Februari 2026, bertempat di UPA Laboratorium Terpadu Universitas Jambi. Pelatihan ini dirancang sebagai program penyegaran (refreshment) sekaligus penguatan pemahaman teknis terkait ketidakpastian pengukuran yang menjadi salah satu aspek krusial dalam penerapan ISO/IEC 17025:2017 pada laboratorium pengujian dan kalibrasi. Narasumber Kompeten dari Labnesia Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Labnesia, yaitu Bapak Mohamad Awaludin, S.Si., M.T.Pn., yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang sistem manajemen laboratorium serta penerapan ISO/IEC 17025:2017. Melalui pendekatan teoritis dan praktis, peserta dibekali pemahaman komprehensif agar mampu menerapkan perhitungan ketidakpastian pengukuran secara tepat dan konsisten. Tujuan IHT Pelatihan Ketidakpastian Pengukuran Pelaksanaan IHT ini bertujuan untuk: Meningkatkan pemahaman personel laboratorium terkait konsep dan prinsip ketidakpastian pengukuran Memperkuat penerapan persyaratan teknis ISO/IEC 17025:2017 Meningkatkan keandalan dan keterlacakan hasil pengujian Mendukung peningkatan mutu layanan laboratorium di lingkungan Universitas Jambi Silabus dan Materi Pelatihan Hari ke-1: Dasar Ketidakpastian Pengukuran Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan konsep fundamental ketidakpastian pengukuran, meliputi: Pengantar ISO/IEC 17025:2017 terkait ketidakpastian pengukuran Konsep dasar dan terminologi ketidakpastian pengukuran Identifikasi berbagai sumber ketidakpastian dalam proses pengujian Pemahaman tipe ketidakpastian (Tipe A dan Tipe B) Penyusunan model matematis pengukuran sebagai dasar perhitungan Materi hari pertama menjadi landasan penting bagi peserta sebelum memasuki tahap perhitungan dan analisis lanjutan. Hari ke-2: Perhitungan dan Penerapan Ketidakpastian Hari kedua difokuskan pada aspek aplikatif dan praktik langsung, dengan materi: Perhitungan ketidakpastian gabungan Penentuan faktor cakupan (coverage factor) Penyajian hasil pengukuran beserta nilai ketidakpastian Contoh kasus dan latihan perhitungan ketidakpastian pengukuran Diskusi kelompok dan evaluasi hasil perhitungan peserta Melalui sesi ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan perhitungan ketidakpastian secara mandiri dan sesuai standar. Manfaat Pelatihan bagi Laboratorium UNJA Dengan mengikuti IHT Pelatihan Refreshment Ketidakpastian Pengukuran ini, laboratorium di lingkungan UNJA diharapkan dapat: Meningkatkan kompetensi teknis analis dan personel laboratorium Memperkuat kesiapan laboratorium dalam penerapan dan evaluasi ISO/IEC 17025:2017 Menghasilkan data pengujian yang lebih valid, andal, dan dapat dipertanggungjawabkan Mendukung peningkatan kualitas layanan laboratorium pendidikan dan riset Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Kegiatan IHT bersama Universitas Jambi ini merupakan bagian dari komitmen Labnesia dalam mendukung penguatan kapasitas laboratorium perguruan tinggi dan industri di Indonesia melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kompetensi berbasis standar internasional. Institusi Anda membutuhkan pelatihan ketidakpastian pengukuran, IHT ISO/IEC 17025:2017, atau pendampingan laboratorium yang disesuaikan dengan kebutuhan internal? Labnesia siap menjadi mitra strategis Anda. Hubungi tim Labnesia untuk informasi dan kerja sama pelatihan laboratorium selanjutnya.
Pendampingan Re-Akreditasi Laboratorium ISO/IEC 17025:2017 UNILA Bersama Labnesia

Labnesia Dukung UNILA dalam Proses Re-Akreditasi Laboratorium ISO/IEC 17025:2017 Dalam upaya menjaga dan meningkatkan mutu pengujian serta kompetensi laboratorium, Labnesia kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan Pendampingan Re-Akreditasi Laboratorium ISO/IEC 17025:2017 bersama Universitas Lampung (UNILA). Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap pada 22 Januari, 30 Januari, 4 Februari, dan 6 Februari. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan sistem manajemen laboratorium di lingkungan UNILA tetap sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17025:2017, sekaligus meningkatkan kesiapan laboratorium dalam menghadapi proses re-akreditasi oleh lembaga akreditasi. Pentingnya Re-Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bagi Laboratorium ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar internasional yang mengatur kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Re-akreditasi menjadi proses krusial untuk memastikan bahwa laboratorium: Tetap konsisten dalam penerapan sistem manajemen mutu Memenuhi persyaratan teknis dan manajerial terbaru Menjamin keabsahan dan ketertelusuran hasil pengujian Meningkatkan kepercayaan pengguna jasa laboratorium Melalui pendampingan ini, Labnesia membantu laboratorium UNILA dalam mengidentifikasi kesenjangan (gap analysis) serta menyusun strategi perbaikan yang berkelanjutan. Rangkaian Kegiatan Pendampingan Labnesia dan UNILA Pendampingan Re-Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bersama UNILA dilaksanakan melalui beberapa tahapan terstruktur untuk memastikan kesiapan laboratorium secara menyeluruh. Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 22 Januari: Meeting koordinasi awal sebagai tahap pembukaan pendampingan, membahas gambaran umum proses re-akreditasi ISO/IEC 17025:2017, kesiapan awal laboratorium, serta penyelarasan pemahaman antara tim laboratorium UNILA dan Labnesia. 30 Januari: Meeting koordinasi lanjutan yang berfokus pada pembahasan lingkup pengujian, kesesuaian ruang lingkup akreditasi, serta identifikasi dan pemetaan dokumen – dokumen yang perlu diunggah dalam proses re-akreditasi. 4 Februari: Pembahasan hasil Kajian Ulang Manajemen (KUM), evaluasi pelaksanaan audit internal, identifikasi temuan audit, serta penyusunan rencana dan tindakan perbaikan sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan sistem manajemen laboratorium. 6 Februari: Tahap akhir berupa finalisasi kesiapan re-akreditasi laboratorium, peninjauan keseluruhan pemenuhan persyaratan ISO/IEC 17025:2017, serta penyampaian rekomendasi strategis untuk peningkatan kinerja laboratorium secara berkelanjutan. Setiap tahapan pendampingan dirancang secara sistematis dan aplikatif guna mendukung keberhasilan proses re-akreditasi laboratorium UNILA sesuai standar ISO/IEC 17025:2017. Peran Labnesia dalam Pendampingan ISO/IEC 17025:2017 Sebagai mitra pendamping, Labnesia berperan aktif dalam: Memberikan bimbingan teknis berbasis praktik terbaik (best practice) Membantu penyusunan dan penyempurnaan dokumen sistem manajemen Meningkatkan pemahaman personel laboratorium terhadap klausul ISO/IEC 17025:2017 Menyiapkan laboratorium agar lebih siap dan percaya diri menghadapi proses asesmen Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen, tetapi juga pada penguatan kompetensi SDM laboratorium. Dampak dan Manfaat bagi Laboratorium UNILA Melalui kegiatan pendampingan ini, laboratorium di lingkungan UNILA diharapkan mampu: Mempertahankan status akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Meningkatkan kualitas layanan pengujian dan kalibrasi Memperkuat daya saing laboratorium di tingkat nasional Mendukung tridharma perguruan tinggi melalui layanan laboratorium yang andal Komitmen Labnesia dalam Penguatan Laboratorium Kegiatan pendampingan re-akreditasi bersama UNILA ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Labnesia dalam mendukung penguatan laboratorium pendidikan, riset, dan industri di Indonesia. Bagi institusi yang membutuhkan pendampingan akreditasi atau re-akreditasi ISO/IEC 17025:2017, Labnesia siap menjadi mitra strategis dalam meningkatkan mutu dan kompetensi laboratorium secara berkelanjutan. Hubungi kami untuk informasi lebih terkait pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pendampingan laboratorium!
