Bootcamp Pengelolaan Uji Profisiensi dan Uji Banding

Dalam sistem manajemen mutu laboratorium, Uji Profisiensi (UP) dan Uji Banding Antar Laboratorium (UBAL) merupakan komponen penting untuk menjamin kompetensi teknis dan keandalan hasil uji. ISO 17025:2017 menekankan bahwa laboratorium harus secara berkala mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari evaluasi kinerja. Uji Profisiensi dan Uji Banding Uji Profisiensi adalah kegiatan eksternal yang diselenggarakan oleh penyelenggara resmi, di mana laboratorium peserta menerima sampel uji dan hasilnya dibandingkan dengan nilai acuan atau konsensus. Tujuannya adalah menilai kemampuan laboratorium dalam menghasilkan data yang akurat dan konsisten. Uji Banding Antar Laboratorium dilakukan secara mandiri oleh dua atau lebih laboratorium, biasanya dalam lingkup internal atau regional. Meski tidak selalu melibatkan penyelenggara resmi, UBAL tetap harus dirancang dengan kontrol mutu yang ketat dan dokumentasi yang sistematis. Prinsip Pengelolaan Sesuai ISO 17025:2017 ISO 17025:2017 mengharuskan laboratorium untuk: Menyusun rencana partisipasi UP/UBAL secara berkala. Memastikan metode uji yang digunakan telah diverifikasi atau divalidasi. Menganalisis hasil UP/UBAL secara statistik Melakukan tindakan korektif jika ditemukan deviasi signifikan. Menyimpan dokumentasi lengkap sebagai bukti objektif kompetensi teknis. Tantangan dalam Implementasi Beberapa laboratorium menghadapi kendala seperti keterbatasan akses ke penyelenggara UP, kurangnya pemahaman statistik, atau belum adanya sistem dokumentasi yang terintegrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan dan pendampingan yang tepat agar pengelolaan UP/UBAL tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi alat evaluasi yang efektif. Tingkatkan Kompetensi Anda bersama Bootcamp Labnesia Bootcamp Labnesia hadir sebagai solusi edukatif bagi tenaga laboratorium yang ingin memahami dan mengelola Uji Profisiensi serta Uji Banding sesuai standar ISO 17025:2017. Program ini dirancang dengan pendekatan praktis, studi kasus nyata, dan template dokumen yang siap pakai. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website kami atau hubungi kami langsung melalui kontak berikut.

Validasi dan Verifikasi Metode Analisis Mikrobiologi Berdasarkan ISO 17025:2017

Dalam laboratorium mikrobiologi, keandalan hasil uji sangat bergantung pada metode analisis yang digunakan. ISO 17025:2017 menekankan pentingnya validasi dan verifikasi metode sebagai bagian dari sistem mutu laboratorium yang terakreditasi. Definisi Validasi dan Verifikasi Metode Validasi metode adalah proses pembuktian bahwa suatu metode cocok untuk tujuan tertentu, terutama jika metode dikembangkan sendiri (in-house), dimodifikasi, atau belum distandarkan. Parameter yang diuji meliputi akurasi, presisi, batas deteksi, dan ketertelusuran。 Verifikasi metode dilakukan terhadap metode standar (misalnya ISO, AOAC, atau SNI) untuk memastikan metode tersebut dapat diterapkan secara konsisten di laboratorium tertentu, dengan mempertimbangkan kondisi lokal, peralatan, dan personel. Aspek Mikrobiologi yang Perlu Diperhatikan ISO 17025:2017 mengharuskan laboratorium mikrobiologi untuk memperhatikan karakteristik unik pengujian mikrobiologi, seperti: Ketidakpastian pengukuran: Walau hasil mikrobiologi sering bersifat kualitatif, laboratorium tetap wajib mengidentifikasi dan mengendalikan sumber ketidakpastian seperti teknik inokulasi, kondisi inkubasi, dan variasi biologis. Kontaminasi silang dan kontrol lingkungan: Laboratorium harus menerapkan prosedur ketat untuk mencegah kontaminasi, termasuk pengaturan aliran udara, sterilisasi media, dan kebersihan ruang kerja. Validasi media dan reagen: Media kultur harus diuji untuk memastikan selektivitas dan produktivitas terhadap mikroorganisme target. Dokumentasi lot, tanggal kedaluwarsa, dan uji kinerja wajib dilakukan. Kualifikasi personel: Pengujian mikrobiologi sangat bergantung pada keterampilan teknisi. ISO 17025 mensyaratkan rekam jejak pelatihan dan observasi kompetensi. Manajemen sampel: Penanganan sampel harus memperhatikan waktu dan suhu transportasi, serta menjaga ketertelusuran dari pengambilan hingga pelaporan hasil. Tantangan dan Solusi Tantangan umum meliputi keterbatasan sumber daya, dokumentasi yang belum sistematis, dan kurangnya pemahaman teknis. Solusinya adalah pelatihan berkelanjutan, benchmarking, dan pemanfaatan platform edukatif yang kredibel. Tingkatkan Kompetensi Anda bersama Bootcamp Labnesia Bootcamp Labnesia hadir sebagai solusi praktis bagi tenaga laboratorium yang ingin memahami dan menerapkan validasi serta verifikasi metode mikrobiologi sesuai ISO 17025:2017. Program ini dirancang secara interaktif, dilengkapi studi kasus nyata dan sesi diskusi langsung dengan pakar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website kami atau hubungi kami langsung sekarang,

Validasi dan Verifikasi Metode Analisis Kimia

Dalam kegiatan laboratorium, pengujian dan keabsahan hasil analisis kimia sangat bergantung pada metode yang digunakan. ISO/IEC 17025:2017 sebagai standar internasional untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, menekankan pentingnya validasi dan verifikasi metode sebagai bagian dari sistem manajemen mutu laboratorium. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa metode analisis yang diterapkan mampu menghasilkan data yang akurat, presisi, dan dapat ditelusuri secara ilmiah. Definisi dan Perbedaan Validasi serta Verifikasi Validasi metode merupakan proses sistematis untuk membuktikan bahwa suatu metode analisis sesuai dengan tujuan penggunaannya. Validasi diperlukan untuk metode yang dikembangkan sendiri, dimodifikasi dari metode standar, atau merupakan metode alternatif. Parameter yang umumnya diuji dalam proses validasi meliputi: Akurasi dan presisi Limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi (LOQ) Linearitas dan rentang kerja Ketidakpastian pengukuran Selektivitas dan robustness Sementara itu, verifikasi metode dilakukan terhadap metode standar yang telah diakui secara internasional, seperti metode dari ISO, AOAC, atau SNI. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa metode tersebut tetap valid saat diterapkan dalam kondisi laboratorium tertentu: termasuk jenis sampel, peralatan, dan lingkungan kerja. Persyaratan ISO/IEC 17025 dalam Validasi dan Verifikasi ISO/IEC 17025:2017 mensyaratkan laboratorium untuk: Menyusun prosedur validasi dan verifikasi secara terdokumentasi Melakukan pengujian parameter metode secara terstruktur dan berbasis data Menyimpan bukti objektif hasil validasi/verifikasi sebagai bagian dari sistem dokumentasi mutu Meninjau dan memperbarui metode secara berkala sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan analisis Implementasi validasi dan verifikasi yang tepat tidak hanya meningkatkan keandalan hasil uji, tetapi juga memperkuat posisi laboratorium dalam proses akreditasi dan pengakuan internasional. Program Bootcamp Standar Laboratorium oleh Labnesia Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan kompetensi sumber daya laboratorium, Labnesia menghadirkan program Bootcamp Standar Laboratorium. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai penerapan ISO/IEC 17025, termasuk aspek validasi dan verifikasi metode analisis. Melalui pendekatan praktis dan studi kasus, peserta akan dibekali dengan: Pengetahuan teknis dan manajerial terkait sistem mutu laboratorium Keterampilan dalam menyusun dokumentasi validasi dan verifikasi Strategi implementasi ISO/IEC 17025 secara efektif dan berkelanjutan Program ini sangat relevan bagi akademisi, teknisi laboratorium, dan praktisi yang terlibat dalam pengujian dan kalibrasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program kami, silakan kunjungi situs resmi Labnesia, atau hubungi kontak kami untuk konsultasi lebih lanjut. Pendaftaran Bootcamp dapat dilakukan melalui tautan berikut.

Manajemen Kalibrasi dan Evaluasi Alat Ukur

Pada dunia laboratorium, keakuratan hasil pengujian bukanlah sekadar tuntutan, melainkan merupakan sebuah komitmen profesional. Salah satu pilar utama untuk mencapai akurasi tersebut adalah melalui Manajemen Kalibrasi dan Evaluasi Alat Ukur yang sistematis dan berstandar. Mengapa Kalibrasi Penting? Kalibrasi bukan hanya proses penyetelan ulang alat ukur, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan konsistensi data dan kepatuhan terhadap standar ISO/IEC 17025. Tanpa manajemen kalibrasi yang terstruktur, risiko kesalahan pengukuran meningkat dan berdampak langsung pada reputasi dan validitas hasil laboratorium. Evaluasi Alat Ukur: Lebih dari Sekadar Pemeriksaan Evaluasi alat ukur mencakup analisis performa, riwayat penggunaan, dan kecocokan terhadap metode pengujian yang diterapkan. Dengan metode evaluasi yang tepat, laboratorium mampu mendeteksi potensi penyimpangan sebelum menjadi masalah serius, serta memastikan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Faktor Ketidakpastian Pengukuran Dalam ISO/IEC 17025, pengendalian ketidakpastian pengukuran menjadi indikator kualitas penting. Laboratorium wajib memahami bagaimana variabel seperti suhu, kelembaban, atau kestabilan alat memengaruhi hasil. Dengan analisis ketidakpastian yang akurat, keputusan teknis menjadi lebih dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Strategi Implementasi yang Efektif Agar manajemen kalibrasi berjalan optimal, diperlukan integrasi antara sistem dokumentasi, penjadwalan rutin, pelatihan personel, dan pemantauan hasil kalibrasi secara berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya meminimalisasi risiko, tetapi juga memperkuat posisi laboratorium dalam menghadapi proses akreditasi. Siap Transformasi Manajemen Kalibrasi Laboratorium Anda? Labnesia mengundang Anda untuk bergabung dalam Bootcamp Standar Laboratorium – Batch 2. Sebuah program yang kami rancang untuk mengupgrade skill kompetensi Anda, serta kualitas tata kelola dan layanan laboratorium. Diantaranya untuk mengasah keterampilan teknis dan strategis Anda dalam pengelolaan alat ukur. Dipandu oleh praktisi berpengalaman, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam, studi kasus nyata, dan akses ke panduan implementasi yang siap diimplementasikan di laboratorium Anda. Jangan lewatkan kesempatan terbatas untuk meningkatkan kredibilitas laboratorium Anda! Dapatkan informasi terkait melalui laman resmi Labnesia, konsultasi grastis dengan kontak kami, dan segera daftar sekarang pada link berikut. Raih keunggulan kompetitif melalui manajemen kalibrasi yang handal dan berstandar.

Prinsip Dasar dan Langkah Implementasi ISO 17025

ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang menjadi tolak ukur mutu untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini menggabungkan implementasi kompetensi teknis dan sistem manajemen mutu sebagai fondasi layanan laboratorium yang dapat diandalkan secara global. Sertifikasi ini juga menjadi syarat utama dalam kualitas bidang industri, riset, dan regulasi pemerintah. Prinsip Utama ISO 17025 ISO 17025:2017 mencakup dua komponen utama: Persyaratan Manajemen (Klausul 8) dan Persyaratan Teknis (Klausul 6 & 7). Beberapa prinsip penting yang dapat dijadikan landasan strategis implementasi adalah: Imparsialitas dan Kerahasiaan (Klausul 4) Laboratorium harus menunjukkan independensi dalam pengujian dan menjaga kerahasiaan informasi pelanggan. Struktur Organisasi dan Kompetensi SDM (Klausul 5 & 6) Manajemen harus menjamin personel memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui pelatihan dan asesmen berkala. Validasi Metode dan Ketertelusuran Pengukuran (Klausul 7.2 & 7.6) Prosedur analisis harus divalidasi dan data dikaitkan dengan standar internasional yang dapat ditelusuri (traceable). Pengendalian Risiko dan Tindakan Perbaikan (Klausul 8.5 & 8.7) Laboratorium wajib menerapkan pendekatan risiko berbasis sistem dan melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan mutu. Langkah – Langkah Strategis Implementasi ISO 17025 Berikut adalah beberapa strategi implementasi standar ISO yang dapat meningkatkan visibilitas dan kredibilitas laboratorium Anda: Audit Awal dan Gap Analysis untuk menilai sejauh mana laboratorium sudah memenuhi klausul standar. Perencanaan dan Penyesuaian Sistem Dokumentasi, termasuk manual mutu, SOP, dan rekaman kegiatan teknis. Pelatihan Teknis dan Manajerial berbasis kompetensi yang dirancang secara modular. Audit Internal dan Review Manajemen sebagai umpan balik perbaikan berkelanjutan. Persiapan Akreditasi melalui Lembaga Resmi seperti KAN, termasuk simulasi asesmen dan pendampingan implementasi. Ikuti Training di Bootcamp Standar Laboratorium Labnesia menghadirkan Bootcamp Standar Laboratorium yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi laboratorium dalam mengimplementasikan ISO/IEC 17025 secara efektif. Event ini sangat direkomendasikan bagi laboratorium yang ingin lolos akreditasi dengan strategi teknis yang terarah dan bimbingan langusng dari profesional.   Informasi lengkap dapat anda peroleh pada website kami, konsultasi gratis melaui kontak berikut, atau daftar sekarang pada link berikut.

Transformasi dari Laboratorium ke Industri – Langkah Sukses Karir di R&D, QC/QA, dan Produksi

Di era industri modern, memiliki pemahaman teori di laboratorium saja tidak cukup. Para profesional perlu menguasai penerapannya dalam dunia karir, terutama di bidang R&D (Research & Development), QC (Quality Control), QA (Quality Assurance), dan Produksi. Maka, pemahaman menyeluruh tentang Good Laboratory Practice (GLP) dan praktik industri menjadi kunci kesuksesan. Tujuan dan Manfaat Pelatihan Karir Webinar ini ditujukan untuk  mahasiswa, fresh graduate, dan profesional muda yang ingin berkarir di industri, serta pimpinan perguruan tinggi, tim penjamin mutu, dosen, dan tenaga kependidikan yang ingin memahami lebih dalam tentang standar industri dan pengembangan karir. Webinar ini dirancang untuk: Menjelaskan perbedaan antara laboratorium akademik dan industri. Mengupas peluang karir di sektor R&D, QC/QA, dan Produksi. Memberikan wawasan tentang keterampilan yang harus dikuasai agar sukses dalam industri. Mengapa Anda Harus Mengikuti Pelatihan Karir Ini? Memahami cara kerja laboratorium industri dan penerapan praktik terbaik. Mengenali peran penting R&D, QC/QA, dan Produksi. Mendalami esensi GLP dan penerapannya dalam berbagai bidang. Belajar langsung dari pakar industri berpengalaman. Kurikulum/Outline Pengenalan GLP dan Relevansinya di Industri. Implementasi GLP dalam QA & QC dalam produksi dan industri makanan. Penerapan GLP dalam R&D. Penerapan GLP dalam Produksi dan Industri Makanan. Peran dan Fungsi R&D dalam industri makanan serta kaitannya dengan GLP. Hasil akhir dan langkah-langkah penerapan GLP di tempat kerja. Jangan Lewatkan Kesempatan Emas! Pelatihan karir ini dapat meningkatkan pengetahuan dan memperluas peluang karir. Bersama para pakar kami yaitu: Mulyono, S.T.P., selaku Manager Mutu Lab. Pangan, Trainer & Konsultan Akreditasi: Spesialis QA dengan pengalaman luas dalam audit, validasi metode, dan pengendalian mutu. Ferdian Zendythia Purwandaru, S.T.P., M.M., selaku Kepala Departemen R&D PT Samora Usaha Makmur: Ahli R&D di Industri Makanan dengan keahlian dalam GLP, QC, serta manajemen laboratorium. Bersama Labnesia dapatkan wawasan mendalam tentang perbedaan laboratorium akademik dan industri, serta peluang karir di bidang R&D, QC/QA, dan Produksi. Dengan panduan langsung dari para pakar, Anda akan memahami keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses di dunia industri. Segera daftarkan diri Anda dan tingkatkan kompetensi bersama kami disini atau hubungi kami untuk informasi selengkapnya.

Strategi Efektif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dan Penelitian Laboratorium melalui GLP

Laboratorium pendidikan berperan krusial dalam menunjang aktivitas akademik mahasiswa, khususnya dalam bidang sains. Namun, berbagai tantangan muncul dalam beberapa tahun terakhir, seperti rendahnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, pencatatan eksperimen yang tidak konsisten, serta kurangnya pemeliharaan alat dan bahan kimia. Untuk mengatasi permasalahan ini, universitas menerapkan Good Laboratory Practice (GLP) sebagai standar operasional guna meningkatkan efisiensi dan keamanan laboratorium. Pengertian dan Tujuan Penerapan GLP dalam Pendidikan Good Laboratory Practice (GLP) adalah sistem manajemen yang mengutamakan konsistensi, akurasi, dan dokumentasi yang jelas dalam kegiatan laboratorium. Dalam konteks pendidikan, penerapan GLP memiliki tujuan utama untuk: Meningkatkan kualitas praktikum dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa. Memastikan penggunaan alat dan bahan laboratorium secara aman dan efisien. Menjamin bahwa data yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dan valid. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengikuti standar internasional di bidang laboratorium. Keuntungan Penerapan GLP di Laboratorium Pendidikan Implementasi GLP di laboratorium pendidikan menawarkan berbagai keuntungan, seperti: Reproduksibilitas yang Tinggi: Eksperimen yang dilakukan oleh mahasiswa dan peneliti dapat diulang dengan hasil yang konsisten. Keamanan Terjaga: Prosedur yang jelas membantu mengurangi potensi risiko kecelakaan. Akurasi Data yang Terjamin: Dengan dokumentasi yang rapi, data yang dihasilkan dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. Persiapan Mahasiswa utuk Dunia Kerja: Pengalaman laboratorium yang sesuai dengan standar industri menyiapkan mahasiswa untuk tantangan profesional di masa depan. Kurikulum/Outline Webinar Webinar ini akan membahas beberapa topik penting terkait GLP yang akan dibawakan oleh pakar di bidangnya: Struktur Organisasi Laboratorium: Pemaparan tentang bagaimana struktur organisasi yang efektif dalam mengelola laboratorium. Ruang Lingkup Pelayanan Laboratorium: Menjelaskan berbagai layanan yang tersedia di laboratorium pendidikan. Manajemen Pengelolaan Praktikum, Penelitian, dan Pelayanan Umum: Strategi pengelolaan kegiatan akademik dan penelitian di laboratorium. Pengelolaan Peralatan dan Fasilitas Laboratorium: Cara memastikan peralatan laboratorium tetap dalam kondisi optimal dan sesuai standar. Jaminan Mutu pada Pelayanan Laboratorium: Prosedur untuk menjaga kualitas layanan laboratorium agar tetap sesuai standar. Pengenalan Good Practice Laboratory (GLP): Pemahaman dasar tentang prinsip dan manfaat GLP dalam laboratorium pendidikan. Implementasi GLP di Laboratorium Pendidikan: Langkah-langkah praktis dalam menerapkan GLP untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Standar Keselamatan dan Etika Laboratorium: Pedoman keselamatan dan etika yang harus diterapkan dalam operasional laboratorium. Labnesia Siap Membantu! Untuk mendukung penerapan GLP, laboratorium pendidikan dapat bekerja sama dengan pakar manajemen mutu dan laboratorium. Webinar ini menghadirkan para pakar di bidang laboratorium pendidikan: Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P, M.Eng. selaku selaku Dosen Dept. Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada: Ahli dalam manajemen laboratorium dengan pengalaman luas dalam mengelola struktur organisasi laboratorium dan jaminan mutu layanan. Indra Permana, S.P., M.P. selaku Kepala Lab. Tanah Universitas Siliwangi: Spesialis dalam penerapan Good Laboratory Practice (GLP) serta standar keselamatan laboratorium. Penerapan Good Laboratory Practice di laboratorium pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian. Dengan memahami dan menerapkan strategi yang tepat, laboratorium dapat menjadi lingkungan yang lebih aman, efektif, dan terstruktur. Webinar ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam dan solusi praktis bagi para peserta dalam mengelola laboratorium sesuai standar GLP. Bersama Labnesia meningkatkan kualitas laboratorium pendidikan untuk masa depan yang lebih baik bersama para pakar disini atau hubungi kami sekarang. 

Strategi Optimalisasi Laboratorium Menuju Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 untuk Layanan Publik yang Profesional

Di era persaingan global, laboratorium pengujian dan kalibrasi dituntut untuk memenuhi standar internasional guna memastikan keakuratan serta keandalan hasil pengujian. ISO/IEC 17025:2017 menjadi standar utama yang menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium dalam melaksanakan pengujian dan kalibrasi. Laboratorium yang telah berhasil memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025:2017 menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, seperti efisiensi, operasional, kredibilitas, serta kepercayaan pelanggan. Prinsip Dasar Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang mengatur sistem manajemen mutu serta persyaratan teknis bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini mencakup beberapa aspek utama: Persyaratan Manajemen: Mengatur sistem dokumentasi, pengendalian dokumen, serta peningkatan berkelanjutan. Persyaratan Teknis: Memastikan validitas metode pengujian, kalibrasi peralatan, kompetensi tenaga laboratorium, serta ketertelusuran pengukuran ke standar internasional. Prinsip Dasar Akreditasi: Menitikberatkan transparansi, ketidakberpihakan, serta konsistensi dalam proses pengujian dan pelaporan hasil. Implementasi Sistem Manajemen Mutu dan Proses Laboratorium Agar laboratorium dapat memenuhi standar ISO/IEC 17025:2017, perlu diterapkan sistem manajemen mutu yang komprehensif dengan langkah-langkah berikut: Penyusunan Dokumen Mutu: Kebijakan mutu, prosedur SOP, dan instruksi kerja. Peningkatan Kompetensi Personal: Pelatihan tenaga laboratorium agar sesuai dengan standar internasional. Validasi dan Verifikasi Metode Uji: Menjamin keandalan metode pengujian dan kalibrasi. Pengelolaan dan Pemeliharaan Peralatan: Memastikan alat laboratorium selalu dalam kondisi optimal. Penjamin Mutu Hasil Uji: Melalui uji banding dan program pengendalian mutu internal. Audit Internal dan Persiapan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Sebelum mengajukan akreditasi, laboratorium perlu melakukan audit internal guna mengevaluasi kesesuaian terhadap standar. Langkah-langkahnya meliputi: Pelaksanaan Audit Internal: Mengevaluasi kesesuaian prosedur dengan standar yang berlaku. Identifikasi Ketidakasesuaian: Menganalisis temuan audit dan menyusun tindakan korektif. Penyusunan Dokumentasi Akreditasi: Menyusun dokumentasi sistem manajemen mutu sesuai kebutuhan akreditasi. Simulasi Asesmen Eksternal: Mempersiapkan laboratorium menghadapi audit dari badan akreditasi seperti KAN. Proses audit internal ini akan membantu laboratorium dalam mengidentifikasi serta memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi akreditasi resmi. Evaluasi dan Pemeliharaan Sistem Mutu Pasca Akreditasi Setelah berhasil memperoleh akreditasi, laboratorium harus terus mengevaluasi dan meningkatkan sistem manajemen mutu agar tetap berjalan optimal, beberapa langkah yang perlu dilakukan: Monitoring dan Evaluasi Kinerja: Menilai efektivitas sistem secara berkala. Tinjauan Manajemen: Memastikan kebijakan dan prosedur tetap sesuai dengan regulasi terbaru. Perbaikan Berkelanjutan: Menggunakan hasil audit internal serta umpan balik pelanggan untuk peningkatan layanan. Pelatihan Lanjutan: Menyediakan program pelatihan bagi tenaga laboratorium guna menjaga kompetensi. Meningkatkan daya saing laboratorium dengan memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025:2017 adalah strategi penting untuk menjamin mutu serta kredibilitas pengujian dan kalibrasi. Bersama Labnesia dan para pakar kami yaitu Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D. sebagai selaku Kepala Laboratorium Lingkungan, UII dengan Herlan Tri Widianto, S.Tr., AK., selaku Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kab. Blora akan membantu laboratorium Anda yang profesional dan kompeten di tingkat nasional maupun internasional. Apakah laboratorium Anda siap menuju akreditasi ISO/IEC 17025:2017? Temukan jawabannya disini atau hubungi kami sekarang!

Penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017 di Laboratorium Pascapanen dan Alsinta – Meningkatkan Keandalan Pengujian dan Akreditasi

Mengapa Standarisasi Laboratorium Pascapanen dan Alsintan Penting? Di era pertanian modern, industri agribisnis berkembang pesat, mencakup berbagai aspek dari pengolahan pascapanen hingga penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Salah satu faktor kunci dalam industri ini adalah pengujian kualitas produk pertanian dan peralatan yang digunakan. Agar hasil pengujian dapat dipercaya dan diakui secara internasional, laboratorium harus menerapkan standar yang jelas dan terstruktur. Oleh karena itu, Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025:2017 menjadi standar utama dalam meningkatkan keandalan dan kredibilitas hasil uji laboratorium. Apa itu GLP dan ISO/IEC 17025:2017? Good Laboratory Practice (GLP) adalah sistem manajemen mutu yang mengatur prosedur pengujian dan pelaporan hasil di laboratorium, termasuk pengelolaan data, fasilitas, dan peralatan guna memastikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan umum bagi kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi. Standar ini mencakup aspek teknis dan manajerial untuk menjamin keandalan pengujian serta efektivitas pengelolaan laboratorium. Tujuan Standarisasi Laboratorium Memahami prinsip dasar dan persyaratan GLP serta ISO/IEC 17025:2017. Mengetahui langkah praktis dalam penerapan kedua standar di laboratorium pascapanen dan alsintan. Mengelola laboratorium sesuai standar GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Meningkatkan kualitas dan keandalan hasil pengujian di laboratorium pascapanen dan alsintan. Manfaat Standarisasi Laboratorium Keandalan dan Validitas Hasil Uji: Standarisasi laboratorium memastikan hasil pengujian yang akurat dan dapat dipercaya, berpengaruh langsung terhadap kualitas produk pertanian dan efisiensi alat pertanian. Memperoleh Akreditasi Internasional: Laboratorium yang memenuhi standar GLP dan ISO/IEC 17025:2017 lebih mudah mendapatkan akreditasi internasional, membuka peluang ekspor produk pertanian dan alsintan ke pasar global. Meningkatkan Reputasi Laboratorium: Dengan menerapkan standar internasional, laboratorium mendapatkan kepercayaan lebih dari industri terkait, memperkuat integritas dan kredibilitas data uji. Efisiensi dalam Pengelolaan: Sistem laboratorium yang terstruktur mengurangi kesalahan manusia, mempercepat penyelesaian pengujian, serta meningkatkan efisiensi operasional. Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia: Tenaga kerja laboratorium mendapatkan pelatihan dan pengembangan berkelanjutan, meningkatkan kualitas layanan dan hasil pengujian. Kurikulum/Outline Pengenalan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Prinsip dasar dan penerapan GLP di laboratorium pascapanen dan alsintan. Implementasi GLP dan ISO 17025:2017 dalam pengujian pascapanen dan alsintan. Studi kasus dan diskusi . Dalam mendukung implementasi standar laboratorium yang optimal, kolaborasi dengan para ahli dan lembaga sertifikasi berpengalaman sangatlah penting. Bersama Bu Hanim Zahrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., selaku Ketua Unit Manajemen Mutu (UMM) di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Labnesia siap membantu laboratorium Anda dalam memahami, mengelola, dan meningkatkan kualitas hasil pengujian sesuai standar internasional. Tingkatkan mutu laboratorium Anda dengan dukungan para pakar dan solusi terbaik disini atau hubungi kami sekarang.