Tingkatkan Kompetensi Laboratorium dalam 3 hari : Pelatihan & Sertifikasi Internasional 17025:2017 Bersama Labnesia di UII

Yogyakarta, 23-25 April 2025 – Dalam rangka memperkuat sistem manajemen mutu laboratorium di Indonesia, PT Padma Global Nusatama  melalui platform edukatif Labnesia sukses menyelenggarakan Pelatihan dan Setifikasi Internasional Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017. Program intensif selama tiga hari ini dilaksanakan secara hybrid dan didukung penuh oleh Laboratorium Kualitas Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai tuan rumah. Mengusung tema 3 Hari Jago Kelola Laboratorium, pelatihan ini diikuti 68 peserta dari 23 institusi berbeda, termasuk universitas, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta. Mulai dari Sumatera hingga Kupang. Tercatat 51 peserta, mengikuti secara daring dan 17 hadir langsung di kampus UII Yogyakarta. Hari 1: Pelatihan Dasar-dasar ISO/IEC 17025 dan Prinsip PDCA Pembukaan kegiatan berlangsung meriah pada Rabu, 23 April 2025, dibuka oleh MC Endang Setyowati dan diiringi doa serta lagu kebangsaan. Sambutan disampaikan oleh: Dr. Eng. Awaluddin Nurmiyanto, S.T., M.Eng – Ketua Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII. Bela Lestari Dwireja, S.P. – Direktur Bussines & Sustainability, Labnesia. Materi pelatihan hari pertama dibawakan oleh Indra Permana, S.P., M.P., yang membahas: Pengantar ISO/IEC 17025:2017 dan siklus PDCA. Struktur standar serta dasar regulasi. Etika profesional, ketidakberpihakan, dan kerahasiaan. Langkah-langkah awal implementasi sistem manajemen laboratorium Diskusi interaktif menunjukkan antusiasme tinggi peserta terhadap topik yang dibahas. Hari 2: Pelatihan Penguatan Sistem Manajemen dan Operasional Laboratorium Pelatihan kedua pada Kamis, 24 April 2025, peserta mendalami aspek teknis manajemen laboratorium bersama Mulyono, S.T.P., mencakup: Kepemimpinan dan manajemen SDM. Sistem dokumentasi dan pengelolaan informasi. Validasi metode, pengambilan sampel, dan ketertelusuran hasil uji. Studi kasus praktis untuk mengaitkan teori dan praktik. Pelatihan hari kedua membantu peserta membangun sistem laboratorium yang terstruktur dan sesuai standar. Hari 3: Audit Internal, Evaluasi Mutu, dan Kunjungan Laboratorium Hari terakhir sekaligus pelatihan terakhir pada Jumat, 25 April 2025, peserta diajak langsung mengunjungi Laboratorium Kualitas Lingkungan FTSP UII yang telah terakreditasi KAN, guna melihat langsung implementasi ISO/IEC 17025 dalam praktik. Topik yang dibahas meliputi: Simulasi audit internal dan manajemen risiko. Penanganan ketidaksesuaian dan perbaikan berkelanjutan. Evaluasi jaminan mutu, uji profisiensi, dan pelaporan hasil. Peserta sangat terkesan dengan tata kelola laboratorium UII. Salah satu peserta mengatakan: “Lab-nya tertata dengan sangat baik. Kunjungan ini memperjelas bagaiman standar diterapkan secara nyata.” ujar salah satu peserta dari instansi perguruan tinggi. Simulasi audit internal menjadi puncak kegiatan, memperkuat kesiapan peserta sebagai Lead Implementer yang mampu memimpin sistem mutu laboratorium. Apresiasi Tinggi : Testimoni Bintang 5 dari Peserta Kegiatan ini mendapat respons luar biasa. Para peserta aktif dalam diskusi, berbagai pengalaman memberikan testimoni bintang lima atas kualitas materi, keahlia narasumber, dan suasana pelatihan yang kondusif. “Materinya aplikatif dan disampaikan sistematis. Kami berharap pelatihan teknis seperti ini terus diselenggarakan oleh Labnesia” ujar peserta dari sektor swasta. Komitmen Labnesia : Siap Cetak SDM Laboratorium Unggul Pelatihan ini menegaskan komitmen PT Padma Global Nusataman dan Labnesia dalam membina SDM unggul di bidang laboratorium. Tidak hanya terbatas pada ISO/IEC 17025, tetapi juga akan menyasar pelatihan untuk ISO 15189, Good Laboratory Practice (GLP), bio-risk management, dan digitalisasi laboratorium ke depannya. Tertarik Mengikuti Pelatihan Serupa? Jangan lewatkan kesempatan berikutnya untuk meng-upgrade laboratorium Anda! Hubungi Labnesia sekarang juga dan jadwalkan sesi konsultasi bersama tim ahli kami. Bersama Labnesia, wujudkan laboratorium yang andal, terakreditasi, dan siap menghadapi masa depan!

Labnesia Gelar Webinar Nasional: Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Pada Kamis, 13 Maret 2025, terlaksana webinar dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017“. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang antusias mendalami standar internasional yang penting bagi pengelolaan laboratorium pendidikan dan pengujian. Webinar ini menghadirkan  Fajri Mulya Iresha , S.T., M.T., Ph.D. dan Herlan Tri Widianto, S.Tr., AK, yang akan membahas ISO/IEC 17025:2017, standar internasional untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi. Narasumber Utama dan Materi Pembahasan Webinar ini menghadirkan dua  ahli yang membahas ISO/IEC 17025:2017 dan peran akreditasi dalam meningkatkan kualitas laboratorium pendidikan Indonesia. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianto berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam hal akreditasi laboratorium dan pentingnya standar internasional ini untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, serta daya saing laboratorium di tingkat global. Apa itu ISO/IEC 17025:2017 ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang mengatur persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi. Standar ini sangat penting bagi laboratorium untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan, sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan dan persyaratan industri. Menerapkan ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjamin bahwa mereka memenuhi standar kualitas yang tinggi dan dapat bersaing di tingkat internasional. Transformasi Laboratorium Menjadi Layanan Publik yang Terakreditasi Webinar ini membahas transformasi laboratorium pendidikan menjadi layanan akreditasi. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianti menjelaskan bahwa untuk mencapai akreditasi, laboratorium harus memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai ISO/IEC 17025:2017. Proses akreditasi ini mencakup aspek teknis, manajemen yang baik, sumber daya yang memadai, dan pendanaan yang tepat. Namun, akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bukan hanya tentang memenuhi syarat-syarat teknis. Proses ini juga membawa manfaat jangka panjag, di antaranya: Meningkatkan Kredibilitas:  Pengakuan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya atas kualitas dan keandalan hasil pengujian atau kalibrasi. Meningkatkan Daya Saing: Memperluas pasar dan menarik lebih banyak pelanggan dengan bukti kepatuhan terhadap standar global. Jaminan Kualitas dan Akurasi: Mendorong evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, menghasilkan data yang lebih akurat dan terpercaya. Proses dan Persyaratan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Menjadi Layanan Publik Laboratorium harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017, di antaranya: Manajemen yang Baik: Laboratorium harus memiliki sistem manajemen yang sesuai dengan standari ISO, termasuk dokumentasi yang lengkap dan prosedur yang jelas. Kompetensi Staf: Laboratorium harus memastikan bahwa semua personel yang terlibat dalam pengujian atau kalibrasi memiliki kompetensi yang sesuai dan terlatih. Prosedur Pengujian dan Kalibrasi yang Valid: Laboratorium harus memastikan bahwa semua metode pengujian dan kalibrasi yang digunakan valid, dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan standar internasional. Peralatan yang Terkalibrasi dengan Baik: Semua peralatan yang digunakan dalam pengujian dan kalibrasi harus terkalibrasi secara tepat dan memiliki catatan pemeliharaan yang baik. Manfaat Akreditasi bagi Laboratorium Pendidikan Proses akreditasi mengubah laboratorium pendidikan dari fasilitas internal menjadi layanan publik profesional dan terpercaya. Hal ini membuka peluang baru, seperti kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian, mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan efisien operasional. Selain itu, akreditasi membantu universitas memperoleh pendanaan melalui layanan yang dapat dijual atau disewakan. Menjadikan Laboratorium sebagai Layanan Publik untuk Income Generator Salah satu pesan motivasi yang disampaikan oleh narasumber adalah mengenai pentingnya menjadikan laboratorium sebagai income generator atau sumber pendapatan. Memiliki akreditasi ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjadi layanan publik dalam memperluas peluang kerjasama dengan berbagai sektor industri dan pemerintah, yang pada gilirannya membuka akses pada dana atau pendanaan tambahan untuk mendukung pengembangan laboratorium dan kegiatan pendidikan. Penutupan dan Sesi Testimoni Sebagai penutupan, sesi testimoni dari peserta yang sangat antusias diadakan untuk membagikan pengalaman dan feedback positif terhadap webinar ini. Bu Aminah, S.S.T., M.Kes. dari Universitas La Tansa Mashiro menyampaikan bahwa proses persiapan akreditasi di laboratorium mereka menghadapi berbagai tantangan dan kekurangan. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bahwa pendampingan dari Labnesia sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi hambatan tersebut. Selain itu, pengalaman yang awalnya penuh kebingungan dan frustrasi dalam menghadapi standar tinggi akreditasi telah dibagikan oleh Bu Puji Astuti, M. Kep., Ns. Sp. Kep. MB, yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Keperawatan dan Farmasi di Universitas Bani Saleh. Pentingnya motivasi dan usaha berkelanjutan juga ditekankan oleh beliau, sementara apresiasi diberikan kepada narasumber yang menjelaskan bahwa laboratorium terakreditasi dapat berperan sebagai sumber pendapatan yang bermanfaat bagi pendanaan universitas. Selama sesi tanya jawab, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh peserta melalui berbagai pertanyaan terkait penerapan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium masing-masing. Jawaban yang diberikan oleh narasumber secara detail semakin memperdalam pemahaman peserta tentang pentingnya akreditasi serta langkah-langkah yang perlu untuk mencapainya. Kesimpulan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 diakui sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing laboratorium pendidikan, sehingga menjadi lebih terpercaya dan mampu beroperasi sebagai layanan publik yang profesional. Melalui webinar ini, tantangan dalam proses akreditasi telah disoroti, sementara solusi dan motivasi juga diberikan kepada peserta agar terus berupaya mencapai tujuan tersebut. Dengan menerapkan strategi yang tepat, laboratorium pendidikan dapat berkembang menjadi pusat pengujian dan kalibrasi berstandar internasional, yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta industri. Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Setelah mengikuti webinar yang penuh wawasan ini, Anda mungkin tertarik untuk memperdalam penerapan GLP dan ISO 17025:2017 di laboratorium Anda. Labnesia siap membantu Anda dengan berbagai layanan profesional yang dapat mendukung pengembangan laboratorium yang lebih andal dan berkualitas tinggi: Pendampingan dalam penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan dalam memenuhi standar internasional. Sertifikasi kompetensi yang diakui secara global. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan sesi konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama Labnesia wujudkan laboratorium yang lebih andal dan terpercaya, siap menghadapi tantangan masa depan. Bersama Labnesia siap menjadi garda terdepan Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk informasi selengkapnya.

Panduan Menyiapkan Laboratorium Pascapanen untuk Akreditasi ISO/IEC 17025

Akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang menjamin kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Untuk laboratorium pascapanen, memperoleh akreditasi ini bukan hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga memastikan hasil pengujian yang valid dan dapat diandalkan guna mendukung mutu serta keamanan produk pertanian. Agar laboratorium siap menghadapi proses akreditasi, diperlukan langkah-langkah persiapan yang sistematis sesuai dengan pedoman ISO/IEC 17025. 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025 Langkah pertama dalam persiapan akreditasi adalah memahami secara menyeluruh persyaratan dalam ISO/IEC 17025. Standar ini terdiri dari dua aspek utama, yaitu: Persyaratan manajemen, yang mencakup sistem mutu, dokumentasi, dan audit internal. Persyaratan teknis, yang meliputi kompetensi staf, validasi metode pengujian, serta kalibrasi alat laboratorium. Dengan pemahaman yang kuat terhadap standar ini, laboratorium dapat mulai menyusun strategi implementasinya. 2. Melakukan Analisis Kesenjangan Sebelum menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium perlu mengevaluasi sejauh mana prosedur yang saat ini diterapkan sudah memenuhi persyaratan akreditasi. Analisis kesenjangan membantu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki, sehingga laboratorium dapat menyusun rencana tindakan yang lebih efektif. 3. Membangun Sistem Manajemen Mutu Akreditasi ISO/IEC 17025 Untuk memastikan kepatuhan terhadap ISO/IEC 17025, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu yang baik. Langkah ini melibatkan: Penyusunan dokumen mutu, termasuk kebijakan mutu, SOP (Standard Operating Procedures), dan instruksi kerja. Pembuatan sistem pencatatan yang transparan untuk mendukung akurasi dan validitas hasil pengujian. Pelaksanaan audit berkala untuk mengevaluasi efektivitas sistem mutu yang diterapkan. 4. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Keberhasilan implementasi standar ini bergantung pada tenaga laboratorium yang kompeten. Oleh karena itu, penting untuk: Menyelenggarakan pelatihan rutin bagi teknisi dan analis laboratorium. Memastikan staf memahai prosedur pengujian, kalibrasi alat, serta standar mutu yang berlaku. Mengembangkan program evaluasi kinerja untuk memastikan bahwa seluruh personel laboratorium memiliki keterampilan teknis yang sesuai. 5. Validasi Metode Pengujian dan Kalibrasi Peralatan Validasi metode pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur yang digunakan memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, laboratorium juga wajib melakukan kalibrasi alat secara berkala guna mencegah ketidaktepatan dalam hasil pengujian. 6. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan permohonan akreditasi, laboratorium harus menjalankan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem mutu telah sesuai dengan standar. Tujuan dar audit ini adalah untuk: Mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian dalam prosedur operasional. Memastikan bahwa seluruh dokumen dan rekaman mutu terdokumentasi dengan baik. Menyusun tindakan korektif untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan sebelum dilakukan audit eksternak. 7. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah semua persyartan terpenuhi, laboratorium dapat mengajukan permohan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau lembaga akreditasi yang diakui. Proses ini melibatkan: Peninjauan dokumen mutu oleh auditor akreditasi. Asesmen di lokasi untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis laboratorium. Tindakan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian selama proses asesmen. 8. Menjaga Kepatuhan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi, laboratorium pascapanen harus terus berkomitmen menjaga standar mutu melalui: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Pembaruan metode pengujian berdasarkan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Pelatihan lanjutan bagi staf untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman terhadap standar laboratorium. Kesimpulan Mempersiapkan laboratorium pascapanen untuk memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025 memerlukan strategi yang matang dan konsistensi dalam implementasi sistem mutu. Dengan memahami standar, mengoptimalkan manajemen mutu, meningkatkan kompetensi staf, serta menjalankan audit berkala, laboratorium dapat memastikan keandalan hasil uji yang berkualitas. Akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi laboratorium tetapi juga membukan peluang kerja sama dengan industri dan lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Apakah laboratorium Anda siap untuk akreditasi ISO/IEC 17025? Temukan jawaban dan solusi penanganan terbaik bersama Labnesia. Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Pentingnya Akreditasi ISO/IEC 17025 untuk Laboratorium Pascapanen: Kunci Keandalan dan Kepercayaan

Laboratorium pascapanen memiliki peran penting dalam memastikan kualitas serta keamanan produk pertanian sebelum sampai ke tangan konsumen. Untuk menjamin keakuratan dan keandalan hasil pengujian, laboratorium ini perlu menerapkan standar akreditasi ISO/IEC 17025. Berikut adalah beberapa alasan mengapa akreditasi ini sangat diperlukan: 1. Pengakuan Kompetensi di Tingkat Internasional ISO/IEC 17025 merupakan standar global yang mengatur persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dengan memperoleh akreditasi ini, laboratorium menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan data yang valid dan konsisten. Hasil pengujian yang dilakukan secara internasional akan memudahkan perdagangan lintas negara dan mengurangi hambatan dalam distribusi produk pertanian. 2. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan Kepercayaan pelanggan terhadap laboratorium sangat bergantung pada kualitas hasil pengujian. Dengan menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium dapat memastikan bahwa metode pengujian, peralatan, dan tenaga kerja yang digunakan memenuhi persyaratan mutu yang ketat. Hal ini memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa produk yang diuji telah memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan. 3. Akreditasi Meningkatkan Efisiensi Operasional Penerapan ISO/IEC 17025 membantu laboratorium dalam mengelola sistem manajemen mutu yang lebih baik. Standar ini mencakup dokumentasi prosedur, kalibrasi peralatan, serta pelatihan personel secara berkala. Dengan sistem yang lebih terstruktur, laboratorium dapat meminimalkan kesalahan, meningkatkan efisiensi kerja, dan mengurangi biaya operasional. 4. Memenuhi Regulasi dan Standar Nasional Di Indonesia, ISO/IEC 17025 telah diadopsi sebagai SNI ISO 17025 oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Dengan memperoleh akreditasi ini, laboratorium dapat menunjukan kepatuhannya terhadap regulasi yang berlaku, sehingga memenuhi persyaratan hukum dan standar nasional yang ditetapkan. 5. Akreditasi ISO/IEC 17025 Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Akreditasi ISO/IEC 17025 juga berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja di laboratorium. Melalui pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan, staf laboratorium dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik dalam melakukan pengujian dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Hal ini berdampak positif pada kualitas layanan yang diberikan oleh laboratorium. Dengan berorientasi pada akreditasi ISO/IEC 17025, laboratorium pascapanen dapat memastikan bahwa mereka memenuhi standar internasional dalam setiap aspek operasionalnya. Akreditasi tidak hanya meningkatkan keandalan hasil pengujian, tetapi juga memperkuat daya saing laboratorium dalam pasar global yang semakin kompetitif. Bersama Labnesia menuju laboratorium dengan standar internasional. Hubungi kami untuk info selengkapnya.