Labnesia Gelar In House Training Bersama Balai K3 Medan

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manuasia di bidang laboratorium. Labnesia kembali menyelenggarakan kegiatan in house training Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017 bersama Balai K3 Medan yang dilaksanakan secara onsite pada tanggal 5-6 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari Balai K3 Medan. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Labnesia dan instansi pemerintah dalam meningkatkan pemahaman serta penerapan standar laboratorium yang baik, khususnya dalam mendukung kegiatan pengujian yang berkualitas dan sesuai standar. Pembukaan Kegiatan Pelatihan Kegiatan pelatihan dipandu oleh MC Endang Setyowati yang memandu jalannya acara pembukaan secara singkat dan tertib. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Ibu dr. Sanri Yuliandari, M.Kes. selaku Kepala Balai K3 Medan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi serta pemahaman para peserta dalam menjalankan kegiatan laboratorium sesuai dengan standar yang berlaku. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, Labnesia turut memberikan kenang-kenangan kepada Balai K3 Medan sebagai simbol penghargaan dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Labnesia dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini. Kegiatan pelatihan kemudian ditutup kembali oleh Ibu dr. Santi Yuliandari, M.Kes., dengan harapan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan dalam kegiatan laboratorium di Balai K3 Medan. Penyampaian Materi oleh Pakar Labnesia Kegiatan pelatihan menghadirkan Bapak Mulyono, S.T.P., selaku Pakar Labnesia, yang menyampaikan materi secara komprehensi terkait penerapan standar laboratorium serta praktik terbaik dalam pengelolaan laboratorium. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, di mana pada hari pertama peserta mendapatkan pemaparan materi terkait konsep, persyaratan, serta implementasi standar laboratorium. Sementara itu, pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik terkait Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017, sehingga peserta dapat memahami proses audit internal laboratorium secara aplikatif. Selama pelaksanaan pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan serta pengalaman terkait penerapa standar laboratorium di instansi masing-masing. Suasana pelatihan yang interaktif membuat peserta dapat memahami materi dengan lebih baik serta memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan laboratorium sehari-hari. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui kegiatan in house training ini, Labnesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Labnesia juga menyediakan berbagai layanan pengembangan laboratorium seperti pelatihan teknis, pendampingan laboratorium, konsultas standar laboratorium, hingga gap analysis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. Ingin Mengadakan In House Training di Instansi Anda? Bagi instansi atau laboratorium yang ingin menyelenggarakan in house training bersama Labnesia, kegiatan dapat dilaksanakan secara online maupun onsite sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan layanan Labnesia, silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi detail serta konsultasi kebutuhan pelatihan di instansi Anda.
Labnesia Hadirkan Layanan Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium untuk Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Laboratorium

Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas dan standar pengelolaan laboratorium di Indonesia, Labnesia menghadirkan salah satu layanan unggulan berupa Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium. Layanan ini dirancang untuk membantu laboratorium dalam mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara kondisi yang ada dengan standar atau regulasi yang seharusnya dipenuhi. Melalui layanan ini, laboratorium dapat memperoleh gambaran awal mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, baik dari sisi manajemen, teknis operasional, maupun penerapan standar mutu laboratorium. Apa Itu Free Gap Analysis Laboratorium? Free Gap Analysis merupakan proses analisis awal yang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi laboratorium saat ini dibandingkan dengan standar atau persyaratan yang berlaku, seperti sistem manajemen mutu, kompetensi mutu, kompetensi personel, maupun kesiapan menuju akreditasi atau sertifikasi. Adanya gap analysis maka laboratorium dapat mengetahui: Kesesuaian sistem manajemen yang telah diterapkan Kesiapan laboratorium dalam menghadapi audit atau akreditasi Area yang masih memerlukan perbaikan atau pengembangan Strategi peningkatan kualitas laboratorium secara berkelanjutan Hasil dari analisis ini dapat menjadi dasar bagi laboratorium untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah dan efektif. Audiensi Laboratorium Bersama Tim Labnesia Selain melakukan analisis awal, Labnesia juga menyediakan audiensi atau sesi diskusi langsung dengan tim ahli yang berpengalaman di bidang pengelolaan dan pengembangan laboratorium. Dalam sesi audiensi ini, laboratorium dapat: Mengonsultasikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam operasional laboratorium Mendiskusikan strategi peningkatan standar laboratorium Mendapatkan rekomendasi solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing laboratorium Menggali peluang pengembangan kompetensi sumber daya manusia laboratorium Pendekatan ini memungkinkan laboratorium memperoleh masukan yang lebih komprehensi dan aplikatif. Fleksibel : Dapat Dilakukan Secara Online maupun Offline Untuk memberikan kemudahan bagi berbagai laboratorium di berbagai daerah, layanan Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium dapat dilakukan secara: Online, melalui pertemuan virtual Offline, dengan kunjungan langsung ke laboratorium Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Laboratorium Melalui layanan ini, Labnesia berkomitmen untuk menjadi strategis bagi laboratorium dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kesiapan menghadapi berbagai standar maupun regulasi yang berlaku. Dengan adanya Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium, diharapkan laboratorium dapat memperoleh panduan awal yang tepat dalam melakukan pengembangan sistem, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saing laboratorium di tingkat nasional maupun internasional. Bagi laboratorium yang ingin mengetahui kondisi dan kesiapan sistem yang dimiliki saat ini, layanan ini dapat menjadi langkah awal yang efektif sebelum melangkah ke tahap pengembangan atau implementasi standar yang lebih lanjut. Hubungi kami untuk informasi selanjutnya!
Labnesia Kembali Gelar Bootcamp Standar Laboratorium Sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang laboratorium, Labnesia kembali menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk mendukung peningkatan pemahaman praktisi laboratorium terhadap implementasi standar mutu laboratorium secara lebih praktis dan aplikatif. Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 1 mengangkat topik “Klausul 6.2 – Manajemen SDM dan Pemantauan Kompetensi Personel berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 04 Maret 2026 secara online melalui Zoom Meeting. Bootcamp ini diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari 30 instansi, terdiri dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta perusahaan swasra yang memiliki laboratorium pengujian maupun kegiatan terkait pengelolaan laboratorium. Membahas Manajamen SDM dalam ISO/IEC 1702:2017 Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai implementasi Klausul 6.2 dalam SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Pembahasan tersebut menekankan pentingan kompetensi personel laboratorium dalam memastikan kegiatan pengujian dan operasional laboratorium berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai bagaiman laboratorium dapat memastikan bahwa setiap personel memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Topik ini menjadi sangat penting karena kualitas hasil pengujian laboratorium sangat dipengaruhi oleh kompetensi personel yang menjalankan kegiatan tersebut. Narasumber Berpengalaman di Bidang Standar Laboratorium Bootcamp ini menghadirkan Anik Ekawati, S.Si., sebagai pemateri utama. Beliau merupakan Trainer ISO/IEC 17025:2017 yang telah berpengalaman. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium serta membagikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan oleh peserta yang di tempat kerja masing-masing. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan yang aplikatif, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai penerapan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 dalam pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Antusiasme Peserta dari Berbagai Instansi Kegiatan bootcamp ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi serta berpastisipasi dalam sesia diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh peserta terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium masing-masing. Diskusi yang interaktif ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh wawasan baru sekaligus solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam implementasi standar laboratorium Kegiatan bootcamp ini dipandu oleh MC Atikah Afifa Shalsabilah yang memandu jalannya acara sejak pembukaan hingga sesi diskusi. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui penyelenggaraan Bootcamp Standar Laboratorium ini, Labnesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi para praktisi laboratorium di Indonesia. Meningkatkan pemahaman terhadap standar SNI ISO/IEC 17025:2017, diharapkan laboratorium dapat mengelola sistem manajemen mutu secara lebih baik sehingga mampu menghasilkan data pengujian yang akurat, valid, dan dapat dipercaya. Program bootcamp ini juga menjadi salah satu sarana bagi para profesional laboratorium untuk belajar, berdiskusi, serta memperluas jejaring dengan praktisi dari berbagai instansi. Ikuti Program Bootcamp Labnesia Selanjutnya! Labnesia akan terus menghadirkan berbagai program edukasi dan pelatihan terkait standar laboratorium, sistem manajemen mutu, serta pengembangan kompetensi profesional di bidang laboratorium. Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti kegiatan serupa, informasi mengenai program pelatihan dan bootcamp berikutnya dapat diakses disini. Butuh informasi terkait pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium? Hubungi kami untuk informasi selengkapnya!
Pendampingan Laboratorium UINSA: Fokus Penyusunan Dokumen untuk Penguatan Sistem Manajemen

Dalam upaya meningkatkan mutu laboratorium, kegiatan Pendampingan Penyusunan Dokumen Laboratorium bersama UINSA sukses dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan secara online. Pendampingan dipandu langsung oleh Bapak Mulyono, S.T.P., pakar Labnesia. Ia berpengalaman dalam implementasi sistem manajemen laboratorium berbasis standar mutu. Program ini menjadi langkah strategis bagi laboratorium di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Tujuannya adalah memperkuat sistem dokumentasi sebagai fondasi utama tata kelola laboratorium yang profesional dan terstandar. Pentingnya Penyusunan Dokumen dalam Sistem Manajemen Laboratorium Dokumen yang tersusun dengan baik akan: Menjamin konsistensi proses operasional laboratorium Mempermudah proses audit internal maupun eksternal Mendukung pemenuhan persyaratan akreditasi Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pengguna jasa laboratorium Melalui pendampingan ini, peserta mendapatkan peahaman komprehensif tentang struktur dokumen, hierarki dokumentasi, hingga teknik penyusunan dokumen yang efektif dan sesuai standar. Materi Pendampingan Penyusunan Dokumen Dalam sesi yang berlangsung secara interaktif, Bapak Mulyono, S.T.P. membimbim peserta dalam beberapa aspek penting, antara lain: Identifikasi kebutuhan dokumen laboratorium Penyusunan dokumen level 1 hingga level teknis (SOP dan instruksi kerja) Pengendalian dokumen dan rekaman Strategi implementasi dokumen dalam operasional harian Pendampingan dilakukan secara online sehingga memungkinkan diskusi mendalam, review dokumen secara langsung, serta konsultasi spesifik sesuai kebutuhan laboratorium UINSA. Komitmen Peningkatan Mutu Laboratorium Kegiatan pendampingan ini menunjukkan komitmen UINSA dalam membangun sistem manajemen laboratorium yang tertata, sistematis, dan siap menghadapi proses evaluasi maupun akreditasi. Labnesia sebagai mitra pendamping terus mendorong transformasi laboratorium dari sekadar unit operasional menjadi pusat layanan yang unggul, profesional, dan bernilai tambah. Melalui pendampingan penyusunan dokumen laboratorium ini, diharapkan laboratorium UINSA semakin siap dalam mengimplementasikan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penelitian. Labnesia Sebagai Solusi Laboratorium Anda! Mau akreditasI laboratorium tapi masih bingung tahapannya? Hubungi kami untuk free gap analysis sebagai konsultasi awal!
Labnesia Gelar Webinar Nasional: Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Pada Kamis, 13 Maret 2025, terlaksana webinar dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017“. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang antusias mendalami standar internasional yang penting bagi pengelolaan laboratorium pendidikan dan pengujian. Webinar ini menghadirkan Fajri Mulya Iresha , S.T., M.T., Ph.D. dan Herlan Tri Widianto, S.Tr., AK, yang akan membahas ISO/IEC 17025:2017, standar internasional untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi. Narasumber Utama dan Materi Pembahasan Webinar ini menghadirkan dua ahli yang membahas ISO/IEC 17025:2017 dan peran akreditasi dalam meningkatkan kualitas laboratorium pendidikan Indonesia. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianto berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam hal akreditasi laboratorium dan pentingnya standar internasional ini untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, serta daya saing laboratorium di tingkat global. Apa itu ISO/IEC 17025:2017 ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang mengatur persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi. Standar ini sangat penting bagi laboratorium untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan, sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan dan persyaratan industri. Menerapkan ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjamin bahwa mereka memenuhi standar kualitas yang tinggi dan dapat bersaing di tingkat internasional. Transformasi Laboratorium Menjadi Layanan Publik yang Terakreditasi Webinar ini membahas transformasi laboratorium pendidikan menjadi layanan akreditasi. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianti menjelaskan bahwa untuk mencapai akreditasi, laboratorium harus memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai ISO/IEC 17025:2017. Proses akreditasi ini mencakup aspek teknis, manajemen yang baik, sumber daya yang memadai, dan pendanaan yang tepat. Namun, akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bukan hanya tentang memenuhi syarat-syarat teknis. Proses ini juga membawa manfaat jangka panjag, di antaranya: Meningkatkan Kredibilitas: Pengakuan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya atas kualitas dan keandalan hasil pengujian atau kalibrasi. Meningkatkan Daya Saing: Memperluas pasar dan menarik lebih banyak pelanggan dengan bukti kepatuhan terhadap standar global. Jaminan Kualitas dan Akurasi: Mendorong evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, menghasilkan data yang lebih akurat dan terpercaya. Proses dan Persyaratan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Menjadi Layanan Publik Laboratorium harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017, di antaranya: Manajemen yang Baik: Laboratorium harus memiliki sistem manajemen yang sesuai dengan standari ISO, termasuk dokumentasi yang lengkap dan prosedur yang jelas. Kompetensi Staf: Laboratorium harus memastikan bahwa semua personel yang terlibat dalam pengujian atau kalibrasi memiliki kompetensi yang sesuai dan terlatih. Prosedur Pengujian dan Kalibrasi yang Valid: Laboratorium harus memastikan bahwa semua metode pengujian dan kalibrasi yang digunakan valid, dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan standar internasional. Peralatan yang Terkalibrasi dengan Baik: Semua peralatan yang digunakan dalam pengujian dan kalibrasi harus terkalibrasi secara tepat dan memiliki catatan pemeliharaan yang baik. Manfaat Akreditasi bagi Laboratorium Pendidikan Proses akreditasi mengubah laboratorium pendidikan dari fasilitas internal menjadi layanan publik profesional dan terpercaya. Hal ini membuka peluang baru, seperti kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian, mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan efisien operasional. Selain itu, akreditasi membantu universitas memperoleh pendanaan melalui layanan yang dapat dijual atau disewakan. Menjadikan Laboratorium sebagai Layanan Publik untuk Income Generator Salah satu pesan motivasi yang disampaikan oleh narasumber adalah mengenai pentingnya menjadikan laboratorium sebagai income generator atau sumber pendapatan. Memiliki akreditasi ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjadi layanan publik dalam memperluas peluang kerjasama dengan berbagai sektor industri dan pemerintah, yang pada gilirannya membuka akses pada dana atau pendanaan tambahan untuk mendukung pengembangan laboratorium dan kegiatan pendidikan. Penutupan dan Sesi Testimoni Sebagai penutupan, sesi testimoni dari peserta yang sangat antusias diadakan untuk membagikan pengalaman dan feedback positif terhadap webinar ini. Bu Aminah, S.S.T., M.Kes. dari Universitas La Tansa Mashiro menyampaikan bahwa proses persiapan akreditasi di laboratorium mereka menghadapi berbagai tantangan dan kekurangan. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bahwa pendampingan dari Labnesia sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi hambatan tersebut. Selain itu, pengalaman yang awalnya penuh kebingungan dan frustrasi dalam menghadapi standar tinggi akreditasi telah dibagikan oleh Bu Puji Astuti, M. Kep., Ns. Sp. Kep. MB, yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Keperawatan dan Farmasi di Universitas Bani Saleh. Pentingnya motivasi dan usaha berkelanjutan juga ditekankan oleh beliau, sementara apresiasi diberikan kepada narasumber yang menjelaskan bahwa laboratorium terakreditasi dapat berperan sebagai sumber pendapatan yang bermanfaat bagi pendanaan universitas. Selama sesi tanya jawab, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh peserta melalui berbagai pertanyaan terkait penerapan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium masing-masing. Jawaban yang diberikan oleh narasumber secara detail semakin memperdalam pemahaman peserta tentang pentingnya akreditasi serta langkah-langkah yang perlu untuk mencapainya. Kesimpulan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 diakui sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing laboratorium pendidikan, sehingga menjadi lebih terpercaya dan mampu beroperasi sebagai layanan publik yang profesional. Melalui webinar ini, tantangan dalam proses akreditasi telah disoroti, sementara solusi dan motivasi juga diberikan kepada peserta agar terus berupaya mencapai tujuan tersebut. Dengan menerapkan strategi yang tepat, laboratorium pendidikan dapat berkembang menjadi pusat pengujian dan kalibrasi berstandar internasional, yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta industri. Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Setelah mengikuti webinar yang penuh wawasan ini, Anda mungkin tertarik untuk memperdalam penerapan GLP dan ISO 17025:2017 di laboratorium Anda. Labnesia siap membantu Anda dengan berbagai layanan profesional yang dapat mendukung pengembangan laboratorium yang lebih andal dan berkualitas tinggi: Pendampingan dalam penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan dalam memenuhi standar internasional. Sertifikasi kompetensi yang diakui secara global. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan sesi konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama Labnesia wujudkan laboratorium yang lebih andal dan terpercaya, siap menghadapi tantangan masa depan. Bersama Labnesia siap menjadi garda terdepan Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk informasi selengkapnya.
Panduan Menyiapkan Laboratorium Pascapanen untuk Akreditasi ISO/IEC 17025

Akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang menjamin kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Untuk laboratorium pascapanen, memperoleh akreditasi ini bukan hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga memastikan hasil pengujian yang valid dan dapat diandalkan guna mendukung mutu serta keamanan produk pertanian. Agar laboratorium siap menghadapi proses akreditasi, diperlukan langkah-langkah persiapan yang sistematis sesuai dengan pedoman ISO/IEC 17025. 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025 Langkah pertama dalam persiapan akreditasi adalah memahami secara menyeluruh persyaratan dalam ISO/IEC 17025. Standar ini terdiri dari dua aspek utama, yaitu: Persyaratan manajemen, yang mencakup sistem mutu, dokumentasi, dan audit internal. Persyaratan teknis, yang meliputi kompetensi staf, validasi metode pengujian, serta kalibrasi alat laboratorium. Dengan pemahaman yang kuat terhadap standar ini, laboratorium dapat mulai menyusun strategi implementasinya. 2. Melakukan Analisis Kesenjangan Sebelum menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium perlu mengevaluasi sejauh mana prosedur yang saat ini diterapkan sudah memenuhi persyaratan akreditasi. Analisis kesenjangan membantu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki, sehingga laboratorium dapat menyusun rencana tindakan yang lebih efektif. 3. Membangun Sistem Manajemen Mutu Akreditasi ISO/IEC 17025 Untuk memastikan kepatuhan terhadap ISO/IEC 17025, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu yang baik. Langkah ini melibatkan: Penyusunan dokumen mutu, termasuk kebijakan mutu, SOP (Standard Operating Procedures), dan instruksi kerja. Pembuatan sistem pencatatan yang transparan untuk mendukung akurasi dan validitas hasil pengujian. Pelaksanaan audit berkala untuk mengevaluasi efektivitas sistem mutu yang diterapkan. 4. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Keberhasilan implementasi standar ini bergantung pada tenaga laboratorium yang kompeten. Oleh karena itu, penting untuk: Menyelenggarakan pelatihan rutin bagi teknisi dan analis laboratorium. Memastikan staf memahai prosedur pengujian, kalibrasi alat, serta standar mutu yang berlaku. Mengembangkan program evaluasi kinerja untuk memastikan bahwa seluruh personel laboratorium memiliki keterampilan teknis yang sesuai. 5. Validasi Metode Pengujian dan Kalibrasi Peralatan Validasi metode pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur yang digunakan memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, laboratorium juga wajib melakukan kalibrasi alat secara berkala guna mencegah ketidaktepatan dalam hasil pengujian. 6. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan permohonan akreditasi, laboratorium harus menjalankan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem mutu telah sesuai dengan standar. Tujuan dar audit ini adalah untuk: Mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian dalam prosedur operasional. Memastikan bahwa seluruh dokumen dan rekaman mutu terdokumentasi dengan baik. Menyusun tindakan korektif untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan sebelum dilakukan audit eksternak. 7. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah semua persyartan terpenuhi, laboratorium dapat mengajukan permohan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau lembaga akreditasi yang diakui. Proses ini melibatkan: Peninjauan dokumen mutu oleh auditor akreditasi. Asesmen di lokasi untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis laboratorium. Tindakan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian selama proses asesmen. 8. Menjaga Kepatuhan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi, laboratorium pascapanen harus terus berkomitmen menjaga standar mutu melalui: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Pembaruan metode pengujian berdasarkan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Pelatihan lanjutan bagi staf untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman terhadap standar laboratorium. Kesimpulan Mempersiapkan laboratorium pascapanen untuk memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025 memerlukan strategi yang matang dan konsistensi dalam implementasi sistem mutu. Dengan memahami standar, mengoptimalkan manajemen mutu, meningkatkan kompetensi staf, serta menjalankan audit berkala, laboratorium dapat memastikan keandalan hasil uji yang berkualitas. Akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi laboratorium tetapi juga membukan peluang kerja sama dengan industri dan lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Apakah laboratorium Anda siap untuk akreditasi ISO/IEC 17025? Temukan jawaban dan solusi penanganan terbaik bersama Labnesia. Hubungi kami untuk info selengkapnya.
Peran Strategis ISO/IEC 17025 dalam Meningkatkan Mutu Laboratorium Perguruan Tinggi

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dalam lingkungan perguruan tinggi, penerapan standar ini menjadi elemen kunci untuk meningkatkan mutu laboratorium, menjamin validitas hasil uji, serta memperkuat daya saing dalam dunia akademik dan penelitian. Berikut adalah beberapa peran utama standar ini adalah dalam laboratorium perguruan tinggi: 1. ISO/IEC 17025 Memastikan Keakuratan dan Keandalan Hasil Uji Standar ini mewajibkan laboratorium untuk menerapkan prosedur pengujia yang telah terstandarisasi, sehingga meningkatkan akurasi dan keandalan hasil uji. Adanya validasi metode dan kalibrasi peralatan secara berkala, laboratorium perguruan tinggi dapat menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian akademik. 2. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Laboratorium Standar ini mendorong laboratorium untuk memiliki tenaga ahli yang kompeten melalui pelatihan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai prosedur pengujian, manajemen risiko, dan sistem manajemen mutu, staf laboratorium dapat bekerja secara lebih profesional dan efektif. 3. ISO/IEC 17025 Mendukung Akreditasi dan Pengakuan Secara Global Laboratorium perguruan tinggi yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025 mendapatkan pengakuan internasional, membuka peluang besar untuk kolaborasi riset global. Selain itu, akreditasi ini meningkatkan kepercayaan industri dan instansi pemerintah terhadap hasil uji laboratorium akademik. 4. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi dan Standar yang Berlaku Dalam dunia akademik, kepatuhan terhadap standar dan regulasi internasional sangatlah penting. Standar ini membantu laboratorium memastikan bahwa hasil pengujiannya memenuhi persyaratan hukum dan standar industri, sehingga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah maupun industri. 5. Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Manajemen Mutu Penerapan standar ini memungkinkan laboratorium perguruan tinggi mengelola sumber daya yang lebih optimal. Dengan dokumentasi yang jelas, sistem pemantauan kualitas yang ketat, serta evaluasi kinerja berkelanjutan, laboratorium dapat mengurangi kesalahan serta meningkatkan produktivitas. 6. Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Masyarakat Laboratorium yang menerapkan standar ISO/IEC 17025 memiliki kredibilitas tinggi di mata mitra akademik, industri, dan pemerintah. Hal ini berkontribusi pada peningkatan reputasi perguruan tinggi serta memperkuat daya saing dalam dunia penelitian dan inovasi. Melalui berbagai manfaat tersebut, implementasi ISO/IEC 17025:2017 menjadi langkah strategis bagi laboratorium perguruan tinggi dalam mencapai standar mutu yang lebih tinggi. Penerapan standar ini tidak hanya memastikan hasil uji yang valid dan terpercaya, tetapi juga meningkatkan kredibilitas serta daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Kunjungi website Labnesia atau hubungi kami untuk info selengkapnya.
Pentingnya Akreditasi ISO/IEC 17025 untuk Laboratorium Pascapanen: Kunci Keandalan dan Kepercayaan

Laboratorium pascapanen memiliki peran penting dalam memastikan kualitas serta keamanan produk pertanian sebelum sampai ke tangan konsumen. Untuk menjamin keakuratan dan keandalan hasil pengujian, laboratorium ini perlu menerapkan standar akreditasi ISO/IEC 17025. Berikut adalah beberapa alasan mengapa akreditasi ini sangat diperlukan: 1. Pengakuan Kompetensi di Tingkat Internasional ISO/IEC 17025 merupakan standar global yang mengatur persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dengan memperoleh akreditasi ini, laboratorium menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan data yang valid dan konsisten. Hasil pengujian yang dilakukan secara internasional akan memudahkan perdagangan lintas negara dan mengurangi hambatan dalam distribusi produk pertanian. 2. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan Kepercayaan pelanggan terhadap laboratorium sangat bergantung pada kualitas hasil pengujian. Dengan menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium dapat memastikan bahwa metode pengujian, peralatan, dan tenaga kerja yang digunakan memenuhi persyaratan mutu yang ketat. Hal ini memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa produk yang diuji telah memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan. 3. Akreditasi Meningkatkan Efisiensi Operasional Penerapan ISO/IEC 17025 membantu laboratorium dalam mengelola sistem manajemen mutu yang lebih baik. Standar ini mencakup dokumentasi prosedur, kalibrasi peralatan, serta pelatihan personel secara berkala. Dengan sistem yang lebih terstruktur, laboratorium dapat meminimalkan kesalahan, meningkatkan efisiensi kerja, dan mengurangi biaya operasional. 4. Memenuhi Regulasi dan Standar Nasional Di Indonesia, ISO/IEC 17025 telah diadopsi sebagai SNI ISO 17025 oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Dengan memperoleh akreditasi ini, laboratorium dapat menunjukan kepatuhannya terhadap regulasi yang berlaku, sehingga memenuhi persyaratan hukum dan standar nasional yang ditetapkan. 5. Akreditasi ISO/IEC 17025 Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Akreditasi ISO/IEC 17025 juga berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja di laboratorium. Melalui pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan, staf laboratorium dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik dalam melakukan pengujian dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Hal ini berdampak positif pada kualitas layanan yang diberikan oleh laboratorium. Dengan berorientasi pada akreditasi ISO/IEC 17025, laboratorium pascapanen dapat memastikan bahwa mereka memenuhi standar internasional dalam setiap aspek operasionalnya. Akreditasi tidak hanya meningkatkan keandalan hasil pengujian, tetapi juga memperkuat daya saing laboratorium dalam pasar global yang semakin kompetitif. Bersama Labnesia menuju laboratorium dengan standar internasional. Hubungi kami untuk info selengkapnya.
GLP dan ISO/IEC 17025: Mengapa Kedua Standar Ini Penting bagi Laboratorium Modern

Di era laboratorium modern, penerapan standar internasional sangat penting untuk menjamin kualitas, akurasi, dan validitas hasil uji. Dua standar utama yang diakui secara global adalah Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025. Kedua standar ini memiliki peran penting dalam memastikan laboratorium beroperasi sesuai dengan regulasi internasional dan praktik terbaik. Peran GLP dan ISO/IEC 17025 dalam Laboratorium GLP adalah sistem regulasi yang memastikan penelitian non-klinis dilakukan dengan sistematis terdokumentasi dengan baik, serta memiliki integritas data yang tinggi. GLP diterapkan secara luas dala industri farmasi, kimia, dan lingkungan untuk memenuhi regulasi dari badan pengawas seperti FDA dan OECD. ISO/IEC 17025 merupakan standar yang menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, memastikan keandalan serta ketertelusuran hasil pengujian. ISO/IEC 17025 diterapkan di berbagai sektor, termasuk manufaktur, kesehatan, dan penelitian ilmiah. Mengapa GLP dan ISO/IEC 17025 Menjadi Standar Global? 1. Meningkatkan Kepercayaan dan Akreditasi Internasional Laboratorium yang menerapkan kedua standar ini lebih mudah mendapatkan akreditasi dari lembaga pengawas global, sehingga hasil pengujian mereka dapat diterima secara luas. 2. Menjamin Kualitas dan Akurasi Data Kedua standar ini mengharuskan penerapan sistem manajemen mutu yang ketat, termasuk validasi metode, kalibrasi peralatan, serta kompetensi tenaga kerja. 3. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi Internasional Banyak negara dan industri mensyaratkan laboratorium untuk menerapkan kedua standar ini guna memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan hukum 4. GLP dan ISO/IEC 17025 Meningkatkan Efisiensi Operasional Standar ini membantu laboratorium mengoptimalkan proses pengujian, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan produktivitas. 5. Meningkatkan Daya Saing di Pasar Global Laboratorium yang bersertifikasi kedua standar ini lebih kompetitif dalam pasar global, membuka peluang kerja sama dengan industri dan institusi akademik. Kesimpulan Penerapan kedua standar ini menjadi kebutuhan utama bagi laboratorium modern yang ingin memastikan kualitas, keandalan, dan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Melalui penerapan standar ini, laboratorium dapat meningkatkan kredibilitas, efisiensi, dan daya saing di tingkat global. Oleh karena itu, setiap laboratorium yang ingin mencapai standar tertinggi harus mempertimbangkan sertifikasi dan akreditasi berdasarkan kedua standar ini . Labnesia hadir sebagai platform untuk membantu meningkatkan keandalan hasil uji laboratorium Anda. Hubungi kami untuk info selengkapnya!
Langkah-langkah Mencapai Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 untuk Laboratorium Pendidikan

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar global yang menetapkan persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Bagi laboratorium pendidikan, memperoleh akreditasi ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas, tetapi juga memastikan keakuratan serta keandalan hasil pengujian. Berikut adalah tahapan utama dalam proses mencapai akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bagi laboratorium pendidikan: 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami seluruh ketentuan dalam standar ini. Laboratorium perlu memastikan bahwa setiap aspek operasional telah sesuai dengan standar, termasuk manajemen mutu, kompetensi teknis, serta validasi metode pengujian. 2. Melakukan Evaluasi Kesenjangan Evaluasi awal sangat penting untuk mengetahui sejauh mana prosedur laboratorium saat ini sudah sesuai dengan persyaratan akreditasi ISO/IEC 17025. Analisis ini akan membantu mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki agar memenuhi standar akreditasi. 3. Menyusun dan Mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium wajib merancang dokumentasi sistem manajemen mutu, yang mencakup kebijakan, prosedur, serta instruksi kerja. Implementasi sistem ini melibatkan pelatihan staf, penerapan kontrol mutu, dan pemastian kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. 4. Melakukan Validasi Metode dan Kalibrasi Peralatan Untuk memastikan hasil pengujian yang akurat dan dapat diandalkan, laboratorium harus melakukan validasi metode uji serta kalibrasi peralatan secara berkala. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua instrumen bekerja sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. 5. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan akreditasi, laboratorium perlu melakukan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem manajemen mutu telah berjalan. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dan melakukan perbaikan sebelum dilakukan asesmen eksternal. 6. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah memastikan semua persyaratan telah terpenuhi, laboratorium dapat mengajuan permohonan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau badan akreditasi lainnya. Proses ini mencakup peninjauan dokumen serta asesmen di lokasi oleh auditor eksternal. 7. Menjalani Asesmen dari Lembaga Akreditasi ISO/IEC 17025 Tim auditor dari lembaga akreditasi akan melakukan asesmen untuk memastikan bahwa laboratorium telah menerapkan sistem manajemen mutu dan prosedur teknis sesuai dengan standar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, laboratorium diberikan waktu untuk melakukan tindakan perbaikan. 8. Menerima Sertifikat Akreditasi Jika laboratorium berhasil memenuhi semua persyaratan, lembaga akreditasi akan menerbitkan sertifikasi akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa laboratorium telah memiliki kompetensi yang diaku secara internasional. 9. Melakukan Pemantauan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah memperoleh akreditasi, laboratorium harus terus memantau dan meningkatkan sistem manajemen mutu melalui audit berkala, pelatihan staf, serta pembaharuan metode dan peralatan agar tetap sesuai dengan perkembangan standar. Melalui langkah-langkah tersebut, laboratorium dapat meningkatkan kredibilitas, memastikan kualitas hasil pengujian, serta memperkuat daya saing akademik dan penelitian. Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bukan standar pencapaian, tetapi juga komitmen dalam menjaga standar mutu secara berkelanjutan. Labnesia dapat membantu laboratorium Anda dengan standar internasional. Hubungi kami untuk info selengkapnya.
