Labnesia Dorong Peningkatan Mutu Laboratorium melalui Pelatihan ISO/IEC 17025 di UII

Labnesia menyelenggarakan pelatihan Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 secara hybrid di Teknik Lingkungan, Universitas Islam Indonesia. Pelatihan diadakan tanggal 20-22 Mei 2026 dan diikuti oleh 19 peserta dari 14 instansi. Peserta berasal dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri. Pelatihan menjadi wadah berbagai pengalaman dan praktik terbaik antar laboratorium. Pembukaan Kegiatan dan Antusiasme Peserta Kegiatan dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnaman Putra, S.T., M.Eng. Beliau menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi laboratorium untuk mendukung mutu hasil pengujian. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Endang selaku MC. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, studi kasus, penugasan, dan sesi tanya jawab. Memahami Fondasi Good Laboratory Practices dan ISO/IEC 17025:2017 Hari pertama diisi oleh Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D. Materi diawali dengan pembahasan prinsip Good Laboratory Practices (GLP). Peserta mempelajari pengelolaan bahan kimia dan bahan habis pakai. Materi juga membahas K3 laboratorium dan pengelolaan limbah B3. Pembahasan dilanjutkan mengenai sejarah perkembangan ISO/IEC 17025:2017. Peserta juga mempelajari keterkaitan antara GLP dan akreditasi laboratorium. Sesi berikutnya, peserta mendalami komitmen organisasi dan struktur organisasi laboratorium. Materi ini menjadi dasar dalam membangun sistem manajemen laboratorium yang efektif. Sebagai evaluasi pembelajaran, peserta mengerjakan tugas mandiri berupa gap analysis. Akhir sesi, diberikan juga kenang-kenangan kepada Ibu Hanim sebagai bentuk kolaborasi. Pendalaman Persyaratan Operasional Laboratorium Materi hari kedua disampaikan oleh Bapak Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D., CLLI., CLIA. Fokus pembelajaran diarahkan pada implementasi persyaratan teknis ISO/IEC 17025:2017. Peserta mempelajari manajemen personel laboratorium, sistem dokumentasi mutu, dan pengendalian informasi. Materi juga membahas fasilitas, peralatan, dan lingkungan kerja laboratorium. Sesi berikutnya membahas kai ulang permintaan pelanggan, validasi metode, pengambilan sampel, dan pelaksanaa pengujian. Peserta juga mempelajari ketertelusuran pengukuran serta rekaman teknis laboratorium. Pada sesi akhir, peserta mendalami konsep ketidakpastian pengukuran. Materi ini menjadi salah satu persyaratan penting dalam implementasi ISO/IEC 17025:2017. Kunjungan Laboratorium Lingkungan UII dan Implementasi Siste Mutu Hari ketiga diawali dengan pembahasan penjaminan mutu, pelaporan hasil, dan pengelolaan pengaduan. Materi juga mencakup manajemen risiko serta tindakan pengendaliannya. Salah satu sesi utama kegiatan adalah kunjungan ke Laboratorium Lingkungan UII. Kunjungan dipandu langsung oleh Bapak Fajri. Peserta memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan sistem manajemen laboratorium. Peserta juga mengamati pengelolaan fasilitas, dokumentasi, dan praktik operasional laboratorium. Melalui sesi ini, peserta dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan implementasi di lapangan. Diskusi berlangsung aktif selama proses kunjungan laboratorium. Audit Internal dan Peningkatan Berkelanjutan Pada sesi penutup, peserta mempelajari tindakan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan. Materi dilanjutkan dengan audit internal dan tinjauan manajemen. Tim Labnesia juga menyampaikan ketentuan pelaksanaan uji kompetensi laboratorium. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai evaluasi pembelajaran. Sebagai bentuk apresiasi, Labnesia menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D., CLLI., CLIA., atas kontribusi selama kegiatan berlangsung. Komitmen Labnesia untuk Penguatan Kompetensi Laboratorium Indonesia Pelatihan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Materi yang diberikan dinilai relevan dengan kebutuhan laboratorium saat ini. Melalui kegiatan ini, Labnesia terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan implementasi ISO/IEC 17025:2017 secara berkelanjutan. Butuh pelatihan 40JP dan sertifikasi kompetensi berlisensi KAN? Labnesia berkolaborasi dengan LSP Edukia mengembangkan skema Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017. Daftar dan amankan kuota sekarang atau hubungi kami untuk konsultasi dahulu.

In House Training Kalibrasi dan Pengujian Mutu Internal & Eksternal Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang

Malang, 18-21 Mei 2026 – Labnesia menyelenggaraan In House Training (IHT) Kalibrasi dan Pengujian Mutu Internal & Eksternal di Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Kegiatan berlangsusng selama empat hari dan diikuti oleh 12 personel laboratorium. Kegiatan dibuka oleh Bapak M. Fauzan Indrawan, S.T., M.M., selaku Direktur Teknik Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Selanjutnya, laporan kegiatan disampaikan oleh Ibu Agustyah Isnaini Wulandari, S.E., selaku Manajer Sumber Daya Manusia. Labnesia juga memberikan kenang-kenangan kepada Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang sebagai simbol kolaborasi yang baik. Selama pelaksanaan kegiatan, Atikah membantu jalannya acara. Peserta juga mengikuti pre-test, post-test, serta kuis interaktif sebagai ice breaking dan evaluasi pembelajaran. Hari Pertama : Dasar Kalibrasi dan Evaluasi Hasil Materi hari pertama disampaikan oleh Ibu Nova Shintia Bokau, S.Si. Pembahasan meliputi dasar teori kalibrasi, manfaat kalibrasi, prinsip traceability, interpretasi hasil kalibrasi, dan evaluasi hasil kalibrasi. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan program kalibrasi yang efektif dan sesuai kebutuhan laboratorium. Hari Kedua : Workshop Kalibrasi dan Kunjungan Laboratorium Hari kedua masih dipandu oleh Ibu Nova Shintia Bokau, S.SI. Kegiatan diawal dengan kunjungan laboratorium dan workshop kalibrasi. Peserta melakukan praktik kalibrasi beberapa instrumen laboratorium, yaitu spektrofotometer, pH meter, dan turbidimeter. Setelah workshop, peserta mengikuti evaluasi hasil praktik dan pembahasan penerapannya di laboratorium. Materi berikutnya membahas penetapan kelayakan alat setelah kalibrasi, ketidakpastian kalibrasi, dan penentuan interval kalibrasi. Ibu Nova juga menyiapkan template siap pakai untuk peserta terkait kalibrasi serta panduan yang dapat digunakan. Pada akhir sesi, diberikan penghargaan kepada peserta dengan nilai tertinggi sebagai bentuk apresiasi ata pemahaman materi dan partisipasi aktif selama pelatihan. Labnesia juga menyerahkan kenang-kenangan kepada Ibu Nova Shintia Bokau, S.Si., sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi selama kegiatan. Hari Ketiga : Jaminan Mutu dan Uji Profisiensi Materi hari ketiga disampaikan oleh Bapak Mulyono, S.T.P. Pembahasan mencakup implementasi jaminan mutu internal, uji profisiensi, dan banding antar laboratorium. Narasumber juga melakukan kunjungan laboratorium untuk meninjau implementasi sistem mutu dan mengevaluasi dokumen mutu yang digunakan. Materi lainnya meliputi pemilihan penyelenggara uji profisiensi, pengelolaan uji banding, serta tindak lanjut hasil uji profisiensi. Hari Keempat : Ketidakpastian Pengukuran Hari keempat difokuskan pada persyaratan ISO/IEC 17025:2017 Klausul 7.6 terkait ketidakpastian pengukuran. Peserta mempelajari teori ketidakpastian, tahapan perhitungan, serta penerapannya pada metode gravimetri, titrimetri, dan instrumen. Setelah memastikan seluruh peserta memahami dari teori dan perhitungannya, Bapak Mulyono juga memberikan template perhitungan ketidakpastian pengukuran. Template dan panduan diberikan sebagai benefit untuk peserta. Pada akhir sesi, enghargaan kembali diberikan kepada peserta dengan nilai terbaik sebagai bentuk motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi. Labnesia juga memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Mulyono, S.T.P., sebagai bentuk apresiasi atas materi dan pengalaman yang telah dibagikan. Penutupan dan Komitmen Labnesia Acara ditutup dengan laporan kegiatan oleh Ibu Agustyah Isnaini Wulandari, S.E., selaku Manajer Sumber Daya Manusia. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap materi, metode pembelajaran, dan sesi praktik yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kompetensi SDM laboratorium melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan sistem mutu laboratorium di Indonesia. Ingin mengadakan pelatihan seperti Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang? Hubungi kami untuk mendapatkan solusi terbaik!

Labnesia dan LSP Edukia Perkuat Kompetensi Auditor Internal ISO/IEC 17025

Meningkatkan Kompetensi Auditor Internal Laboratorium Sesuai ISO/IEC 17025 Labnesia kembali menyelenggarakan Pelatihan Auditor Internal Standar Laboratorium ISO/IEC 17025:2017 secara full online pada 14-16 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dari 11 instansi yang terdiri dari laboratorium perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor swasta. Peserta berkomitmen meningkatkan kompetensi dalam penerapan sistem manajemen laboratorium sesuai standar yang berlaku. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai auditor internal sesuai persyaratan ISO/IEC 17025:2017. Kompetensi tersebut mendukung pelaksanaan audit efektif dan penerapan sistem mutu laboratorium yang berkelanjutan. Tiga Hari Pembelajaran Intensif Bersama Praktisi Berpengalaman Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pendampingan langsung dari Bapak Mulyono, S.T.P., melalui materi dan praktik audit. Materi disampaikan berdasarkan pengalaman implementasi standar pada berbagai laboratorium di Indonesia. Kegiatan hari pertama dan kedua dipandu Atikah selaku MC, sedangkan hari ketiga dipandung oleh Endang. Seluruh rangkaian berlangsung interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman audit. Memahami Peran Auditor Internal dalam Sistem Manajemen Laboratorium Pada dua hari pertama, peserta mempelajar standar ISO/IEC 17025:2017, kompetensi auditor internal, dan persyaratan manajemen laboratorium. Materi juga mencakup perencandaan audit, teknik pengumpulan bukti, identifikasi ketidaksesuaian, serta penyusunan laporan audit internal. Penyampaian materi dilakukan secara praktis sehingga peserta mampu menghubungkan persyaratan standar dengan kondisi laboratorium sehari-hari. Melalui pembelajaran ini, peserta memahami peran audit internal sebagai sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam laboratorium. Hari Ketiga: Praktik Menjadi Auditor Internal Laboratorium Hari ketiga difokuskan pada praktik audit internal laboratorium melalui simulasi sesuai tahapan audit yang berlaku. Peserta berlatih menyusun rencana audit, melakukan wawancara, mengumpulkan bukti objektif, dan mengidentifikasi ketidaksesuaian. Selain itu, peserta juga menyusun laporan audit sebagai bagian dari penerapan kompetensi auditor internal laboratorium. Sesi praktik memberikan pengalaman nyata sekaligus masukan dari narasumber mengenai teknik audit yang efektif dan sesuai standar. Sertifikasi Kompetensi sebagai Tahap Lanjutan Pelatihan Sebagai bagian dari penguatan kompetensi peserta, program ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk Sertifikasi Kompetensi Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017 yang bekerjasama dengan LSP Edukasi Global Cendekia (EDUKIA). Sertifikasi kompetensi ini merupakan sertifikasi yang telah mendapatkan pengakuan melalui lisensi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan berstandar internasional. Melalui proses sertifikasi, peserta dapat membuktikan kompetensi yang dimiliki sebagai auditor internal laboratorium berdasarkan skema yang berlaku. Kolaborasi antara Labnesia dan LSP Edukia diharapkan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia laboratorium di Indonesia. Kerjasama ini juga memperkuat implementasi sistem manajemen laboratorium sesuai ISO/IEC 17025:2017. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Pelatihan Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017 menjadi bagian dari komitmen Labnesia dalam meningkatkan kompetensi personel laboratorium. Program dirancang secara aplikatif, relevan, dan sesuai kebutuhan laboratorium serta perkembangan industri. Melalui teori, studi kasus, praktik audit, dan sertifikasi kompetensi, peserta diharapkan mampu melaksanakan audit internal secara efektif. Kompetensi tersebut mendukung upaya menjaga dan meningkatkan mutu laboratorium secara berkelanjutan. Butuh pelatihan serupa? Daftarkan diri Anda atau hubungi kami untuk konsultasi terlebih dahulu. Bersama Labnesia dan LSP Edukia wujudkan laboratorium sesuai standar ISO/IEC 17025:2017.

Penguatan Kompetensi Laboratory Quality System Officer melalui Bootcamp ISO/IEC 17205 Labnesia

Labnesia sukses menyelenggarakan Bootcamp Laboratory Quality System Officer ISO/IEC 17205 pada 7 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Mengusung tema “Bangun Sistem Mutu yang Jalan, Bukan Sekadar Dokumen”, dihadiri lebih dari 300 peserta yang berasal dari instansi di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan menghadirkan Ibu Anik Ekawati, S.Si., sebagai narasumber dan dipandu oleh Atikah Afifa selaku moderator. Peserta memperoleh pemahaman mengenai peran strategis Laboratory Quality System Officer dalam membangun dan menjaga efektivitas Sistem Manajemen Laboratorium berbasis ISO/IEC 17025. Memahami Implementasi ISO/IEC 17025 Secara Praktis Dalam penerapannya, Ibu Anik Ekawati menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi ISO/IEC 17025 tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh konsistensi penerapan sistem mutu dalam seluruh aktivitas laboratorium. Peserta diajak memahami berbagai aspek penting, mulai dari tata kelola laboratorium, pengelolaan kompetensi personel, proses pengujian yang valid dan kredibel, hingga pengenalan Sistem Manajemen Laboratorium yang sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17025. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar tantangan implementasi standar di laboratorium pendidikan, pemerintah, maupun industri. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan kompetensi di bidang sistem mutu laboratorium. Bagian dari Rangkaian Bootcamp Labnesia 2026 Kegiatan ini merupa salah satu rangkaian Bootcamp Labnesia 2026 dengan skema terbarunya. Bootcamp dirancang untuk mendukung pengembangan komppetensi sumber daya manusia laboratorium di Indonesia. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga pemahaman praktis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan laboratorium sehari-hari. Tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa isu kompetensi laboratorium dan implementasi ISO/IEC 17025 masih menjadi perhatian utama bagi berbagai institusi yang ingin meningkatkan kualitas layanan laboratoriumnya. Ingin Mendalami Implementasi ISO/IEC 17205? Bagi peserta yang ingin mempelajari implementasi ISO/IEC 17025 secara lebih mendalam, Labnesia akan menyelenggarakan Pelatihan Intensift Laboratory Quality System Officer ISO/IEC 17025 pada 22-23 Juni 2026. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai interpretasi persyaratan ISO/IEC 17025 dan implementasi sistem manajemen laboratorium. Selain itu, peserta mempelajari pengendalian dokumen mutu, pengelolaan risiko dan peluang, serta studi kasus penerapan di laboratorium. Program ini direkomendasikan bagi kepala laboratorium, manajer laboratorium, pranata laboratorium, personel QA/QC, analis laboratorium, dan profesional mutu. Pelatihan juga terbuka untuk fresh graduate yang ingin meningkatkan kompetensi dan berkarier di bidang laboratorium. Pendaftaran telah dibuka. Segera daftarkan diri Anda sekarang dan lanjutkan pengembangan kompetensi bersama Labnesia. Butuh konsultasi mengenai laboratorium? Hubungi kami untuk solusi terbaik Laboratorium Anda!

Webinar Nasional Labnesia 2026 Bahas Strategi Laboratorium Mendukung IKU 2, 5, 6, dan 9 Perguruan Tinggi

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan dan optimalisasi laboratorium di Indonesia. Labnesia sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Laboratorium 2026 dengan tema “Implementasi IKU 2, 5, 6, dan 9 di Perguruan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026. Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian Webinar Nasional Labnesia yang mengangkat tema besar terkait optimalisasi laboratorium. Webinar utama ini diselenggarakan sebagai pembuka untuk memberikan gambaran strategis mengenai pengembangan laboratorium dalam mendukung pencapaian IKU Perguruan Tinggi. Selanjutnya, Labnesia juga akan menghadirkan webinar lanjutan yang lebih spesifik sesuai bidang laboratorium masing-masing, sehingga peserta dapat memperoleh pembahasan yang lebih teknis dan aplikatif sesuai kebutuhan sektor laboratoriumnnya. Latar Belakang Webinar Nasional Laboratorium 2026 Kegiatan ini diselenggarakn sebagai respons terhadap meningkatknya kebutuhan perguruan tinggi dan laboratorium dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 2, 5, 6, dan 9 yang berkaitan dengan kualitas lulusan, hirilisasi inovasi, kolaborasi industri, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik dan kompetensi. Melalui webinar ini, Labnesia mendorong laboratorium agar tidak hanya menjadi fasilitas praktikum, tetapi juga berkembang sebagai: pusat kompetensi mahasiswa, pusat layanan laboratorium, hingga unit bisnis kampus yang produktif dan berdaya saing. Antusias Peserta Capai Lebih dari 300 Pendaftar Webinar nasional ini mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Banyak peserta menyampaikan tantangan pengelolaan laboratorium di institusinya masing-masing, mulai dari optimalisasi alat, pengembangan layanan laboratorium, hingga strategi menuju akreditasi. Kegiatan dipandu oleh MC Atikah yang membantu menjaga suasa webinar tetap interaktif dan komunikatif selama acara berlangsung. Narasumber dari Perspektif PTN dan PTS Webinar nasional ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman dari PTN dan PTS untuk memperluas wawasan pengembangan laboratorium pendidikan tinggi. Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng. Sebagai perwakilan dari sisi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), beliau membahas strategi optimalisasi laboratorium dalam mendukung layanan publik, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta pemanfaatan instrumen laboratorium secara maksimal. Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. Sebagai perwakilan dari sisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), beliau menyampaikan materi mengenai roadmap akreditasi laboratorium, pengembangan model bisnis laboratorium, serta penguatan laboratorium sebagai pusat kompetensi mahasiswa dan fresh graduate. Kedua narasumber juga membagikan pengalaman implementasi pengelolaan laboratorium di institusi masing-masing sehingga materi yang disampaikan terasa relevan dan aplikatif bagi peserta. Materi Webinar Nasional Laboratorium 2026 Beberapa poin utama yang dibahas dalam webinar meliputi: Arah kebijakan IKU 2, IKU 5, IKU 6, dan IKU 9 Tahun 2026 Model laboratorium sebagai pusat kompetensi mahasiswa dan fresh graduate Optimalisasi alat dan instrumentasi laboratorium untuk layanan publik Roadmap akreditasi dan pengembangan bisnis laboratorium Selain sesi materi utama, peserta juga mendapatkan bonus sesi mentoring terkait roadmap akreditasi dan model bisnis laboratorium. Kontribusi Labnesia dalam Pengembangan Laboratorium Indonesia Sebagai pusat kompetensi ISO/IEC 17025 terakreditasi KAN, Labnesia terus berkomitmen mendukung pengembangan laboratorium di Indonesia melalui pelatihan, webinar nasional, pendampingan akreditasi, hingga penguatan kompetensi sumber daya manusia laboratorium. Webinar Nasional Labnesia mendorong laboratorium di perguruan tinggi, pemerintah, maupun industri menjadi kompeten, produktif, serta berdaya saing tinggi. Ingin mengembangkan laboratorium Anda? Ikuti rangkaian webinar labnesia disini atau hubungi kami untuk konsultasi.

PAM JAYA Lanjutkan Penguatan Kompetensi Laboratorium melalui Pelatihan Estimasi Ketidakpastian ISO/IEC 17025

Setelah pelatihan Awareness ISO/IEC 17025:2017, PAM  JAYA kembali bekerjasama dengan Labnesia dalam pelaksanaan In House Training ISO/IEC 17025 Sesi 2. Kegiatan berlangsung secara luring pada 4-5 Mei 2026 dengan fokus Verifikasi Metode dan Estimasi Ketidakpastian Pengukuran. Pelatihan sesi kedua menjadi tahap lanjutan dalam penguatan implementasi ISO/IEC 17025:2017 di Laboratorium PAM JAYA. Pembahasan difokuskan pada aspek teknis laboratorium yang berkaitan langsung dengan validitas hasil pengujian. Kegiatan diikuti oleh peserta dari kalangan kepala laboratorium, supervisor, dan manajer, sehingga diskusi berlangsung lebih strategis dan alikatif terhadap kebutuhan laboratorium saat ini. Bahas Langsung Tantangan Teknis Laboratorium Pelatihan menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang sistem mutu dan teknis laboratorium, yaitu Bapak Vera Firmansyah, M.Si. dan Bapak Dudi Adi Firmansyah, Ph.D. Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak memahami pentingnya verifikasi metode dan estimasi ketidakpastian pengukuran sebagai bagian krusial dalam penerapan ISO/IEC 17025:2017. Materi disampaikan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga dikaitkan langsung dengan kondisi laboratorium dan studi kasus nyata. Hari pertama difokuskan pada pembahasan verifikasi metode, evaluasi performa, dan penyusunan dokumentasi teknis. Peserta juga berdiskusi mengenai tantangan yang sering dihadapi dalam implementasi metode pengujian di laboratorium. Suasana pelatihan berlangsung aktif karena banyak peserta yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi tersebut membuat materi terasa lebih relevan dan aplikatif terhadap kebutuhan laboratorium masing-masing. Workshop Ketidakpastian Pengukuran Jadi Sesi yang Paling Interaktif Memasuki hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pembahasan estimasi ketidakpastian pengukuran yang menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan validitas hasil laboratorium. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai identifikasi sumber ketidakpastian, penyusunan model pengukuran, hingga pembuatan budget ketidakpastian berdasarkan studi kasus nyata. Pada sesi workshop, peserta juga melakukan pembahasan data laboratorium dan interpretasi hasil perhitungan untuk kebutuhan audit teknis dan akreditasi. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi ini berlangsung. Banyak peserta altif bertanya dan berdiskusi langsung dengan narasumber terkait metode perhitungan yang sesuai dengan kondisi laboratorium masing-masing. Kegiatan dipandu oleh MC Endang Setyowati yang membantu menjaga suasana pelatihan tetap interaktif, komunikatif, dan kondusif selama dua hari pelaksanaan. Kunjungan Laboratorium Pelaksanaan In House Training ISO/IEC 17025:2017 Sesi 2 ini menjadi bentuk komitmen PAM JAYA dalam meningkatkan kompetensi personel laboratorium dan memperkuat kualitas sistem laboratorium secara berkelanjutan. Bersama Labnesia, laboratorium PAM JAYA diharapkan semakin siap menerapkan ISO/IEC 17025:2017 guna meningkatkan kompetensi dan keandalan pengujian Ingin mengadakan pelatihan serupa? Hubungi kami untuk konsultasi laboratorium Anda!

In House Training Awareness ISO/IEC 17025 PAM JAYA Berjalan Sukses

PAM JAYA bersama Labnesia menyelenggarakan kegiatan In House Training Awareness ISO/IEC 17025:2017 untuk penguatan mutu laboratorium dan kompetensi SDM. Kegiatan dilaksanakan secara offline pada tanggal 20-21 April 2026 di PAM JAYA Jakarta dan diikuti oleh 58 peserta labratorium. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan laboratorium terhadap penerapan standar internasional ISO/IEC 17025:2017, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengujian, pengelolaan sistem mutu, serta kesiapan menghadapi proses akreditasi laboratorium. Menghadirkan Ibu Anik Ekawati, S.Si., sebagai narasumber, kegiatan berlangsung aktif dan interaktif sejak hari pertama. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, terutama pada sesi diskusi yang membahas tantangan implementasi ISO/IEC 17025 di laboratorium pengujian dan kalibrasi. Pembahasan ISO/IEC 17025:2017 Dikaitkan dengan Kondisi Laboratorium Aktual Selama dua hari pelaksanaan, materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi dan kebutuhan laboratorium di lapangan. Peserta diajak mamhami bagaimana penerapan ISO/IEC 17025:2017 dapat membantu laboratorium meningkatkan konsistensi mutu hasil pengujian serta memperkuat kepercayaan terhadap layanan laboratorium. Pada sesi awal, peserta memahami struktur standar ISO/IEC 17025:2017, prinsip ketidakberpihakan, kerahasiaan, dan sistem manajemen laboratorium yang efektif. Diskusi membahas tantangan implementasi laboratorium, meliputi pengendalian dokumen, kompetensi personel, hingga pengelolaan risiko dan peluang. Memasukin sesi berikutnya, pembahasan lebih difokuskan pada persyaratan teknis laboratorium seperti penanganan sampel, jaminan mutu hasil pengujian, serta pelaporan hasil uji dan kalibrasi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi terkait kondisi aktual laboratorium yang mereka hadapi sehari-hari. Suasana Pelatihan Interaktif dengan Quiz dan Doorpirze Agar suasana tetap aktif dan tidak monoton, panitia juga menghadirkan sesi quiz interaktif dan pembagian doorprize bagi peserta. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana pelatihan yang lebih komunikatif dan meningkatkan keterlibatan peserta selama berlangsung. Pelatihan dipandu oleh MC Endang Setyowati yang membantu menjaga jalannya kegiatan tetap kondusif, interaktif, dan dinamis selama dua hari pelaksanaan. Kunjungan Langsung ke Laboratorium PAM JAYA Tidak hanya berlangsung di ruang pelatihan, narasumber bersama tim Labnesia juga melakukan kunjungan langsung ke laboratorium PAM JAYA untuk melihat implementasi sistem laboratorium secara aktual. Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung mengenai kondisi laboratorium, alur proses pengujian, serta kesiapan dokumen akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami implementasi ISO/IEC 17025 tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari sisi praktik dan kondisi nyata di laboratorium. Komitmen PAM JAYA Tingkatkan Mutu Laboratorium Melalui kegiatan In House Training ISO/IEC 17025:2017 ini, PAM JAYA menunjukkan komitmennya. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas laboratorium melalui penguatan kompetensi SDM dan penerapan sistem manajemen mutu sesuai standar internasional. Sebagai penyedia layanan pelatihan dan pendampingan laboratorium. Labnesia terus mendukung berbagai institusi dalam meningkatkan kesiapan laboratorium menuju sistem yang lebih kompeten, terpercaya, dan sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17025:2017. PAM JAYA sudah membuktikkan! Instansi kamu kapan? Yuk hubungi kami dan temukan solusi terbaik laboratorium kamu!

Bootcamp Manajemen Klausul 7.7 ISO/IEC 17025 Sukses Digelar

Kegiatan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 5 dengan tema “Manajemen Klausul 7.7: Jaminan Mutu Hasil Pengujian” telah sukses diselenggerakan secara online pada Selasa, 31 Maret 2026. Program ini menarik antusiasme tinggi dengan total 101 peserta dari 30 instansi yang berasal dari berbagai sektor laboratorium pengujian dan kalibrasi di Indonesia. Bootcamp ini dirancang untuk memperkuat pemahaman praktisi laboratorium terhadap penerapan ISO/IEC 17025:2017, khususnya pada Klausul 7.7 yang berfokus pada jaminan validitas hasil pengujian. Pentingnya Klausul 7.7 dalam Menjamin Validitas Hasil Uji Dalam sesi pembukaan, peserta diajak memahami urgensi penerapan Klausul 7.7 sebagai fondasi dalam menjaga keandalan dan konsistensi hasil pengujian laboratorium. Klausul ini menekankan bahwa laboratorium harus memiliki sistem yang mampu memastikan hasil uji tetap valid dari waktu ke waktu. Tanpa implementasi yang teoat, risiko seperti bias data, ketidaksesuaian hasil, hingga kegagalan audit akreditasi dapat meningkat. Materi Bootcamp yang Komprehensif dan Praktis Selama sesi berlangsung, peserta mendapatkan pembahasan mendalam dan aplikatif, meliputi: Urgensi pemastian validitas hasil pengujian Interpretasi Klausul 7.7 ISO/IEC 17205:2017 Perancangan program pemantauan hasil uji Teknik dan alat pemantauan kualitas hasil Evaluasi hasil dan tindak lanjut perbaikan Materi disampaikan secara sistematis dengan pendekatan studi kasus, sehingga peserta dapat langsung memahami implementasinya dalam operasional laboratorium sehari-hari. Pembelajaran dari Praktisi Berpengalaman Bootcamp ini dipandu oleh Bapak Mulyono, S.T.P., seorang praktisi berpengalaman sebagai Manajer Mutu Laboratorium, trainer, dan konsultan akreditasi. Penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara sistem dokumentasi dan praktis teknis di lapangan. Peserta juga diberikan insight terkait kesalahan umum dalam implementasi Klausul 7.7 serta strategi efektif untuk menghindarinya. Interaksi Aktif dan Diskusi Kasus Nyata Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah tingginya interaksi antara peserta dan narasumber. Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait: Pengendalian mutu internal laboratorium Penggunaan control chart Program uji banding dan uji profisiensi Penanganan data outlier Diskusi ini memperkaya pemahaman peserta sekaligus memberikan solusi nyata yang bisa langsung diterapkan. Komitmen Peningkatan Kompetensi Laboratorium Adanya bootcamp ini, diharapkan para peserta mampu: Meningkatkan kualitas hasil pengujian Memenuhi persyaratan akreditasi Mengurangi risiko ketidaksesuaian Menguatkan sistem manajemen mutu laboratorium Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap pelatihan berbasis standar internasional semakin meningkat. Penutup Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium di Indonesia. Bootcamp ini berhasil menjadi wadah pembelajaran yang efektif, kolaboratif, dan berdampak langsung. Butuh pelatihan laboratorium? Hubungi kami untuk solusi laboratorium Anda! Labnesia menyediakan layanan dari pendampingan dan pelatihan baik secara publik atau khusus untuk laboratorium Anda.

Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 4 tentang Klausul 8 Penguatan Dokumentasi Sistem ISO/IEC 17025

Dalam upaya meningkatkan kompetensi pengelolaan laboratorium sesuai standar internasional, Labnesia kembali menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 4. Kegiatan ini mengusung tema “Klausul 8.2 s.d 8.4: Penyusunan & Pengelolaan Dokumentasi Sistem. Program merupakan bagian dari komitmen Labnesia dalam mendukung peningkatan kualitas laboratorium di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting pada Kamis, 26 Maret 2026, dan diikuti oleh 89 Peserta dari 27 Instansi yang berasal dari perguruan tinggi, sektor swasta, serta instansi pemerintah. Acara dibuka oleh MC Atikah Afifa Shalsabilah yang memandu jalannya kegiatan dengan profesional serta menyampaikan pentingnya pemahaman sistem dokumentasi dalam mendukung mutu laboratorium, Narasumber dan Pembahasan Materi Bootcamp ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., seorang Trainer ISO/IE 17025:2017 sekaligus pakar dalam penyusunan dan pengelolaan dokumen mutu laboratorium. Dalam sesi pemaparan, narasumber menyampaikan materi secara komprehensif dan aplikatif mengenai Klausul 8 ISO/IEC 17025:2017 sebagai dasar sistem manajemen laboratorium. Materi ini mencakup tujuan Klausul 8 serta perannya dalam menjaga konsistensi dan kredibilitas hasil pengujian. Selain itu, dibahas pula persyaratan Klausul 8.1 hingga 8.4 yang meliputi pengendalian dokumen dan rekaman. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait implementasi klausul di laboratorium melalui studi kasus serta praktik penyusunan dokumen dan prosedur seperti SOP, instruksi kerja, dan formulir sesuai standar. Penyampaian materi yang sistematis dan berbasis praktik membuat peserta lebih mudah memahami konsep hingga penerapannya secara langsung. Antusiasme Peserta Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antuasiasme. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait kendala implementasi dokumentasi sistem di laboratorium masing-masing. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pemahaman standar ISO/IEC 17025:2017, khususnya dalam aspek dokumentasi sistem, masih sangat tinggi di berbagai sektor laboratorium. Komitmen Labnesia Melalui program bootcamp ini, Labnesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium di Indonesia. Labnesia tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, relevan, dan berkelanjutan guna membantu laboratorium dalam memenuhi standar dan proses akreditasi. Labnesia percaya bahwa sistem dokumentasi yang baik merupakan fondasi utama dalam menciptakan laboratorium yang kredibel, akuntabel, dan berdaya saing tinggi. Labnesia Siap Mendampingi Peningkatan Kompetensi Laboratorium Anda Bagi Anda yang ingin meningkatkan pemahaman serta kompetensi dalam penerapan standar laboratorium, Labnesia hadir sebagai mitra terpercaya. Labnesia menyediakan program pelatihan, bootcamp, dan pendampingan yang aplikatif. Program ini dirancang untuk membantu laboratorium memenuhi standar ISO/IEC 17025:2017 secara efektif dan berkelanjutan. Jangan lewatkan kesempatan untuk berkembang bersama para praktisi dan pakar di bidang laboratorium. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari komunitas profesional laboratorium yang terus berkembang. Hubungi kami untuk solusi Laboratorium Anda!

Bootcamp SNI ISO/IEC 17025:2017 Seri 3 Bahas Manajemen Peralatan Laboratorium

Labnesia kembali menggelar Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 3 dengan fokus pada Klausul 6.4 : Manajemen Peralatan SNI ISO/IEC 17025:2017. Kegiatan ini menjadi salah satuu upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi pengelolaan laboratorium sesuai standar internasional. Bootcamp ini dilaksanakan pada Senin, 16 Maret secara online dan diikuti oleh 72 peserta dari 26 instansi, yang terdiri dari peguruan tiggi, sektor swasta, serta instansi pemerintah. Kegiatan ini dibuka oleh MC Atikah yang memandu jalannya acara dengan profesional dan interaktif sejak awal hingga sesi akhir. Sebagai narasumber, hadir Bapak Mohamad Awaludin, S.Si., M.T.Pn., seorang Trainer ISO/IEC 17025:2017. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail implemenasi manajemen peralatan yang efektif dan sesuai standar ISO. Apa itu Bootcamp Manajemen Peralatan SNI ISO/IEC 17025:2017? Bootcamp ini merupakan program pelatihan intensif yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait manajemen peralatan laboratorium sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017, khususnya pada Klausul 6.4. Peserta mendapatkan materi mulai dari: Pengantar manajemen peralatan dalam sistem mutu laboratorium Interpretasi Klausul 6.4 Identifikasi kebutuhan dan seleksi peralatan Strategi pemeliharaan, kalibrasi, dan perbaikan Pemantauan kinerja peralatan Studi kasus dan best practices implementasi Antusiasme Tinggi dari Peserta Bootcamp Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif: Mengajukan pertanyaan kritis Berdiskusi terkait studi kasus nyata Berbagi pengalaman implementasi di masing-masing instansi Interaksi yang dinamis ini menunjukkan bahwa topik manajemen peralatan laboratorium menjadi kebutuhan penting dalam mendukung akreditasi dan peningkatan mutu laboratorium di Indonesia. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Laboratorium Melalui penyelenggaraan bootcamp ini, Labnesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kompetensi laboratorium di Indonesia. Tidak hanya melalui pelatihan, Labnesia juga menghadirkan program pendampingan dan edukasi berkelanjutan guna membantu instansi mencapai standar SNI ISO/IEC 17025:2017 secara optimal. Hubungi kami untuk informasi terkait pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi kompetensi!