Tingkatkan Kompetensi Laboratorium dalam 3 hari : Pelatihan & Sertifikasi Internasional 17025:2017 Bersama Labnesia di UII

Yogyakarta, 23-25 April 2025 – Dalam rangka memperkuat sistem manajemen mutu laboratorium di Indonesia, PT Padma Global Nusatama  melalui platform edukatif Labnesia sukses menyelenggarakan Pelatihan dan Setifikasi Internasional Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017. Program intensif selama tiga hari ini dilaksanakan secara hybrid dan didukung penuh oleh Laboratorium Kualitas Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai tuan rumah. Mengusung tema 3 Hari Jago Kelola Laboratorium, pelatihan ini diikuti 68 peserta dari 23 institusi berbeda, termasuk universitas, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta. Mulai dari Sumatera hingga Kupang. Tercatat 51 peserta, mengikuti secara daring dan 17 hadir langsung di kampus UII Yogyakarta. Hari 1: Pelatihan Dasar-dasar ISO/IEC 17025 dan Prinsip PDCA Pembukaan kegiatan berlangsung meriah pada Rabu, 23 April 2025, dibuka oleh MC Endang Setyowati dan diiringi doa serta lagu kebangsaan. Sambutan disampaikan oleh: Dr. Eng. Awaluddin Nurmiyanto, S.T., M.Eng – Ketua Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII. Bela Lestari Dwireja, S.P. – Direktur Bussines & Sustainability, Labnesia. Materi pelatihan hari pertama dibawakan oleh Indra Permana, S.P., M.P., yang membahas: Pengantar ISO/IEC 17025:2017 dan siklus PDCA. Struktur standar serta dasar regulasi. Etika profesional, ketidakberpihakan, dan kerahasiaan. Langkah-langkah awal implementasi sistem manajemen laboratorium Diskusi interaktif menunjukkan antusiasme tinggi peserta terhadap topik yang dibahas. Hari 2: Pelatihan Penguatan Sistem Manajemen dan Operasional Laboratorium Pelatihan kedua pada Kamis, 24 April 2025, peserta mendalami aspek teknis manajemen laboratorium bersama Mulyono, S.T.P., mencakup: Kepemimpinan dan manajemen SDM. Sistem dokumentasi dan pengelolaan informasi. Validasi metode, pengambilan sampel, dan ketertelusuran hasil uji. Studi kasus praktis untuk mengaitkan teori dan praktik. Pelatihan hari kedua membantu peserta membangun sistem laboratorium yang terstruktur dan sesuai standar. Hari 3: Audit Internal, Evaluasi Mutu, dan Kunjungan Laboratorium Hari terakhir sekaligus pelatihan terakhir pada Jumat, 25 April 2025, peserta diajak langsung mengunjungi Laboratorium Kualitas Lingkungan FTSP UII yang telah terakreditasi KAN, guna melihat langsung implementasi ISO/IEC 17025 dalam praktik. Topik yang dibahas meliputi: Simulasi audit internal dan manajemen risiko. Penanganan ketidaksesuaian dan perbaikan berkelanjutan. Evaluasi jaminan mutu, uji profisiensi, dan pelaporan hasil. Peserta sangat terkesan dengan tata kelola laboratorium UII. Salah satu peserta mengatakan: “Lab-nya tertata dengan sangat baik. Kunjungan ini memperjelas bagaiman standar diterapkan secara nyata.” ujar salah satu peserta dari instansi perguruan tinggi. Simulasi audit internal menjadi puncak kegiatan, memperkuat kesiapan peserta sebagai Lead Implementer yang mampu memimpin sistem mutu laboratorium. Apresiasi Tinggi : Testimoni Bintang 5 dari Peserta Kegiatan ini mendapat respons luar biasa. Para peserta aktif dalam diskusi, berbagai pengalaman memberikan testimoni bintang lima atas kualitas materi, keahlia narasumber, dan suasana pelatihan yang kondusif. “Materinya aplikatif dan disampaikan sistematis. Kami berharap pelatihan teknis seperti ini terus diselenggarakan oleh Labnesia” ujar peserta dari sektor swasta. Komitmen Labnesia : Siap Cetak SDM Laboratorium Unggul Pelatihan ini menegaskan komitmen PT Padma Global Nusataman dan Labnesia dalam membina SDM unggul di bidang laboratorium. Tidak hanya terbatas pada ISO/IEC 17025, tetapi juga akan menyasar pelatihan untuk ISO 15189, Good Laboratory Practice (GLP), bio-risk management, dan digitalisasi laboratorium ke depannya. Tertarik Mengikuti Pelatihan Serupa? Jangan lewatkan kesempatan berikutnya untuk meng-upgrade laboratorium Anda! Hubungi Labnesia sekarang juga dan jadwalkan sesi konsultasi bersama tim ahli kami. Bersama Labnesia, wujudkan laboratorium yang andal, terakreditasi, dan siap menghadapi masa depan!

Labnesia Gelar Webinar Nasional: Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Pada Kamis, 13 Maret 2025, terlaksana webinar dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017“. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang antusias mendalami standar internasional yang penting bagi pengelolaan laboratorium pendidikan dan pengujian. Webinar ini menghadirkan  Fajri Mulya Iresha , S.T., M.T., Ph.D. dan Herlan Tri Widianto, S.Tr., AK, yang akan membahas ISO/IEC 17025:2017, standar internasional untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi. Narasumber Utama dan Materi Pembahasan Webinar ini menghadirkan dua  ahli yang membahas ISO/IEC 17025:2017 dan peran akreditasi dalam meningkatkan kualitas laboratorium pendidikan Indonesia. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianto berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam hal akreditasi laboratorium dan pentingnya standar internasional ini untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, serta daya saing laboratorium di tingkat global. Apa itu ISO/IEC 17025:2017 ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang mengatur persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi. Standar ini sangat penting bagi laboratorium untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan, sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan dan persyaratan industri. Menerapkan ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjamin bahwa mereka memenuhi standar kualitas yang tinggi dan dapat bersaing di tingkat internasional. Transformasi Laboratorium Menjadi Layanan Publik yang Terakreditasi Webinar ini membahas transformasi laboratorium pendidikan menjadi layanan akreditasi. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianti menjelaskan bahwa untuk mencapai akreditasi, laboratorium harus memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai ISO/IEC 17025:2017. Proses akreditasi ini mencakup aspek teknis, manajemen yang baik, sumber daya yang memadai, dan pendanaan yang tepat. Namun, akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bukan hanya tentang memenuhi syarat-syarat teknis. Proses ini juga membawa manfaat jangka panjag, di antaranya: Meningkatkan Kredibilitas:  Pengakuan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya atas kualitas dan keandalan hasil pengujian atau kalibrasi. Meningkatkan Daya Saing: Memperluas pasar dan menarik lebih banyak pelanggan dengan bukti kepatuhan terhadap standar global. Jaminan Kualitas dan Akurasi: Mendorong evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, menghasilkan data yang lebih akurat dan terpercaya. Proses dan Persyaratan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Menjadi Layanan Publik Laboratorium harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017, di antaranya: Manajemen yang Baik: Laboratorium harus memiliki sistem manajemen yang sesuai dengan standari ISO, termasuk dokumentasi yang lengkap dan prosedur yang jelas. Kompetensi Staf: Laboratorium harus memastikan bahwa semua personel yang terlibat dalam pengujian atau kalibrasi memiliki kompetensi yang sesuai dan terlatih. Prosedur Pengujian dan Kalibrasi yang Valid: Laboratorium harus memastikan bahwa semua metode pengujian dan kalibrasi yang digunakan valid, dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan standar internasional. Peralatan yang Terkalibrasi dengan Baik: Semua peralatan yang digunakan dalam pengujian dan kalibrasi harus terkalibrasi secara tepat dan memiliki catatan pemeliharaan yang baik. Manfaat Akreditasi bagi Laboratorium Pendidikan Proses akreditasi mengubah laboratorium pendidikan dari fasilitas internal menjadi layanan publik profesional dan terpercaya. Hal ini membuka peluang baru, seperti kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian, mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan efisien operasional. Selain itu, akreditasi membantu universitas memperoleh pendanaan melalui layanan yang dapat dijual atau disewakan. Menjadikan Laboratorium sebagai Layanan Publik untuk Income Generator Salah satu pesan motivasi yang disampaikan oleh narasumber adalah mengenai pentingnya menjadikan laboratorium sebagai income generator atau sumber pendapatan. Memiliki akreditasi ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjadi layanan publik dalam memperluas peluang kerjasama dengan berbagai sektor industri dan pemerintah, yang pada gilirannya membuka akses pada dana atau pendanaan tambahan untuk mendukung pengembangan laboratorium dan kegiatan pendidikan. Penutupan dan Sesi Testimoni Sebagai penutupan, sesi testimoni dari peserta yang sangat antusias diadakan untuk membagikan pengalaman dan feedback positif terhadap webinar ini. Bu Aminah, S.S.T., M.Kes. dari Universitas La Tansa Mashiro menyampaikan bahwa proses persiapan akreditasi di laboratorium mereka menghadapi berbagai tantangan dan kekurangan. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bahwa pendampingan dari Labnesia sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi hambatan tersebut. Selain itu, pengalaman yang awalnya penuh kebingungan dan frustrasi dalam menghadapi standar tinggi akreditasi telah dibagikan oleh Bu Puji Astuti, M. Kep., Ns. Sp. Kep. MB, yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Keperawatan dan Farmasi di Universitas Bani Saleh. Pentingnya motivasi dan usaha berkelanjutan juga ditekankan oleh beliau, sementara apresiasi diberikan kepada narasumber yang menjelaskan bahwa laboratorium terakreditasi dapat berperan sebagai sumber pendapatan yang bermanfaat bagi pendanaan universitas. Selama sesi tanya jawab, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh peserta melalui berbagai pertanyaan terkait penerapan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium masing-masing. Jawaban yang diberikan oleh narasumber secara detail semakin memperdalam pemahaman peserta tentang pentingnya akreditasi serta langkah-langkah yang perlu untuk mencapainya. Kesimpulan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 diakui sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing laboratorium pendidikan, sehingga menjadi lebih terpercaya dan mampu beroperasi sebagai layanan publik yang profesional. Melalui webinar ini, tantangan dalam proses akreditasi telah disoroti, sementara solusi dan motivasi juga diberikan kepada peserta agar terus berupaya mencapai tujuan tersebut. Dengan menerapkan strategi yang tepat, laboratorium pendidikan dapat berkembang menjadi pusat pengujian dan kalibrasi berstandar internasional, yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta industri. Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Setelah mengikuti webinar yang penuh wawasan ini, Anda mungkin tertarik untuk memperdalam penerapan GLP dan ISO 17025:2017 di laboratorium Anda. Labnesia siap membantu Anda dengan berbagai layanan profesional yang dapat mendukung pengembangan laboratorium yang lebih andal dan berkualitas tinggi: Pendampingan dalam penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan dalam memenuhi standar internasional. Sertifikasi kompetensi yang diakui secara global. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan sesi konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama Labnesia wujudkan laboratorium yang lebih andal dan terpercaya, siap menghadapi tantangan masa depan. Bersama Labnesia siap menjadi garda terdepan Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk informasi selengkapnya.

Panduan Menyiapkan Laboratorium Pascapanen untuk Akreditasi ISO/IEC 17025

Akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang menjamin kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Untuk laboratorium pascapanen, memperoleh akreditasi ini bukan hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga memastikan hasil pengujian yang valid dan dapat diandalkan guna mendukung mutu serta keamanan produk pertanian. Agar laboratorium siap menghadapi proses akreditasi, diperlukan langkah-langkah persiapan yang sistematis sesuai dengan pedoman ISO/IEC 17025. 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025 Langkah pertama dalam persiapan akreditasi adalah memahami secara menyeluruh persyaratan dalam ISO/IEC 17025. Standar ini terdiri dari dua aspek utama, yaitu: Persyaratan manajemen, yang mencakup sistem mutu, dokumentasi, dan audit internal. Persyaratan teknis, yang meliputi kompetensi staf, validasi metode pengujian, serta kalibrasi alat laboratorium. Dengan pemahaman yang kuat terhadap standar ini, laboratorium dapat mulai menyusun strategi implementasinya. 2. Melakukan Analisis Kesenjangan Sebelum menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium perlu mengevaluasi sejauh mana prosedur yang saat ini diterapkan sudah memenuhi persyaratan akreditasi. Analisis kesenjangan membantu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki, sehingga laboratorium dapat menyusun rencana tindakan yang lebih efektif. 3. Membangun Sistem Manajemen Mutu Akreditasi ISO/IEC 17025 Untuk memastikan kepatuhan terhadap ISO/IEC 17025, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu yang baik. Langkah ini melibatkan: Penyusunan dokumen mutu, termasuk kebijakan mutu, SOP (Standard Operating Procedures), dan instruksi kerja. Pembuatan sistem pencatatan yang transparan untuk mendukung akurasi dan validitas hasil pengujian. Pelaksanaan audit berkala untuk mengevaluasi efektivitas sistem mutu yang diterapkan. 4. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Keberhasilan implementasi standar ini bergantung pada tenaga laboratorium yang kompeten. Oleh karena itu, penting untuk: Menyelenggarakan pelatihan rutin bagi teknisi dan analis laboratorium. Memastikan staf memahai prosedur pengujian, kalibrasi alat, serta standar mutu yang berlaku. Mengembangkan program evaluasi kinerja untuk memastikan bahwa seluruh personel laboratorium memiliki keterampilan teknis yang sesuai. 5. Validasi Metode Pengujian dan Kalibrasi Peralatan Validasi metode pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur yang digunakan memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, laboratorium juga wajib melakukan kalibrasi alat secara berkala guna mencegah ketidaktepatan dalam hasil pengujian. 6. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan permohonan akreditasi, laboratorium harus menjalankan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem mutu telah sesuai dengan standar. Tujuan dar audit ini adalah untuk: Mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian dalam prosedur operasional. Memastikan bahwa seluruh dokumen dan rekaman mutu terdokumentasi dengan baik. Menyusun tindakan korektif untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan sebelum dilakukan audit eksternak. 7. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah semua persyartan terpenuhi, laboratorium dapat mengajukan permohan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau lembaga akreditasi yang diakui. Proses ini melibatkan: Peninjauan dokumen mutu oleh auditor akreditasi. Asesmen di lokasi untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis laboratorium. Tindakan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian selama proses asesmen. 8. Menjaga Kepatuhan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi, laboratorium pascapanen harus terus berkomitmen menjaga standar mutu melalui: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Pembaruan metode pengujian berdasarkan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Pelatihan lanjutan bagi staf untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman terhadap standar laboratorium. Kesimpulan Mempersiapkan laboratorium pascapanen untuk memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025 memerlukan strategi yang matang dan konsistensi dalam implementasi sistem mutu. Dengan memahami standar, mengoptimalkan manajemen mutu, meningkatkan kompetensi staf, serta menjalankan audit berkala, laboratorium dapat memastikan keandalan hasil uji yang berkualitas. Akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi laboratorium tetapi juga membukan peluang kerja sama dengan industri dan lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Apakah laboratorium Anda siap untuk akreditasi ISO/IEC 17025? Temukan jawaban dan solusi penanganan terbaik bersama Labnesia. Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Peran Strategis ISO/IEC 17025 dalam Meningkatkan Mutu Laboratorium Perguruan Tinggi

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dalam lingkungan perguruan tinggi, penerapan standar ini menjadi elemen kunci untuk meningkatkan mutu laboratorium, menjamin validitas hasil uji, serta memperkuat daya saing dalam dunia akademik dan penelitian. Berikut adalah beberapa peran utama standar ini adalah dalam laboratorium perguruan tinggi: 1. ISO/IEC 17025 Memastikan Keakuratan dan Keandalan Hasil Uji Standar ini mewajibkan laboratorium untuk menerapkan prosedur pengujia yang telah terstandarisasi, sehingga meningkatkan akurasi dan keandalan hasil uji. Adanya validasi metode dan kalibrasi peralatan secara berkala, laboratorium perguruan tinggi dapat menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian akademik. 2. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Laboratorium Standar ini mendorong laboratorium untuk memiliki tenaga ahli yang kompeten melalui pelatihan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai prosedur pengujian, manajemen risiko, dan sistem manajemen mutu, staf laboratorium dapat bekerja secara lebih profesional dan efektif. 3. ISO/IEC 17025 Mendukung Akreditasi dan Pengakuan Secara Global Laboratorium perguruan tinggi yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025 mendapatkan pengakuan internasional, membuka peluang besar untuk kolaborasi riset global. Selain itu, akreditasi ini meningkatkan kepercayaan industri dan instansi pemerintah terhadap hasil uji laboratorium akademik. 4. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi dan Standar yang Berlaku Dalam dunia akademik, kepatuhan terhadap standar dan regulasi internasional sangatlah penting. Standar ini membantu laboratorium memastikan bahwa hasil pengujiannya memenuhi persyaratan hukum dan standar industri, sehingga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah maupun industri. 5. Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Manajemen Mutu Penerapan standar ini memungkinkan laboratorium perguruan tinggi mengelola sumber daya yang lebih optimal. Dengan dokumentasi yang jelas, sistem pemantauan kualitas yang ketat, serta evaluasi kinerja berkelanjutan, laboratorium dapat mengurangi kesalahan serta meningkatkan produktivitas. 6. Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Masyarakat Laboratorium yang menerapkan standar ISO/IEC 17025 memiliki kredibilitas tinggi di mata mitra akademik, industri, dan pemerintah. Hal ini berkontribusi pada peningkatan reputasi perguruan tinggi serta memperkuat daya saing dalam dunia penelitian dan inovasi. Melalui berbagai manfaat tersebut, implementasi ISO/IEC 17025:2017 menjadi langkah strategis bagi laboratorium perguruan tinggi dalam mencapai standar mutu yang lebih tinggi. Penerapan standar ini tidak hanya memastikan hasil uji yang valid dan terpercaya, tetapi juga meningkatkan kredibilitas serta daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Kunjungi website Labnesia atau hubungi kami untuk info selengkapnya.

Pentingnya Akreditasi ISO/IEC 17025 untuk Laboratorium Pascapanen: Kunci Keandalan dan Kepercayaan

Laboratorium pascapanen memiliki peran penting dalam memastikan kualitas serta keamanan produk pertanian sebelum sampai ke tangan konsumen. Untuk menjamin keakuratan dan keandalan hasil pengujian, laboratorium ini perlu menerapkan standar akreditasi ISO/IEC 17025. Berikut adalah beberapa alasan mengapa akreditasi ini sangat diperlukan: 1. Pengakuan Kompetensi di Tingkat Internasional ISO/IEC 17025 merupakan standar global yang mengatur persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dengan memperoleh akreditasi ini, laboratorium menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan data yang valid dan konsisten. Hasil pengujian yang dilakukan secara internasional akan memudahkan perdagangan lintas negara dan mengurangi hambatan dalam distribusi produk pertanian. 2. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan Kepercayaan pelanggan terhadap laboratorium sangat bergantung pada kualitas hasil pengujian. Dengan menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium dapat memastikan bahwa metode pengujian, peralatan, dan tenaga kerja yang digunakan memenuhi persyaratan mutu yang ketat. Hal ini memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa produk yang diuji telah memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan. 3. Akreditasi Meningkatkan Efisiensi Operasional Penerapan ISO/IEC 17025 membantu laboratorium dalam mengelola sistem manajemen mutu yang lebih baik. Standar ini mencakup dokumentasi prosedur, kalibrasi peralatan, serta pelatihan personel secara berkala. Dengan sistem yang lebih terstruktur, laboratorium dapat meminimalkan kesalahan, meningkatkan efisiensi kerja, dan mengurangi biaya operasional. 4. Memenuhi Regulasi dan Standar Nasional Di Indonesia, ISO/IEC 17025 telah diadopsi sebagai SNI ISO 17025 oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Dengan memperoleh akreditasi ini, laboratorium dapat menunjukan kepatuhannya terhadap regulasi yang berlaku, sehingga memenuhi persyaratan hukum dan standar nasional yang ditetapkan. 5. Akreditasi ISO/IEC 17025 Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Akreditasi ISO/IEC 17025 juga berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja di laboratorium. Melalui pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan, staf laboratorium dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik dalam melakukan pengujian dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Hal ini berdampak positif pada kualitas layanan yang diberikan oleh laboratorium. Dengan berorientasi pada akreditasi ISO/IEC 17025, laboratorium pascapanen dapat memastikan bahwa mereka memenuhi standar internasional dalam setiap aspek operasionalnya. Akreditasi tidak hanya meningkatkan keandalan hasil pengujian, tetapi juga memperkuat daya saing laboratorium dalam pasar global yang semakin kompetitif. Bersama Labnesia menuju laboratorium dengan standar internasional. Hubungi kami untuk info selengkapnya.

GLP dan ISO/IEC 17025: Mengapa Kedua Standar Ini Penting bagi Laboratorium Modern

Di era laboratorium modern, penerapan standar internasional sangat penting untuk menjamin kualitas, akurasi, dan validitas hasil uji. Dua standar utama yang diakui secara global adalah Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025. Kedua standar ini memiliki peran penting dalam memastikan laboratorium beroperasi sesuai dengan regulasi internasional dan praktik terbaik. Peran GLP dan ISO/IEC 17025 dalam Laboratorium GLP adalah sistem regulasi yang memastikan penelitian non-klinis dilakukan dengan sistematis terdokumentasi dengan baik, serta memiliki integritas data yang tinggi. GLP diterapkan secara luas dala industri farmasi, kimia, dan lingkungan untuk memenuhi regulasi dari badan pengawas seperti FDA dan OECD. ISO/IEC 17025 merupakan standar yang menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, memastikan keandalan serta ketertelusuran hasil pengujian. ISO/IEC 17025 diterapkan di berbagai sektor, termasuk manufaktur, kesehatan, dan penelitian ilmiah. Mengapa GLP dan ISO/IEC 17025 Menjadi Standar Global? 1. Meningkatkan Kepercayaan dan Akreditasi Internasional Laboratorium yang menerapkan kedua standar ini lebih mudah mendapatkan akreditasi dari lembaga pengawas global, sehingga hasil pengujian mereka dapat diterima secara luas. 2. Menjamin Kualitas dan Akurasi Data Kedua standar ini mengharuskan penerapan sistem manajemen mutu yang ketat, termasuk validasi metode, kalibrasi peralatan, serta kompetensi tenaga kerja. 3. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi Internasional Banyak negara dan industri mensyaratkan laboratorium untuk menerapkan kedua standar ini guna memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan hukum 4. GLP dan ISO/IEC 17025 Meningkatkan Efisiensi Operasional Standar ini membantu laboratorium mengoptimalkan proses pengujian, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan produktivitas. 5. Meningkatkan Daya Saing di Pasar Global Laboratorium yang bersertifikasi kedua standar ini lebih kompetitif dalam pasar global, membuka peluang kerja sama dengan industri dan institusi akademik. Kesimpulan Penerapan kedua standar ini menjadi kebutuhan utama bagi laboratorium modern yang ingin memastikan kualitas, keandalan, dan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Melalui penerapan standar ini, laboratorium dapat meningkatkan kredibilitas, efisiensi, dan daya saing di tingkat global. Oleh karena itu, setiap laboratorium yang ingin mencapai standar tertinggi harus mempertimbangkan sertifikasi dan akreditasi berdasarkan kedua standar ini . Labnesia hadir sebagai platform untuk membantu meningkatkan keandalan hasil uji laboratorium Anda. Hubungi kami untuk info selengkapnya!

Langkah-langkah Mencapai Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 untuk Laboratorium Pendidikan

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar global yang menetapkan persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Bagi laboratorium pendidikan, memperoleh akreditasi ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas, tetapi juga memastikan keakuratan serta keandalan hasil pengujian. Berikut adalah tahapan utama dalam proses mencapai akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bagi laboratorium pendidikan: 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami seluruh ketentuan dalam standar ini. Laboratorium perlu memastikan bahwa setiap aspek operasional telah sesuai dengan standar, termasuk manajemen mutu, kompetensi teknis, serta validasi metode pengujian. 2. Melakukan Evaluasi Kesenjangan Evaluasi awal sangat penting untuk mengetahui sejauh mana prosedur laboratorium saat ini sudah sesuai dengan persyaratan akreditasi ISO/IEC 17025. Analisis ini akan membantu mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki agar memenuhi standar akreditasi. 3. Menyusun dan Mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium wajib merancang dokumentasi sistem manajemen mutu, yang mencakup kebijakan, prosedur, serta instruksi kerja. Implementasi sistem ini melibatkan pelatihan staf, penerapan kontrol mutu, dan pemastian kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. 4. Melakukan Validasi Metode dan Kalibrasi Peralatan Untuk memastikan hasil pengujian yang akurat dan dapat diandalkan, laboratorium harus melakukan validasi metode uji serta kalibrasi peralatan secara berkala. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua instrumen bekerja sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. 5. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan akreditasi, laboratorium perlu melakukan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem manajemen mutu telah berjalan. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dan melakukan perbaikan sebelum dilakukan asesmen eksternal. 6. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah memastikan semua persyaratan telah terpenuhi, laboratorium dapat mengajuan permohonan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau badan akreditasi lainnya. Proses ini mencakup peninjauan dokumen serta asesmen di lokasi oleh auditor eksternal. 7. Menjalani Asesmen dari Lembaga Akreditasi ISO/IEC 17025 Tim auditor dari lembaga akreditasi akan melakukan asesmen untuk memastikan bahwa laboratorium telah menerapkan sistem manajemen mutu dan prosedur teknis sesuai dengan standar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, laboratorium diberikan waktu untuk melakukan tindakan perbaikan. 8. Menerima Sertifikat Akreditasi Jika laboratorium berhasil memenuhi semua persyaratan, lembaga akreditasi akan menerbitkan sertifikasi akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa laboratorium telah memiliki kompetensi yang diaku secara internasional. 9. Melakukan Pemantauan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah memperoleh akreditasi, laboratorium harus terus memantau dan meningkatkan sistem manajemen mutu melalui audit berkala, pelatihan staf, serta pembaharuan metode dan peralatan agar tetap sesuai dengan perkembangan standar. Melalui langkah-langkah tersebut, laboratorium dapat meningkatkan kredibilitas, memastikan kualitas hasil pengujian, serta memperkuat daya saing akademik dan penelitian. Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bukan standar pencapaian, tetapi juga komitmen dalam menjaga standar mutu secara berkelanjutan. Labnesia dapat membantu laboratorium Anda dengan standar internasional. Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Mengatasi Tantangan Implementasi ISO 17025 di Perguruan Tinggi: Strategi Efektif dan Solusi Terbaik

Penerapan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas serta memastikan hasil pengujian dan kalibrasi yang lebih akurat. Namun, implementasi standar ini tidak lepas dari berbagai tantangan yang perlu diatasi agar proses berjalan optimal. Tantangan dalam Implementasi ISO 17025 di Perguruan Tinggi 1. Keterbatasan Sumber Daya dalam Implementasi ISO 17025 Banyak laboratorium di perguruan tinggi menghadapi kendala dalam hal pendanaan, peralatan, serta tenaga ahli yang terlatih. Keterbatasan ini dapat menghambat proses implementasi, karena penerapan standar ini membutuhkan investasi yang cukup besar, baik untuk pelatihan maupun pengadaan peralatan yang sesuai standar. 2. Resistensi terhadap Perubahan Adaptasi terhadap standar baru sering kali menemukan hambatan berupa resistensi dari staf laboratorium. Kebiasaan kerja yang sudah lama diterapkan dan kurangnya pemahaman mengenai manfaat implementasi standar ini dapat menghambat proses perubahan dan penyesuaian prosedur operasional. 3. Kurangnya Pemahaman terhadap Standar ISO/IEC 17025:2017 memiliki persyaratan teknis dan manajerial yang cukup kompleks. Tanpa pemahaman yang memadai, laboratorium dapat mengalami kesalahan dalam implementasi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan ketidaksesuaian dengan persyaratan akreditasi. Strategi Mengatasi Tantangan Implementasi ISO 17025 1. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas SDM Untuk memastikan implementasi yang efektif, diperlukan pelatihan berkala bagi tenaga laboratorium. Pelatihan ini dapat mencakup pemahaman standar, tata kelola laboratorium yang baik, serta teknik pengujian dan kalibrasi yang sesuai regulasi. Selain itu, pendampingan dari pakar atau konsultan eksternal dapat membantu mempercepat adaptasi laboratorium terhadap standar baru. 2. Dukungan dan Komitmen dari Manajemen Keberhasilan implementasi ISO 17025 sangat bergantung pada dukungan penuh dari manajemen perguruan tinggi. Penyediaan sumber daya yang mencukupi, baik dalam bentuk anggaran maupun fasilitas, serta dorongan untuk menciptakan budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan menjadi kunci keberhasilan dalam penerapan standar ini. 3. Kolaborasi dan Benchmarking Salah satu strategi efektif adalah menjalin kerja sama dengan institusi lain yang telah sukses menerapkan standar ini. Melalui benchmarking terhadap laboratorium yang sudah terakreditasi, perguruan tinggi dapat memperoleh wawasan dan praktik terbaik yang dapat diterapkan dalam sistem laboratorium sendiri. Kesimpulan dalam Implementasi ISO 17025 Meskipun ada berbagai tantangan, implementasi ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk meningkatkan standar pengujian dan kalibrasi yang diakui secara global. Melalui strategi yang tepat dan dukungan dari semua pihak terkait, laboratorium perguruan tinggi dapat mencapai standar yang lebih tinggi dan mendapatkan pengakuan internasional dalam dunia akademik dan industri. Bersama Labnesia untuk laboratorium yang lebih baik. Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Perbedaan ISO 17025 dan ISO 9001: Standar Manajemen Mutu dan Kompetensi Laboratorium

ISO 17025 dan ISO 9001 merupakan dua standar internasional yang sering diterapkan dalam sistem manajemen mutu. Meskipun keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi organisasi, masing-masing memiliki fokus yang berbeda. Artikel ini akan membahas perbedaan utama antara ISO 17025 dan ISO 9001 serta penerapannya dalam berbagai industri. 1. Definisi dan Fokus Standar Manajemen Mutu ISO 17025 adalah standar yang menetapkan persyaratan untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini memastikan bahwa laboratorium menghasilkan data yang akurat, dapat dipercaya, dan memenuhi regulasi yang berlaku. ISO 9001 adalah standar manajemen mutu yang lebih umum. Standar ini dapat diterapkan pada berbagai jenis organisasi dan bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui perbaikan proses yang berkelanjutan. 2. Ruang Lingkup dan Penerapan ISO 17025 dirancang khusus untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi, mencakup persyaratan teknis serta sistem manajemen mutu guna memastikan hasil pengujian yang dapat diandalkan. ISO 9001 memiliki cakupan lebih luas dan dapat diterapkan ke berbagai industri, termasuk manufaktur, jasa, dan sektor pemerintah. 3. Persyaratan Utama Standar Manajemen Mutu ISO 17025 mengharuskan laboratorium memiliki tenaga kerja yang kompeten, peralatan yang dikalibrasi dengan baik, metode pengujian yang tervalidasi, serta sistem dokumentasi yang memenuhi standar ilmiah. ISO 9001 lebih menekankan pada pengelolaan proses, peningkatan kepuasan pelanggan, serta perbaikan yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis risiko dan pengendalian mutu. 4. Akreditasi dan Sertifikasi ISO 17025 berfokus pada akreditasi laboratorium oleh badan akreditasi yang secara internasional. Akreditas ini menegaskan bahwa laboratorium memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan standar global. ISO 9001 memberikan sertifikasi bagi organisasi yang telah menerapkan sistem manajemen mutu sesuai dengan standar ini. Sertifikasi ini meningkatkan kredibilitas organisasi dan daya saing di pasar global. 5. Manfaat bagi Organisasi ISO 17025 meningkatkan kredibilitas laboratorium, mempermudah pengakuan internasional, serta mengoptimalkan efisiensi dan ketertelusuran data laboratorium. ISO 9001 membantu organisasi dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, menyempurnakan proses bisnis, serta memastikan keberlanjutan operasional dengan pendekatan berbasis mutu. Kesimpulan Walaupun ISO 17025 dan ISO 9001 memiliki tujuan yang sama dengan peningkatan mutu, keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam penerapannya. ISO 17025 lebih spesifik untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi, sementara ISO 9001 memiliki cakupan yang lebih luas dan dapat diterapkan di berbagai industri. Pemilihan standar manajemen mutu yang tepat bergantung pada kebutuhan organisasi serta tujuan yang ingin dicapai dalam sistem manajemen mutu. Pelajari perbedaan kedua standar ini untuk meningkatkan kualitas laboratorium Anda. Kunjungi website Labnesia atau hubungi kami untuk informasi selengkapnya.

Perbedaan GLP dan ISO/IEC 17025: Panduan Penting bagi Laboratorium

Dalam industri laboratorium, memastikan kepatuhan terhadap standar internasional sangat krusial untuk menjamin validitas dan keandalan hasil pengujian. Dua standar yang sering dibandingkan adalah Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025:2017. Meski sama-sama berorientasi pada mutu dan akurasi, keduanya memiliki peranan yang berbeda. 1. Definisi dan Fokus Utama GLP dan ISO/IEC 17025 GLP adalah sistem regulasi yang dirancang untuk memastikan bahwa penelitian non-klinis dilakukan secara berkualitas, konsisten, dan terdokumentasi dengan baik. Standar ini umumnya diterapkan dalam industri farmasi, kimia, dan keamanan lingkungan. ISO/IEC 17025 adalah standar global yang mengatur persyaratan kompetensi laboratorium dalam pengujian dan kalibrasi. Fokus utama standar ii adalah memastikan validitas hasil pengujian serta penerapan sistem manajemen mutu yang efektif. 2. Perbedaan Utama GLP dan ISO/IEC 17025 dalam Penerapan Tujuan: GLP mengatur penelitian non-klinis, sedangkan ISO/IEC 17025 mengatur laboratorium pengujian dan kalibrasi. Lingkup: GLP digunakan dalam farmasi, lingkungan, dan kimia. Sedangkan ISO/IEC 17025 dapat diterapkan pada berbagai laboratorium pengujian. Regulasi: GLP wajib bagi sektor tertentu sesuai peraturan pemerintah, sedangkan ISO/IEC 17025 bersifat sukarela, tetapi diakui secara internasional. Fokus: GLP berfokus pada dokumentasi, integritas data, dan pelaporan studi. Sedangkan ISO/IEC 17025 berfokus pada kompetensi teknis, validitas hasil, dan sistem manajemen mutu. 3. Dampak dan Implikasi bagi Laboratorium Laboratorium yang bergerak di bidang penelitian toksikologi, farmasi, atau lingkungan wajib mengikuti GLP, karena diatur oleh badan regulasi seperti FDA atau OECD. Laboratorium yang fokus pada layanan pengujian dan kalibrasi lebih cocok menerapkan ISO/IEC 17025. Hal tersebut karena standar ini memberikan jaminan mutu teknis yang lebih komprehensif. Untuk meningkatkan daya saing dan kredibilitas, laboratorium dapat mengadopsi kedua standar, guna memenuhi persyaratan regulator dan kebutuhan pelanggan secara bersamaan. Kesimpulan Baik Good Laboratory Practice maupun ISO/IEC 17025 memiliki tujuan dan penerapan yang berbeda, tetapi keduanya berperan penting dalam menjamin mutu dan keandalan hasil laboratorium. Memahami perbedaan ini akan membantu laboratorium dalam menentukan standar yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan regulasi yang berlaku. Labnesia hadir sebagai platform untuk membantu laboratorium Anda. Hubungi kami untuk informasi selengkapnya.