Labnesia Gelar In House Training Bersama Balai K3 Medan

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manuasia di bidang laboratorium. Labnesia kembali menyelenggarakan kegiatan in house training Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017 bersama Balai K3 Medan yang dilaksanakan secara onsite pada tanggal 5-6 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari Balai K3 Medan. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Labnesia dan instansi pemerintah dalam meningkatkan pemahaman serta penerapan standar laboratorium yang baik, khususnya dalam mendukung kegiatan pengujian yang berkualitas dan sesuai standar. Pembukaan Kegiatan Pelatihan Kegiatan pelatihan dipandu oleh MC Endang Setyowati yang memandu jalannya acara pembukaan secara singkat dan tertib. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Ibu dr. Sanri Yuliandari, M.Kes. selaku Kepala Balai K3 Medan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi serta pemahaman para peserta dalam menjalankan kegiatan laboratorium sesuai dengan standar yang berlaku. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, Labnesia turut memberikan kenang-kenangan kepada Balai K3 Medan sebagai simbol penghargaan dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Labnesia dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini. Kegiatan pelatihan kemudian ditutup kembali oleh Ibu dr. Santi Yuliandari, M.Kes., dengan harapan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan dalam kegiatan laboratorium di Balai K3 Medan. Penyampaian Materi oleh Pakar Labnesia Kegiatan pelatihan menghadirkan Bapak Mulyono, S.T.P., selaku Pakar Labnesia, yang menyampaikan materi secara komprehensi terkait penerapan standar laboratorium serta praktik terbaik dalam pengelolaan laboratorium. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, di mana pada hari pertama peserta mendapatkan pemaparan materi terkait konsep, persyaratan, serta implementasi standar laboratorium. Sementara itu, pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik terkait Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017, sehingga peserta dapat memahami proses audit internal laboratorium secara aplikatif. Selama pelaksanaan pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan serta pengalaman terkait penerapa standar laboratorium di instansi masing-masing. Suasana pelatihan yang interaktif membuat peserta dapat memahami materi dengan lebih baik serta memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan laboratorium sehari-hari. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui kegiatan in house training ini, Labnesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Labnesia juga menyediakan berbagai layanan pengembangan laboratorium seperti pelatihan teknis, pendampingan laboratorium, konsultas standar laboratorium, hingga gap analysis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. Ingin Mengadakan In House Training di Instansi Anda? Bagi instansi atau laboratorium yang ingin menyelenggarakan in house training bersama Labnesia, kegiatan dapat dilaksanakan secara online maupun onsite sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan layanan Labnesia, silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi detail serta konsultasi kebutuhan pelatihan di instansi Anda.
Labnesia Hadirkan Layanan Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium untuk Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Laboratorium

Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas dan standar pengelolaan laboratorium di Indonesia, Labnesia menghadirkan salah satu layanan unggulan berupa Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium. Layanan ini dirancang untuk membantu laboratorium dalam mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara kondisi yang ada dengan standar atau regulasi yang seharusnya dipenuhi. Melalui layanan ini, laboratorium dapat memperoleh gambaran awal mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, baik dari sisi manajemen, teknis operasional, maupun penerapan standar mutu laboratorium. Apa Itu Free Gap Analysis Laboratorium? Free Gap Analysis merupakan proses analisis awal yang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi laboratorium saat ini dibandingkan dengan standar atau persyaratan yang berlaku, seperti sistem manajemen mutu, kompetensi mutu, kompetensi personel, maupun kesiapan menuju akreditasi atau sertifikasi. Adanya gap analysis maka laboratorium dapat mengetahui: Kesesuaian sistem manajemen yang telah diterapkan Kesiapan laboratorium dalam menghadapi audit atau akreditasi Area yang masih memerlukan perbaikan atau pengembangan Strategi peningkatan kualitas laboratorium secara berkelanjutan Hasil dari analisis ini dapat menjadi dasar bagi laboratorium untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah dan efektif. Audiensi Laboratorium Bersama Tim Labnesia Selain melakukan analisis awal, Labnesia juga menyediakan audiensi atau sesi diskusi langsung dengan tim ahli yang berpengalaman di bidang pengelolaan dan pengembangan laboratorium. Dalam sesi audiensi ini, laboratorium dapat: Mengonsultasikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam operasional laboratorium Mendiskusikan strategi peningkatan standar laboratorium Mendapatkan rekomendasi solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing laboratorium Menggali peluang pengembangan kompetensi sumber daya manusia laboratorium Pendekatan ini memungkinkan laboratorium memperoleh masukan yang lebih komprehensi dan aplikatif. Fleksibel : Dapat Dilakukan Secara Online maupun Offline Untuk memberikan kemudahan bagi berbagai laboratorium di berbagai daerah, layanan Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium dapat dilakukan secara: Online, melalui pertemuan virtual Offline, dengan kunjungan langsung ke laboratorium Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Laboratorium Melalui layanan ini, Labnesia berkomitmen untuk menjadi strategis bagi laboratorium dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kesiapan menghadapi berbagai standar maupun regulasi yang berlaku. Dengan adanya Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium, diharapkan laboratorium dapat memperoleh panduan awal yang tepat dalam melakukan pengembangan sistem, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saing laboratorium di tingkat nasional maupun internasional. Bagi laboratorium yang ingin mengetahui kondisi dan kesiapan sistem yang dimiliki saat ini, layanan ini dapat menjadi langkah awal yang efektif sebelum melangkah ke tahap pengembangan atau implementasi standar yang lebih lanjut. Hubungi kami untuk informasi selanjutnya!
Labnesia Kembali Gelar Bootcamp Standar Laboratorium Sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang laboratorium, Labnesia kembali menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk mendukung peningkatan pemahaman praktisi laboratorium terhadap implementasi standar mutu laboratorium secara lebih praktis dan aplikatif. Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 1 mengangkat topik “Klausul 6.2 – Manajemen SDM dan Pemantauan Kompetensi Personel berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 04 Maret 2026 secara online melalui Zoom Meeting. Bootcamp ini diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari 30 instansi, terdiri dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta perusahaan swasra yang memiliki laboratorium pengujian maupun kegiatan terkait pengelolaan laboratorium. Membahas Manajamen SDM dalam ISO/IEC 1702:2017 Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai implementasi Klausul 6.2 dalam SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Pembahasan tersebut menekankan pentingan kompetensi personel laboratorium dalam memastikan kegiatan pengujian dan operasional laboratorium berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai bagaiman laboratorium dapat memastikan bahwa setiap personel memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Topik ini menjadi sangat penting karena kualitas hasil pengujian laboratorium sangat dipengaruhi oleh kompetensi personel yang menjalankan kegiatan tersebut. Narasumber Berpengalaman di Bidang Standar Laboratorium Bootcamp ini menghadirkan Anik Ekawati, S.Si., sebagai pemateri utama. Beliau merupakan Trainer ISO/IEC 17025:2017 yang telah berpengalaman. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium serta membagikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan oleh peserta yang di tempat kerja masing-masing. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan yang aplikatif, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai penerapan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 dalam pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Antusiasme Peserta dari Berbagai Instansi Kegiatan bootcamp ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi serta berpastisipasi dalam sesia diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh peserta terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium masing-masing. Diskusi yang interaktif ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh wawasan baru sekaligus solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam implementasi standar laboratorium Kegiatan bootcamp ini dipandu oleh MC Atikah Afifa Shalsabilah yang memandu jalannya acara sejak pembukaan hingga sesi diskusi. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui penyelenggaraan Bootcamp Standar Laboratorium ini, Labnesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi para praktisi laboratorium di Indonesia. Meningkatkan pemahaman terhadap standar SNI ISO/IEC 17025:2017, diharapkan laboratorium dapat mengelola sistem manajemen mutu secara lebih baik sehingga mampu menghasilkan data pengujian yang akurat, valid, dan dapat dipercaya. Program bootcamp ini juga menjadi salah satu sarana bagi para profesional laboratorium untuk belajar, berdiskusi, serta memperluas jejaring dengan praktisi dari berbagai instansi. Ikuti Program Bootcamp Labnesia Selanjutnya! Labnesia akan terus menghadirkan berbagai program edukasi dan pelatihan terkait standar laboratorium, sistem manajemen mutu, serta pengembangan kompetensi profesional di bidang laboratorium. Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti kegiatan serupa, informasi mengenai program pelatihan dan bootcamp berikutnya dapat diakses disini. Butuh informasi terkait pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium? Hubungi kami untuk informasi selengkapnya!
Pendampingan Laboratorium UINSA: Fokus Penyusunan Dokumen untuk Penguatan Sistem Manajemen

Dalam upaya meningkatkan mutu laboratorium, kegiatan Pendampingan Penyusunan Dokumen Laboratorium bersama UINSA sukses dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan secara online. Pendampingan dipandu langsung oleh Bapak Mulyono, S.T.P., pakar Labnesia. Ia berpengalaman dalam implementasi sistem manajemen laboratorium berbasis standar mutu. Program ini menjadi langkah strategis bagi laboratorium di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Tujuannya adalah memperkuat sistem dokumentasi sebagai fondasi utama tata kelola laboratorium yang profesional dan terstandar. Pentingnya Penyusunan Dokumen dalam Sistem Manajemen Laboratorium Dokumen yang tersusun dengan baik akan: Menjamin konsistensi proses operasional laboratorium Mempermudah proses audit internal maupun eksternal Mendukung pemenuhan persyaratan akreditasi Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pengguna jasa laboratorium Melalui pendampingan ini, peserta mendapatkan peahaman komprehensif tentang struktur dokumen, hierarki dokumentasi, hingga teknik penyusunan dokumen yang efektif dan sesuai standar. Materi Pendampingan Penyusunan Dokumen Dalam sesi yang berlangsung secara interaktif, Bapak Mulyono, S.T.P. membimbim peserta dalam beberapa aspek penting, antara lain: Identifikasi kebutuhan dokumen laboratorium Penyusunan dokumen level 1 hingga level teknis (SOP dan instruksi kerja) Pengendalian dokumen dan rekaman Strategi implementasi dokumen dalam operasional harian Pendampingan dilakukan secara online sehingga memungkinkan diskusi mendalam, review dokumen secara langsung, serta konsultasi spesifik sesuai kebutuhan laboratorium UINSA. Komitmen Peningkatan Mutu Laboratorium Kegiatan pendampingan ini menunjukkan komitmen UINSA dalam membangun sistem manajemen laboratorium yang tertata, sistematis, dan siap menghadapi proses evaluasi maupun akreditasi. Labnesia sebagai mitra pendamping terus mendorong transformasi laboratorium dari sekadar unit operasional menjadi pusat layanan yang unggul, profesional, dan bernilai tambah. Melalui pendampingan penyusunan dokumen laboratorium ini, diharapkan laboratorium UINSA semakin siap dalam mengimplementasikan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penelitian. Labnesia Sebagai Solusi Laboratorium Anda! Mau akreditasI laboratorium tapi masih bingung tahapannya? Hubungi kami untuk free gap analysis sebagai konsultasi awal!
Panduan Menyiapkan Laboratorium Pascapanen untuk Akreditasi ISO/IEC 17025

Akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang menjamin kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Untuk laboratorium pascapanen, memperoleh akreditasi ini bukan hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga memastikan hasil pengujian yang valid dan dapat diandalkan guna mendukung mutu serta keamanan produk pertanian. Agar laboratorium siap menghadapi proses akreditasi, diperlukan langkah-langkah persiapan yang sistematis sesuai dengan pedoman ISO/IEC 17025. 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025 Langkah pertama dalam persiapan akreditasi adalah memahami secara menyeluruh persyaratan dalam ISO/IEC 17025. Standar ini terdiri dari dua aspek utama, yaitu: Persyaratan manajemen, yang mencakup sistem mutu, dokumentasi, dan audit internal. Persyaratan teknis, yang meliputi kompetensi staf, validasi metode pengujian, serta kalibrasi alat laboratorium. Dengan pemahaman yang kuat terhadap standar ini, laboratorium dapat mulai menyusun strategi implementasinya. 2. Melakukan Analisis Kesenjangan Sebelum menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium perlu mengevaluasi sejauh mana prosedur yang saat ini diterapkan sudah memenuhi persyaratan akreditasi. Analisis kesenjangan membantu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki, sehingga laboratorium dapat menyusun rencana tindakan yang lebih efektif. 3. Membangun Sistem Manajemen Mutu Akreditasi ISO/IEC 17025 Untuk memastikan kepatuhan terhadap ISO/IEC 17025, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu yang baik. Langkah ini melibatkan: Penyusunan dokumen mutu, termasuk kebijakan mutu, SOP (Standard Operating Procedures), dan instruksi kerja. Pembuatan sistem pencatatan yang transparan untuk mendukung akurasi dan validitas hasil pengujian. Pelaksanaan audit berkala untuk mengevaluasi efektivitas sistem mutu yang diterapkan. 4. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Keberhasilan implementasi standar ini bergantung pada tenaga laboratorium yang kompeten. Oleh karena itu, penting untuk: Menyelenggarakan pelatihan rutin bagi teknisi dan analis laboratorium. Memastikan staf memahai prosedur pengujian, kalibrasi alat, serta standar mutu yang berlaku. Mengembangkan program evaluasi kinerja untuk memastikan bahwa seluruh personel laboratorium memiliki keterampilan teknis yang sesuai. 5. Validasi Metode Pengujian dan Kalibrasi Peralatan Validasi metode pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur yang digunakan memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, laboratorium juga wajib melakukan kalibrasi alat secara berkala guna mencegah ketidaktepatan dalam hasil pengujian. 6. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan permohonan akreditasi, laboratorium harus menjalankan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem mutu telah sesuai dengan standar. Tujuan dar audit ini adalah untuk: Mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian dalam prosedur operasional. Memastikan bahwa seluruh dokumen dan rekaman mutu terdokumentasi dengan baik. Menyusun tindakan korektif untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan sebelum dilakukan audit eksternak. 7. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah semua persyartan terpenuhi, laboratorium dapat mengajukan permohan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau lembaga akreditasi yang diakui. Proses ini melibatkan: Peninjauan dokumen mutu oleh auditor akreditasi. Asesmen di lokasi untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis laboratorium. Tindakan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian selama proses asesmen. 8. Menjaga Kepatuhan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi, laboratorium pascapanen harus terus berkomitmen menjaga standar mutu melalui: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Pembaruan metode pengujian berdasarkan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Pelatihan lanjutan bagi staf untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman terhadap standar laboratorium. Kesimpulan Mempersiapkan laboratorium pascapanen untuk memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025 memerlukan strategi yang matang dan konsistensi dalam implementasi sistem mutu. Dengan memahami standar, mengoptimalkan manajemen mutu, meningkatkan kompetensi staf, serta menjalankan audit berkala, laboratorium dapat memastikan keandalan hasil uji yang berkualitas. Akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi laboratorium tetapi juga membukan peluang kerja sama dengan industri dan lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Apakah laboratorium Anda siap untuk akreditasi ISO/IEC 17025? Temukan jawaban dan solusi penanganan terbaik bersama Labnesia. Hubungi kami untuk info selengkapnya.
Peran Strategis ISO/IEC 17025 dalam Meningkatkan Mutu Laboratorium Perguruan Tinggi

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dalam lingkungan perguruan tinggi, penerapan standar ini menjadi elemen kunci untuk meningkatkan mutu laboratorium, menjamin validitas hasil uji, serta memperkuat daya saing dalam dunia akademik dan penelitian. Berikut adalah beberapa peran utama standar ini adalah dalam laboratorium perguruan tinggi: 1. ISO/IEC 17025 Memastikan Keakuratan dan Keandalan Hasil Uji Standar ini mewajibkan laboratorium untuk menerapkan prosedur pengujia yang telah terstandarisasi, sehingga meningkatkan akurasi dan keandalan hasil uji. Adanya validasi metode dan kalibrasi peralatan secara berkala, laboratorium perguruan tinggi dapat menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian akademik. 2. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Laboratorium Standar ini mendorong laboratorium untuk memiliki tenaga ahli yang kompeten melalui pelatihan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai prosedur pengujian, manajemen risiko, dan sistem manajemen mutu, staf laboratorium dapat bekerja secara lebih profesional dan efektif. 3. ISO/IEC 17025 Mendukung Akreditasi dan Pengakuan Secara Global Laboratorium perguruan tinggi yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025 mendapatkan pengakuan internasional, membuka peluang besar untuk kolaborasi riset global. Selain itu, akreditasi ini meningkatkan kepercayaan industri dan instansi pemerintah terhadap hasil uji laboratorium akademik. 4. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi dan Standar yang Berlaku Dalam dunia akademik, kepatuhan terhadap standar dan regulasi internasional sangatlah penting. Standar ini membantu laboratorium memastikan bahwa hasil pengujiannya memenuhi persyaratan hukum dan standar industri, sehingga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah maupun industri. 5. Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Manajemen Mutu Penerapan standar ini memungkinkan laboratorium perguruan tinggi mengelola sumber daya yang lebih optimal. Dengan dokumentasi yang jelas, sistem pemantauan kualitas yang ketat, serta evaluasi kinerja berkelanjutan, laboratorium dapat mengurangi kesalahan serta meningkatkan produktivitas. 6. Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Masyarakat Laboratorium yang menerapkan standar ISO/IEC 17025 memiliki kredibilitas tinggi di mata mitra akademik, industri, dan pemerintah. Hal ini berkontribusi pada peningkatan reputasi perguruan tinggi serta memperkuat daya saing dalam dunia penelitian dan inovasi. Melalui berbagai manfaat tersebut, implementasi ISO/IEC 17025:2017 menjadi langkah strategis bagi laboratorium perguruan tinggi dalam mencapai standar mutu yang lebih tinggi. Penerapan standar ini tidak hanya memastikan hasil uji yang valid dan terpercaya, tetapi juga meningkatkan kredibilitas serta daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Kunjungi website Labnesia atau hubungi kami untuk info selengkapnya.
Lima Langkah Strategis Mempersiapkan Laboratorium untuk Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar internasional yang mengatur persyaratan umum bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi agar dapat menunjukkan kompetensi serta menghasilkan data yang andal. Akreditasi berdasarkan standar ini menegaskan bahwa laboratorium memiliki sistem manajemen yang berkualitas tinggi dan hasil pengujian yang kredibel. Berikut lima langkah strategis yang perlu diterapkan untuk memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025:2017. 1. Memahami Standar ISO/IEC 17025:2017 Secara Mendalam Langkah pertama dalam proses akreditasi adalah memahami secara menyeluruh standar ISO/IEC 17025:2017. Standar ini mencakup persyaratan manajerial dan teknis yang wajib dipenuhi oleh laboratorium, seperti: Struktur organisasi yang teroganisir dengan baik, dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas. Sistem manajemen mutu yang terdokumentasi, memastikan prosedur berjalan dengan standar tinggi. Validasi metode pengujian, untuk menjamin akurasi hasil. Peningkatan berkelanjutan, yang diwujudkan melalui audit internal dan tindakan perbaikan. 2. Membangun dan Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO/IEC 17025:2017 Setelah memahami standar, laboratorium harus mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang mencakup kebijakan, prosedur, dan instruksi kerja yang sesuai. Langkah-langkah utama dalam tahap ini mencakup: Menyusun dokumen mutu, seperti Manual Mutu dan Prosedur Operasional Standar (SOP). Menerapkan sistem manajemen mutu dalam operasional Laboratorium secara konsisten. Melatih personel agar memahami dan menjalankan prosedur mutu sesuai standar. 3. Memastikan Kompetensi SDM Laboratorium Personel laboratorium harus memiliki keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi personel meliputi: Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan serta sertifikasi bagi staf laboratorium. Mengadakan pelatihan teknis dan non-teknis terkait pengelolaan mutu dan metode pengujian. Melaksanakan uji kompetensi secara berkala guna memastikan keakuratan hasil pengujian. 4. Menyiapkan Fasilitas, Peralatan, dan Kalibrasi yang Memadai Agar memenuhi standar teknis dan operasional ISO/IEC 17025:2017, laboratorium harus memastikan bahwa fasilitas dan peralatan yang digunakan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Langkah-langkah yang harus diperhatikan antara lain: Memastikan peralatan pengujian dan kalibrasi selalu dalam kondisi optimal. Melakukan kalibrasi berkala untuk memastikan ketertelusuran pengukuran. Menyediakan lingkungan kerja yang memenuhi standar teknis, seperti pengaturan suhu dan kelembaban yang sesuai. 5. Melakukan Audit Internal dan Perbaikan Berkelanjutan Sebelum mengajukan akreditasi ISO/IEC 17025:2017, laboratorium harus menjalankan audit internal guna menilai kesiapan sistem manajemen mutu. Beberapa langkah penting dalam tahap ini meliputi: Mengadakan audit internal berkala untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki. Melaksanakan tindakan korektif dan preventif untuk mengatasi ketidaksesuaian yang ditemukan. Melakukan tinjauan manajemen guna memastikan laboratorium siap untuk proses akreditasi. Mempersiapkan laboratorium untuk akreditasi ISO/IEC 17025:2017 memerlukan strategi sistematis dan komitmen tinggi. Dengan memahami standar, membangun sistem manajemen mutu, meningkatkan kompetensi personel, menyiapkan fasilitas yang sesuai, serta melakukan audit internal secara berkala, laboratorium dapat meningkatkan kredibilitas dan mendapatkan akreditasi internasional. Persiapan yang matang akan membantu laboratorium menjalani proses akreditasi dengan lancar serta meningkatkan reputasi. Labnesia hadir untuk membantu laboratorium Anda terakreditasi standar internasional. Hubungi kami untuk informasi lebih lengkap!
Jaminan Mutu Pengujian dalam Laboratorium ISO/IEC 17025:2017: Pentingnya dan Langkah-Langkah Implementasinya

Jaminan Mutu Laboratorium 17025 Jaminan mutu pengujian adalah elemen kritis dalam laboratorium yang beroperasi sesuai standar ISO/IEC 17025:2017. Jaminan mutu memastikan bahwa hasil pengujian yang dihasilkan akurat, konsisten, dan dapat diandalkan. Dalam blog ini, kami akan membahas pentingnya jaminan mutu pengujian dalam laboratorium, bagaimana hal ini berkaitan dengan standar ISO/IEC 17025:2017, serta langkah-langkah praktis untuk mengimplementasikan jaminan mutu yang efektif dalam lingkungan laboratorium. Apa itu Jaminan Mutu Pengujian? Jaminan mutu pengujian adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh laboratorium untuk memastikan bahwa semua aspek pengujian dilakukan dengan standar yang tinggi dan sesuai dengan persyaratan standar ISO/IEC 17025:2017. Hal ini melibatkan penggunaan metode pengujian yang valid, pengawasan ketat terhadap proses pengujian, pelatihan staf yang tepat, serta pemeliharaan peralatan dan fasilitas. Pentingnya Jaminan Mutu Pengujian dalam Laboratorium Jaminan mutu pengujian memiliki arti penting dalam laboratorium:Akurasi Hasil: Memastikan bahwa hasil pengujian akurat dan dapat diandalkan, sesuai dengan nilai yang sebenarnya. Kepercayaan Pelanggan: Meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap hasil layanan pengujian. Pemenuhan Standar: Memastikan laboratorium mematuhi persyaratan ISO/IEC 17025:2017. Keseragaman Hasil: Menjaga konsistensi hasil pengujian antara waktu dan operator. Implementasi Jaminan Mutu Pengujian dalam Laboratorium Validasi Metode Pengujian: Pastikan metode pengujian yang digunakan telah divalidasi dan diverifikasi untuk akurasi dan keandalan. Pelatihan Staf: Memberikan pelatihan yang tepat kepada staf untuk memastikan proses pengujian dilakukan dengan benar. Audit Internal: Selenggarakan audit internal secara berkala untuk memverifikasi kepatuhan laboratorium terhadap prosedur dan persyaratan standar. Pemeliharaan Peralatan: Lindungi peralatan laboratorium dengan pemeliharaan rutin dan kalibrasi untuk akurasi hasil yang konsisten. Pengelolaan Rekaman: Pastikan semua rekaman hasil pengujian dan dokumentasi lainnya dikelola dengan baik untuk referensi dan audit. Kesimpulan: Jaminan mutu pengujian adalah aspek penting dalam laboratorium ISO/IEC 17025:2017 yang harus dikelola dengan serius. Dengan memahami pentingnya jaminan mutu, dan mengimplementasikan langkah-langkah praktis yang sesuai, laboratorium dapat meningkatkan akurasi, konsistensi, dan kepercayaan hasil pengujian mereka. Jaminan mutu memainkan peran sentral dalam mencapai kepatuhan terhadap standar internasional, memenuhi harapan pelanggan, dan menciptakan reputasi unggul dalam layanan pengujian dan kalibrasi. Sumber Literasi: ISO/IEC 17025:2017 General Requirements for the Competence of Testing and Calibration Laboratories oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC). “Handbook for the Quality Assurance of Metrological Measurements” oleh Michael Grabe. “Quality Assurance in Analytical Chemistry” oleh Elizabeth Prichard.
