Labnesia Gelar Webinar Nasional Optimalisasi Laboratorium Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal

Labnesia sukses menyelenggarakan Webinar Nasional “Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal” pada Selasa, 10 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan Ibu Anik Ekawati, S.Si. sebagai narasumber. Beliau merupakan praktisi berpengalaman di bidang sistem manajemen mutu laboratorium, dengan keahlian meliputi pelatihan ISO/IEC 17025, validasi metode, audit internal, dan pendampingan akreditasi. Acara dipandu oleh Berryl Jovanna sebagai moderator dan pembawa acara. Sebanyak 157 peserta mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri pangan yang memiliki unit laboratorium. Antusiasme Tinggi dari Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal Kegiatan berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir. Selain itu, peserta aktif menyampaikan pertanyaan seputar pengembangan layanan laboratorium. Topik yang dibahas dinilai sangat relevan dengan kebutuhan laboratorium pangan saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi diskusi berlangsung. Topik yang dibahas dinilai relevan dengan kondisi laboratorium pangan saat ini, terutama di tengah meningkatnya tuntutan regulasi kehalalan produk dan ketatnya persyaratan pelabelan gizi dari BPOM. Membahas Peran Strategis Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal Pada sesi materi, narasumber membuka diskusi dengan menegaskan bahwa laboratorium bukan sekadar cost center. Tanpa data laboratorium yang andal, implementasi standar seperti GMP, HACCP, ISO 22000, maupun FSSC 22000 tidak dapat dibuktikan secara objektif. Narasumber memperkenalkan konsep Segitiga Emas Mutu Pangan. Konsep ini terdiri dari tiga pilar utama, yaitu keamanan pangan, mutu pangan, dan gizi pangan. Narasumber menjelaskan beberapa strategi untuk meningkatkan pendapatan laboratorium. Salah satunya adalah mengembangkan paket layanan berbasis instrumen. Parameter Uji dan Peluang Layanan Laboratorium Peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai parameter uji utama yang menjadi layanan bernilai tinggi di segmen pangan, gizi, dan halal. Untuk pengujian gizi, parameter yang dibahas mencakup uji proksimat (kadar air, protein, lemak, karbohidrat) serta analisis vitamin dan mineral menggunakan HPLC dan spektrofotometri. Semua parameter ini wajib dicantumkan dalam Tabel Informasi Nilai Gizi. Hal ini sesuai dengan Peraturan BPOM No. 22 Tahun 2019. Untuk pengujian kehalalan, beberapa metode kunci yang dibahas meliputi identifikasi DNA babi menggunakan Real-Time PCR, deteksi alkohol/etanol dengan GC-FID atau GC-MS, serta penapisan bahan terlarang menggunakan FTIR atau LC-MS/MS. Strategi Menjadikan Laboratorium sebagai Income Generator Salah satu materi utama membahas cara mengoptimalkan instrumen laboratorium agar memberikan nilai ekonomi nyata. Narasumber menjelaskan pentingnya pemetaan aset melalui master asset register untuk mengetahui tingkat utilisasi setiap instrumen. Selain itu, laboratorium dapat menerapkan tarif berjenjang, mulai dari layanan reguler hingga very urgent. Instrumen yang jarang digunakan juga dapat dimanfaatkan melalui skema rental atau training center. Di sisi lain, akreditasi ISO/IEC 17025 dari KAN tetap menjadi fondasi penting. Akreditasi ini membantu laboratorium memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan. Kegiatan berlangsung interaktif dari awal hingga akhir acara. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengembangan layanan laboratorium. Topik yang dibahas dinilai sangat relevan dengan kebutuhan laboratorium pangan saat ini. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi diskusi. Testimoni Peserta Webinar ini juga menyertakan sesi testimoni dari peserta yang memperkuat kesan positif terhadap materi yang disampaikan. Labnesia Hadir Mendukung Pengembangan Laboratorium Melalui webinar ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas laboratorium Indonesia. Dukungan diberikan melalui pelatihan, webinar, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium. Bagi laboratorium pangan, gizi, atau halal yang ingin mengembangkan layanan dan memperkuat sistem mutu, Labnesia menyediakan program pendampingan yang komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium Anda. Program ini dirancang khusus untuk laboratorium Indonesia. Tujuannya adalah membantu laboratorium menjadi lebih kompeten dan berdaya saing. Ingin mengoptimalkan laboratorium Anda menjadi income generator yang kompetitif dan berkelanjutan? Hubungi tim Labnesia untuk mendapatkan layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium Anda.

Pelatihan dan Workshop Sertifikasi Panelis Terlatih Pengujian Sensori Berlangsung Sukses di Semarang

Labnesia kembali menyelenggarakan Pelatihan & Workshop Berbasis Sertifikasi Panelis Terlatih Pengujian Sensori Pangan yang dilaksanakan secara onsite di Hotel Candi Indah Semarang pada 13-14 Februari 2026 dan 16 Februari 2026 Sertifikasi secara online. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi panelis dalam menghasilkan data sensori yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung industri pangan maupun institusi pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Universitas PGRI Semarang, Universitas Padjadjaran, dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Proses pelatihan ini berlangsung lebih intensif, fokus, dan interaktif. Acara dipandu oleh MC Endang Setyowati yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif.  Hari Pertama : Penguatan Dasar Analisis Sensori Hari pertama pelatihan diisi oleh Bapak Mulyono, S.T.P., yang membawakan materi fundamental analisis sensori. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai : Prinsip dasar analisis sensori Fisiologi pancar indera dalam pengujian Kosakata dan atribut sensori Jenis serta prosedur uji pembedaan Workshop uji kemampuan dasar (warna, rasa, aroma) Kegiatan dibuka dengan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber yaitu Bapak Mulyono S.T.P.  Sesi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung untuk melatih kepekaan indera peserta. Diskusi berlangsung aktif, terutama saat membahas penerapan metode sensori dalam penelitian dan pengembangan produk pangan. Hari Kedua : Uji Deskriptif dan Pengelolaan Panelis Terlatih Pada hari kedua, materi disampaikan oleh Ibu Maylani Permata Saputri, S.Si. dengan fokus pada penguatan metode lanjutan dan manajemen panelis. Materi yang dibahas meliputi : Prosedur Uji Deskriptif Kuantitatif (QDA) Good Sensory Practices (GSP) Pembentukan panelis terlatih Pengelolaan kinerja dan konsisten penilaian Workshop uji produk (rating, scoring, segitiga) Peserta melalukan simulasi penilaian produk menggunakan metode rating, scoring, dan segitiga sehingga memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana menjaga objektivitas dan konsistensi hasil uji sensori.  Antusiasme dan Keterlibatan Peserta Sepanjang dua hari pelatihan, peserta menunjukkan antuasiasme tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi, ketelitian saat praktik, serta keseriusan dalam memahami setiap prosedur pengujian. Suasana pelatihan terasa kolaboratif dan aplikatif, sehingga peserta dapat langsung mengaitkan materi dengan kebutuhan institusi masing-masing. Tingkatkan Kompetensi Panelis Sensori Anda Pelatihan ini menjadi bukti komitmen Labnesia dalam mendukug peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pengujian sensori pangan melalui program berbasis sertifikasi. Bagi Anda yang ingin meningkatkan kompetensi sebagai panelis sensori terlatih dan mendapatkan pengalaman praktik langsung bersama narasumber berpengalaman, segera ikuti program pelatihan berikutnya. Butuh pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium? Hubungi kami dan temukan solusinya!