Labnesia Goes to Campus UMJ: Dorong Laboratorium Siap Akreditasi dan SDM Makin Kompeten

Labnesia Goes to Campus UMJ: Dorong Laboratorium Siap Akreditasi dan SDM Makin Kompeten

Labnesia Goes to Campus UMJ: Dorong Laboratorium Siap Akreditasi dan SDM Makin Kompeten Labnesia Goes to Campus UMJ: Dorong Laboratorium Siap Akreditasi dan SDM Makin Kompeten Dalam rangka memperkuat peran laboratorium pendidikan tinggi sebagai pilar utama mutu riset dan pembelajaran, Labnesia kembali hadir lewat program unggulan Labnesia Goes to Campus. Kali ini, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi tuan rumah dalam kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Personel dan Tata Kelola Laboratorium Berbasis ISO/IEC 17025:2017.” Transformasi Mutu Laboratorium Dimulai dari Sini Labnesia terus menegaskan komitmennya sebagai platform pusat layanan laboratorium yang terpercaya, mendampingi berbagai institusi—baik perguruan tinggi, lembaga pemerintah, maupun industri—untuk mewujudkan laboratorium yang unggul, profesional, dan terakreditasi. Melalui kegiatan Kuliah Praktisi yang edukatif dan aplikatif ini, Labnesia hadir tak hanya untuk berbagi ilmu, tetapi juga mendorong terciptanya SDM laboratorium yang siap menghadapi tantangan akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Kolaborasi Strategis untuk Pendidikan Tinggi Berstandar Internasional Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa Fakultas Teknik UMJ serta para kepala dan personel laboratorium. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh: Dr. Muhammad Hadi, M.Kep. – Wakil Rektor I UMJ, yang menegaskan pentingnya sinergi perguruan tinggi dengan mitra seperti Labnesia. Ir. Nurul Hidayati Fithriyah, S.T., M.Sc., Ph.D. – Wakil Dekan I Fakultas Teknik, yang menekankan urgensi penerapan standar internasional dalam laboratorium kampus. Kegiatan ini diperkaya dengan pemaparan dari Bapak Mulyono, S.T.P., pakar tata kelola laboratorium, yang membahas strategi implementatif dalam meningkatkan mutu SDM dan sistem manajemen laboratorium berbasis SNI ISO/IEC 17025:2017. Manfaat Langsung untuk Peserta Para peserta mendapatkan bekal ilmu dan pengalaman praktis, mulai dari: Prinsip-prinsip dasar tata kelola laboratorium sesuai ISO/IEC 17025 Strategi penguatan kompetensi personel laboratorium Tips dan langkah menuju akreditasi laboratorium yang efektif Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif untuk membangun budaya mutu yang kuat dan berkelanjutan. Labnesia Siap Hadir di Kampus Anda! Apakah kampus Anda sedang mempersiapkan laboratorium untuk akreditasi atau ingin meningkatkan kompetensi SDM laboratorium? ✨ Labnesia hadir sebagai mitra strategis untuk mengadakan: Kuliah Praktisi Workshop Standar Mutu Laboratorium Pendampingan Implementasi ISO/IEC 17025:2017 📲 Segera konsultasikan kebutuhan kampus Anda! Klik link berikut untuk berbicara langsung dengan tim kami:👉 Hubungi Admin via WhatsApp

Tingkatkan Kompetensi Laboratorium Melalui Sertifikasi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 Bersama LSP Edukasi Global Cendekia

Tingkatkan Kompetensi Laboratorium Melalui Sertifikasi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 Bersama LSP Edukasi Global Cendekia 2

Tingkatkan Kompetensi Laboratorium Melalui Sertifikasi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 Bersama LSP Edukasi Global Cendekia Mengapa Sertifikasi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 Penting bagi Dosen dan Tenaga Laboratorium? Dalam upaya meningkatkan mutu laboratorium pengujian dan kalibrasi di Indonesia, penerapan standar internasional ISO/IEC 17025:2017 merupakan langkah krusial. Namun, keberhasilan implementasi standar ini tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kompetensi sumber daya manusia, khususnya peran penting dari Lead Implementer. Menjawab kebutuhan tersebut, LSP Edukasi Global Cendekia menyelenggarakan program Sertifikasi Kompetensi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 yang menyasar para dosen, teknisi laboratorium, dan tenaga profesional dari berbagai sektor. Pelatihan Teknis Intensif: Pahami ISO/IEC 17025 secara Mendalam Program ini diawali dengan sesi pelatihan teknis intensif pada tanggal 23–25 April 2025. Diselenggarakan secara hybrid di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, pelatihan ini menghadirkan instruktur bersertifikat dengan pengalaman implementasi nyata di berbagai institusi laboratorium. Materi Pelatihan Meliputi: Pemahaman prinsip dasar dan klausul ISO/IEC 17025:2017 Teknik penyusunan dokumentasi sistem manajemen mutu laboratorium Strategi pelaksanaan audit internal dan pengelolaan risiko Simulasi implementasi standar melalui studi kasus Pelatihan ini dirancang interaktif dan aplikatif, sehingga peserta dapat langsung memahami bagaimana standar diterapkan secara praktis di lapangan. Ujian Sertifikasi: Validasi Kompetensi Peserta Selanjutnya, proses ujian sertifikasi kompetensi dilaksanakan pada 30 April 2025 secara daring. Uji kompetensi ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua, yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan sektor industri. Metode Penilaian: Ujian tulis Wawancara atau ujian lisan oleh asesor profesional Seluruh proses asesmen dilaksanakan oleh tim LSP Edukasi Global Cendekia untuk memastikan validitas dan objektivitas hasil. Komitmen Profesionalisme: Penutupan dan Testimoni Peserta Penutupan acara dilakukan secara resmi oleh Ketua LSP Edukasi Global Cendekia. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membangun ekosistem laboratorium yang profesional, terstandarisasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Para peserta memberikan testimoni positif terhadap pengalaman pelatihan. Mereka menilai metode pembelajaran yang fleksibel, materi yang komprehensif, serta interaksi dua arah menjadi poin unggulan dalam kegiatan ini. Labnesia Mendukung Peningkatan Kompetensi Dosen dan Tenaga Laboratorium Kegiatan sertifikasi ini membuktikan bahwa dengan pelatihan yang berkualitas dan proses asesmen yang kredibel, SDM laboratorium Indonesia mampu bersaing secara global. Labnesia, sebagai platform peningkatan mutu laboratorium dan pengembangan kompetensi dosen, mendukung penuh inisiatif seperti ini agar lebih banyak institusi memperoleh tenaga profesional bersertifikat. Ingin Tingkatkan Kompetensi Anda di Bidang Laboratorium? Jangan ragu untuk menghubungi admin Labnesia dan dapatkan informasi lengkap mengenai program yang sesuai dengan kebutuhan institusi Anda. Bersama Labnesia, mari wujudkan laboratorium berkualitas tinggi yang mampu mendorong akreditasi dan reputasi akademik yang lebih baik.

Strategi Efektif Meningkatkan Kinerja Laboratorium: Kupas Tuntas Manajemen Peralatan ISO/IEC 17025:2017 di Bootcamp Labnesia

Strategi Efektif Meningkatkan Kinerja Laboratorium: Kupas Tuntas Manajemen Peralatan ISO/IEC 17025:2017 di Bootcamp Labnesia Apakah laboratorium Anda sudah siap menghadapi proses akreditasi dengan tata kelola peralatan yang profesional dan sesuai standar internasional? Labnesia sukses menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium pada 12 Juni 2025, dengan fokus pada topik krusial: Manajemen Peralatan Laboratorium sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017 Klausul 6.4. Acara ini menjadi momentum penting dalam menguatkan budaya mutu di berbagai laboratorium pengujian. Fokus pada Kunci Validitas Data: Pengelolaan Peralatan Uji Kinerja laboratorium tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat, tetapi juga oleh bagaimana peralatan tersebut dikelola, dikalibrasi, dan didokumentasikan dengan baik. Dalam bootcamp ini, 59 peserta dari berbagai sektor – perguruan tinggi, instansi pemerintah, hingga industri – mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi ahli. Belajar Langsung dari Pakar Berpengalaman Dipandu oleh Bapak Mulyono, S.T.P., peserta dibimbing untuk memahami: Pemilihan alat yang sesuai kebutuhan pengujian Proses kalibrasi dan verifikasi yang berkelanjutan Strategi pemeliharaan preventif Tata kelola dokumen peralatan untuk audit dan akreditasi Sesi berjalan interaktif, praktis, dan aplikatif – menghubungkan teori dengan studi kasus nyata yang dihadapi laboratorium di lapangan. Bonus Eksklusif: Template Dokumen ISO/IEC 17025:2017 Peserta juga memperoleh template dokumen ISO/IEC 17025:2017 siap pakai, yang memudahkan laboratorium dalam menyusun atau memperbarui sistem dokumentasi sesuai standar internasional. Suara Peserta: “Materinya sangat aplikatif dan mudah dicerna. Studi kasusnya sesuai realitas laboratorium kami. Apalagi ditambah dengan games interaktif, suasana jadi menyenangkan dan tidak membosankan meski materinya teknis.” Kesimpulan: Tata Kelola Peralatan = Jaminan Kualitas dan Reputasi Melalui manajemen peralatan yang sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017, laboratorium tidak hanya siap untuk akreditasi, tetapi juga mampu menjaga kualitas data, membangun kepercayaan, dan memperkuat daya saing secara berkelanjutan. Saatnya Upgrade Mutu Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Kami menyediakan layanan: Pendampingan Implementasi ISO/IEC 17025:2017 Pelatihan Teknis & Manajemen Mutu Laboratorium Sertifikasi Kompetensi Personel Laboratorium Bangun laboratorium yang kompeten, kredibel, dan siap akreditasi bersama tim ahli Labnesia. Tertarik berdiskusi lebih lanjut atau butuh pendampingan profesional?Klik di sini untuk konsultasi langsung via WhatsApp.

Pahami Pentingnya Klausul 6.3 ISO/IEC 17025:2025: Kunci Utama Validitas Hasil Uji Laboratorium

Pahami Pentingnya Klausul 6.3 ISO/IEC 17025:2025: Kunci Utama Validitas Hasil Uji Laboratorium

Pahami Pentingnya Klausul 6.3 ISO/IEC 17025:2025: Kunci Utama Validitas Hasil Uji Laboratorium Pahami Pentingnya Klausul 6.3 ISO/IEC 17025:2025: Kunci Utama Validitas Hasil Uji Laboratorium Dalam proses menuju akreditasi laboratorium berstandar internasional, pengendalian fasilitas dan lingkungan kerja kerap menjadi aspek yang terlewatkan—padahal inilah salah satu elemen paling vital dalam menghasilkan data uji yang valid dan konsisten. Melalui Bootcamp Standar Laboratorium bertema “Optimasi Laboratorium Pengujian: Implementasi & Akreditasi ISO/IEC 17025:2025”, Labnesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun laboratorium unggul di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Juni 2025, dan secara khusus membahas Klausul 6.3 ISO/IEC 17025:2025 tentang Manajemen Kondisi Fasilitas dan Lingkungan. Kenapa Klausul 6.3 Menjadi Sorotan? Klausul 6.3 berfokus pada bagaimana lingkungan laboratorium harus dikontrol untuk menjamin kualitas hasil uji. Dalam sesi ini, ditekankan pentingnya: Menjaga suhu dan kelembaban yang stabil di ruang uji Memastikan pencahayaan dan ventilasi memadai Menata ruang secara ergonomis untuk mencegah kontaminasi silang Mengendalikan gangguan mekanis, elektromagnetik, hingga getaran Menjamin keamanan dan akses terbatas ke area kritikal Tanpa pengendalian faktor-faktor tersebut, bahkan metode uji terbaik tidak akan mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat dipercaya. Materi Disampaikan Langsung oleh Ahli Mutu Nasional Bootcamp ini dipandu oleh Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., Ketua Unit Manajemen Mutu dan pakar Labnesia, yang telah mendampingi berbagai laboratorium menuju akreditasi nasional dan internasional. Beliau membagikan: Pengalaman nyata dari proses audit di berbagai laboratorium Studi kasus terkait nonconformities umum akibat kondisi fasilitas Strategi praktis untuk mencegah temuan kritis dalam audit akreditasi Sesi ini tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan pembekalan strategis dan aplikatif untuk diterapkan langsung di lapangan. Labnesia: Siap Menjadi Mitra Peningkatan Mutu Laboratorium Lebih dari sekadar penyelenggara pelatihan, Labnesia hadir sebagai mitra strategis bagi laboratorium di seluruh Indonesia. Melalui bootcamp ini, Labnesia membuka ruang konsultasi tanpa komitmen untuk mendiskusikan kebutuhan unik setiap laboratorium. Sebagai bentuk apresiasi, voucher pelatihan eksklusif diberikan kepada seluruh peserta, sekaligus membuka peluang kolaborasi antar pelaku laboratorium dari berbagai sektor. Konsultasi Awal Tanpa Komitmen Yuk, diskusikan kebutuhan laboratorium Anda bersama tim ahli dari Labnesia. Klik link berikut untuk konsultasi langsung via WhatsApp:👉 Hubungi Admin Sekarang Bangun laboratorium yang kompeten, kredibel, dan siap akreditasi bersama Labnesia dan LSP Edukia!Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkuat mutu dari sisi yang paling mendasar—fasilitas dan lingkungan kerja laboratorium Anda.

Bootcamp Laboratorium 2025: Strategi Implementasi dan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Bootcamp Laboratorium 2025: Strategi Implementasi dan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Bootcamp Laboratorium 2025: Strategi Implementasi dan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Apakah laboratorium Anda siap meningkatkan kualitas menuju standar internasional? Labnesia menghadirkan Bootcamp Laboratorium 2025, sebuah program pelatihan intensif untuk mengoptimalkan implementasi ISO/IEC 17025:2017 secara menyeluruh. Program ini dirancang khusus bagi laboratorium pengujian di lingkungan perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan industri. Tentang Labnesia – Mitra Transformasi Laboratorium Anda Labnesia adalah platform layanan terpadu yang berfokus pada peningkatan kualitas laboratorium di lingkungan Perguruan Tinggi, Pemerintahan, dan Industri. Dengan pengalaman mendampingi ratusan institusi, kami hadir sebagai solusi profesional untuk mendukung pencapaian dan pemeliharaan akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Apa Itu Bootcamp Optimasi Laboratorium? Program pelatihan ini terdiri dari 5 seri intensif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan teknis tim laboratorium Anda dalam menerapkan setiap klausul krusial dari ISO/IEC 17025:2017. Setiap sesi difokuskan pada aspek penting yang sering menjadi tantangan saat proses akreditasi. Jadwal & Materi Bootcamp ISO/IEC 17025:2017 Manajemen SDM & Kompetensi Teknis (Klausul 6.2)🗓️ Rabu, 28 Mei 2025 Kondisi Fasilitas & Lingkungan Laboratorium (Klausul 6.3)🗓️ Kamis, 5 Juni 2025 Pengelolaan dan Kalibrasi Peralatan (Klausul 6.4)🗓️ Kamis, 12 Juni 2025 Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu (Klausul 8.2, 8.3, 8.4)🗓️ Kamis, 19 Juni 2025 Jaminan Kualitas Hasil Uji (Klausul 7.8)🗓️ Kamis, 26 Juni 2025 🕘 Pukul: 09.00 – 12.00 WIB💻 Media: Zoom Meeting (online) Fasilitas Eksklusif Peserta Materi pelatihan aplikatif dengan diskusi interaktif Template prosedur dan formulir sesuai klausul Dokumen ISO/IEC 17025:2017 versi editable E-Certificate senilai 24 Jam Pelajaran (JP) Akses ulang materi dalam bentuk rekaman terbatas Pendaftaran & Pembayaran Pendaftaran dilakukan melalui WhatsApp ke nomor 0821-7222-1567 (Endang)Rekening pembayaran:Bank MandiriNo. Rekening: 136-00-3302872-8a.n. PT EDUKASI GLOBAL CENDEKIA Bukti transfer dapat dikirimkan langsung ke WhatsApp kontak tersebut.Surat undangan resmi dapat diunduh disini. Mengapa Memilih Labnesia? Tim profesional dengan pengalaman mendalam dalam sistem mutu laboratorium Materi pelatihan yang praktis dan relevan dengan kebutuhan akreditasi Akses jaringan nasional antar laboratorium untuk berbagi praktik terbaik Telah dipercaya oleh lebih dari 1.000 peserta di seluruh Indonesia Siap Hadapi Tantangan Akreditasi 2026? Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk meningkatkan mutu dan daya saing laboratorium Anda secara strategis!Gabung bersama Labnesia sekarang juga dan wujudkan laboratorium yang unggul, kompeten, dan siap akreditasi! Hubungi Admin Labnesia Sekarang! Untuk informasi lebih lanjut, pendaftaran, atau kerja sama pelatihan, hubungi tim kami melalui WhatsApp di 0821-7222-1567 (Endang).Mari bertransformasi bersama Labnesia — Partner Strategis Menuju Laboratorium Unggul Berstandar ISO/IEC 17025!

Kupas Tuntas Klausul 6.2 ISO/IEC 17025:2017 tentang SDM di Bootcamp Labnesia – Dihadiri 50+ Peserta dari 29 Instansi

Kupas Tuntas Klausul 6.2 ISO/IEC 17025:2017 tentang SDM di Bootcamp Labnesia – Dihadiri 50+ Peserta dari 29 Instansi

Kupas Tuntas Klausul 6.2 ISO/IEC 17025:2017 tentang SDM di Bootcamp Labnesia – Dihadiri 50+ Peserta dari 29 Instansi Kupas Tuntas Klausul 6.2 ISO/IEC 17025:2017 tentang SDM di Bootcamp Labnesia – Dihadiri 50+ Peserta dari 29 Instansi Labnesia kembali mengukuhkan perannya sebagai pusat layanan laboratorium terpercaya di Indonesia. Pada Selasa, 28 Mei 2025, Labnesia sukses menggelar Bootcamp Nasional ISO/IEC 17025:2017 dengan fokus pembahasan Klausul 6.2: Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pemantauan Kompetensi SDM. Optimasi Laboratorium Pengujian Menuju Akreditasi Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar bertema “Optimasi Laboratorium Pengujian: Implementasi & Akreditasi ISO/IEC 17025:2017”—yang dirancang untuk mendampingi laboratorium dalam menerapkan sistem manajemen mutu sesuai standar internasional. Topik Kunci: Kompetensi SDM sebagai Pilar Akreditasi Lebih dari 50 peserta dari 29 instansi—meliputi perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, dan laboratorium swasta—mengikuti sesi ini. Fokus utama adalah bagaimana mengelola kompetensi SDM secara sistematis dan berkelanjutan untuk mendukung proses akreditasi laboratorium. Materi dibawakan oleh Bapak Mulyono, S.T.P., pakar Labnesia, yang menegaskan bahwa: “Klausul 6.2 bukan hanya soal kompetensi teknis, tetapi tentang sistem kerja yang menjamin mutu secara konsisten.” Materi Praktis & Dokumen Template Siap Pakai Peserta mendapatkan manfaat nyata berupa: Materi teknis dan manajerial yang aplikatif di lapangan. Dokumen template ISO/IEC 17025:2017 untuk mendukung implementasi langsung di unit masing-masing. Suasana Interaktif dan Edukatif Dipandu oleh Endang dari Tim Labnesia, sesi berlangsung interaktif, diselingi dengan games berhadiah yang menambah antusiasme peserta. Suasana ini menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dicerna. Testimoni Peserta “Materinya padat dan praktis. Saya merasa sangat terbantu dalam memahami aspek SDM dalam ISO/IEC 17025. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut!” Ingin Tingkatkan Kompetensi SDM dan Akreditasi Laboratorium Anda? Labnesia bersama LSP Edukia siap membantu Anda melalui: Pelatihan ISO/IEC 17025:2017 Pendampingan implementasi sistem mutu laboratorium Sertifikasi kompetensi personel laboratorium secara resmi 📲 Hubungi Admin Sekarang melalui tautan berikut untuk konsultasi dan pendaftaran: 👉 Klik untuk Chat WhatsApp Admin Bangun laboratorium yang kompeten, kredibel, dan terakreditasi bersama Labnesia & LSP Edukia!

Tingkatkan Kompetensi Laboratorium dalam 3 hari : Pelatihan & Sertifikasi Internasional 17025:2017 Bersama Labnesia di UII

Yogyakarta, 23-25 April 2025 – Dalam rangka memperkuat sistem manajemen mutu laboratorium di Indonesia, PT Padma Global Nusatama  melalui platform edukatif Labnesia sukses menyelenggarakan Pelatihan dan Setifikasi Internasional Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017. Program intensif selama tiga hari ini dilaksanakan secara hybrid dan didukung penuh oleh Laboratorium Kualitas Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai tuan rumah. Mengusung tema 3 Hari Jago Kelola Laboratorium, pelatihan ini diikuti 68 peserta dari 23 institusi berbeda, termasuk universitas, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta. Mulai dari Sumatera hingga Kupang. Tercatat 51 peserta, mengikuti secara daring dan 17 hadir langsung di kampus UII Yogyakarta. Hari 1: Pelatihan Dasar-dasar ISO/IEC 17025 dan Prinsip PDCA Pembukaan kegiatan berlangsung meriah pada Rabu, 23 April 2025, dibuka oleh MC Endang Setyowati dan diiringi doa serta lagu kebangsaan. Sambutan disampaikan oleh: Dr. Eng. Awaluddin Nurmiyanto, S.T., M.Eng – Ketua Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII. Bela Lestari Dwireja, S.P. – Direktur Bussines & Sustainability, Labnesia. Materi pelatihan hari pertama dibawakan oleh Indra Permana, S.P., M.P., yang membahas: Pengantar ISO/IEC 17025:2017 dan siklus PDCA. Struktur standar serta dasar regulasi. Etika profesional, ketidakberpihakan, dan kerahasiaan. Langkah-langkah awal implementasi sistem manajemen laboratorium Diskusi interaktif menunjukkan antusiasme tinggi peserta terhadap topik yang dibahas. Hari 2: Pelatihan Penguatan Sistem Manajemen dan Operasional Laboratorium Pelatihan kedua pada Kamis, 24 April 2025, peserta mendalami aspek teknis manajemen laboratorium bersama Mulyono, S.T.P., mencakup: Kepemimpinan dan manajemen SDM. Sistem dokumentasi dan pengelolaan informasi. Validasi metode, pengambilan sampel, dan ketertelusuran hasil uji. Studi kasus praktis untuk mengaitkan teori dan praktik. Pelatihan hari kedua membantu peserta membangun sistem laboratorium yang terstruktur dan sesuai standar. Hari 3: Audit Internal, Evaluasi Mutu, dan Kunjungan Laboratorium Hari terakhir sekaligus pelatihan terakhir pada Jumat, 25 April 2025, peserta diajak langsung mengunjungi Laboratorium Kualitas Lingkungan FTSP UII yang telah terakreditasi KAN, guna melihat langsung implementasi ISO/IEC 17025 dalam praktik. Topik yang dibahas meliputi: Simulasi audit internal dan manajemen risiko. Penanganan ketidaksesuaian dan perbaikan berkelanjutan. Evaluasi jaminan mutu, uji profisiensi, dan pelaporan hasil. Peserta sangat terkesan dengan tata kelola laboratorium UII. Salah satu peserta mengatakan: “Lab-nya tertata dengan sangat baik. Kunjungan ini memperjelas bagaiman standar diterapkan secara nyata.” ujar salah satu peserta dari instansi perguruan tinggi. Simulasi audit internal menjadi puncak kegiatan, memperkuat kesiapan peserta sebagai Lead Implementer yang mampu memimpin sistem mutu laboratorium. Apresiasi Tinggi : Testimoni Bintang 5 dari Peserta Kegiatan ini mendapat respons luar biasa. Para peserta aktif dalam diskusi, berbagai pengalaman memberikan testimoni bintang lima atas kualitas materi, keahlia narasumber, dan suasana pelatihan yang kondusif. “Materinya aplikatif dan disampaikan sistematis. Kami berharap pelatihan teknis seperti ini terus diselenggarakan oleh Labnesia” ujar peserta dari sektor swasta. Komitmen Labnesia : Siap Cetak SDM Laboratorium Unggul Pelatihan ini menegaskan komitmen PT Padma Global Nusataman dan Labnesia dalam membina SDM unggul di bidang laboratorium. Tidak hanya terbatas pada ISO/IEC 17025, tetapi juga akan menyasar pelatihan untuk ISO 15189, Good Laboratory Practice (GLP), bio-risk management, dan digitalisasi laboratorium ke depannya. Tertarik Mengikuti Pelatihan Serupa? Jangan lewatkan kesempatan berikutnya untuk meng-upgrade laboratorium Anda! Hubungi Labnesia sekarang juga dan jadwalkan sesi konsultasi bersama tim ahli kami. Bersama Labnesia, wujudkan laboratorium yang andal, terakreditasi, dan siap menghadapi masa depan!

Labnesia Gelar Webinar Nasional – Dari Praktik Laboratorium ke Industri: Sukses Berkarir di Bidang R&D, QC/QA, dan Produksi

Pada Selasa, 18 Maret 2025, Labnesia kembali mengadakan webinar bertajuk “Dari Praktik Laboratorium ke Industri: Sukses Berkarir di Bidang R&D, QC/QA, dan Produksi”. Acara ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai sektor, termasuk akademisi, pemerintah, serta industri swasta. Webinar ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai transisi dari laboratorium akademik ke industri, serta membahas berbagai peluang karir di bidang Research & Development (R&D), Quality Control/Quality Assurance (QC/QA), dan Produksi. Narasumber Ahli Berbagai Wawasan tentang Dunia Industri Webinar ini menghadirkan dua pembicara berpengalaman, yaitu Mulyono, S.T.P. dan Ferdian Zendythia Purwandaru, S.T.P., M.M., yang berbagi wawasan tentang perbedaan antara laboratorium akademik dan industri. Mereka menjelaskan bagaiman para profesional muda dapat beradaptasi dan meraih peluang karir yang menjanjikan di sektor R&D, QC/QA, dan Produksi yang semua berawal dari praktik laboratorium. Menjembatani Transisi dari Praktik Laboratorium ke Industri Salah satu topik utama dalam webinar ini adalah bagaimana berpindah dari laboratorium akademik ke dunia industri. Dijelaskan bahwa meskipun keduanya berfokus pada penelitian dan pengujian, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan dan tujuan kerja. Praktik Laboratorium akademik lebih menekankan eksplorasi ilmiah, sementara industri lebih mengutamakan penerapan riset untuk memenuhi standar serta kebutuhan pasar. Dalam sesi ini, Mulyono menyoroti bahwa R&D di industri berfokus pada pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, berbeda dengan praktik laboratorium akademik yang lebih banyak melakukan penelitian dasar. Sementara itu, di bidang QC/QA, industri menuntut pengendalian kualitas yang ketat untuk memastikan produk sesuai dengan regulasi dan standar keselamatan. Peluang Karir Menjanjikan di R&D, QC/QA, dan Produksi Para peserta mendapatkan gambaran mengenai peluang karir di berbagai bidang industri: R&D: Bidang yang berfokus pada inovasi produk, eksperimen, dan teknologi terbaru. QC/QA: Bertugas memastikan produk memenuhi standar kualitas yang berlaku. Produksi: Mengelola proses produksi agar berjalan efisien dan sesuai standar industri. Menurut narasumber, keterampilan praktik laboratorium seperti pemahaman standar industri, pengujian laboratorium, serta analisis data sangat diperlukan untuk sukses di sektor ini. Selain itu, penguasaan teknologi dan pemahaman terhadap regulasi industri menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Keterampilan Praktik Laboratorium Kunci untuk Sukses di Dunia Industri Keberhasilan dalam industri tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga kemampuan non-teknis seperti: Komunikasi yang efektif dalam tim dan dengan klien. Kemampuan problem solving untuk menghadapi tantangan industri. Kerja tim yang solid dalam lingkungan profesional. Ferdian Zendythia Purwandaru menekankan pentingnya keterampilan ini bagi profesional yang ingin berkembang di dunia industri. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai bagaimana pelatihan dan pengalaman prakktis dapat memperluas peluang karir mereka. Antusiasme Tinggi Peserta dalam Sesi Tanya Jawab Selama webinar, peserta sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan terkait transisi karir dan keterampilan yang dibutuhkan. Narasumber memberikan jawaban yang detail dan informatif, yang semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai peluang dan tantangan berkarir di industri. Banyak peserta memberikan testimoni positif dan merasa webinar ini sangat membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kesimpulan: Persiapkan Diri untuk Sukses di Industri dari Praktik Laboratorium Webinar ini memberikan wawasan berharga mengenai transisi dari praktik laboratorium ke industri, serta keterampilan yang harus dikuasai untuk sukses di bidang R&D, QC/QA, dan Produksi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan peluang karir di sektor ini, peserta diharapkan dapat lebih siap memasuki dunia kerja yang kompetitif. Tingkatkan Standar Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Jika Anda ingin mendalami penerapan Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium Anda, Labnesia siap membantu! Kami menyediakan berbagai layanan profesional untuk meningkatkan kualitas dan keandalan praktik laboratorium Anda: Pendampingan: Bimbingan dalam menerapkan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan: Program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tim laboratorium. Sertifikasi Kompetensi: Meningkatkan kredibilitas dan keahlian personil laboratorium Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama kami, wujudkan laboratorium yang lebih andal, berkualitas tinggi, dan siap bersaing di tingkat global. Bersama Labnesia Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Strategi Efektif untuk Meningkatkan Manajemen Laboratorium dengan GLP

Laboratorium pendidikan memiliki peran krusial dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa. Untuk memastikan kegiatan laboratorium berjalan optimal dan menghasilkan data yang valid, penerapan GLP menjadi kunci utama dalam manajemen laboratorium. 1. Membangun Sistem Manajemen Laboratorium yang Efisien Salah satu faktor utama dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di laboratorium adalah memiliki manajemen laboratorium yang sistematis. GLP menekankan pentingnya tata kelola yang jelas, mencakup: Dokumentasi standar dalam bentuk Standar Operating Procedure (SOP) untuk setiap eksperimen. Pengelolaan alat dan bahan untuk memastikan ketersediaan serta kualitas bahan uji. Pencatatan hasil pengujian secara terstruktur guna menjaga transparansi dan akurasi data. Laboratorium dengan sistem manajemen yang baik akan memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif bagi mahasiswa dan memastikan validitas hasil eksperimen. 2. Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Mahasiswa dalam Manajemen Laboratorium Keberhasilan penerapan GLP sangat bergantung pada kompetensi pengguna laboratorium, baik itu dosen, teknisis, maupun mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan: Pelatihan rutin terkait prosedur GLP dan teknis analisis laboratorium. Pendampingan praktis oleh tenaga ahli untuk memastikan eksperimen dilakukan sesuai standar. Evaluasi berkala terhadap keterampilan mahasiswa guna mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Dengan peningkatan keterampilan dan pemahaman yang memadai, laboratorium dapat menjadi wadah pembelajaran yang lebih berkualitas dan profesional. 3. Menjamin Keamanan dan Keselamatan di Laboratorium GLP menempatkan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama guna mencegah kecelakaan dan menjaga kesehatan pengguna laboratorium. Beberapa langkah yang perlu diterapkan meliputi: Pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sebelum mahasiswa melakukan eksperimen. Penyediaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, jas laboratorium, dan masker. Pengelolaan limbah laboratorium yang sesuai dengan regulasi lingkungan untuk mencegah pencemaran. 4. Memastikan Keakuratan Data dengan Standarisasi Pengujian Untuk mendapatkan hasil eksperimen yang valid dan dapat dipercaya, GLP menekankan pentingnya standarisasi dalam proses pengujian. Hal ini dapat dilakukan melalui: Kalibrasi alat laboratorium secara berkala. Penggunaan metode analisis yang tervalidasi. Pengendalian faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban. 5. Mengoptimalkan Teknologi Digital untuk Manajemen Laboratorium Pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi dalam operasional laboratorium dan proses pembelajaran. Beberapa solusi yang diterapkan meliputi: Sistem manajemen laboratorium elektronik (LIMS) untuk pencatatan data dan pemantauan inventaris secara real-time. Simulasi laboratorium virtual sebagai media pembelajaran sebelum praktik langsung di laboratorium. Sistem pemantauan otomatis guna menjaga kondisi alat dan bahan tetap optimal. Kesimpulan Meningkatkan efektivitas pembelajaran di laboratorium pendidikan dengan GLP bukan sekadar mengikuti standar, tetapi juga membangun sistem yang efisien, aman, dan berorientasi pada kualitas data. Dengan manajemen laboratorium yang sistematis, peningkatan kompetensi pengguna, jaminan keselamatan, standarisasi pengujian, dan pemanfaatan teknologi digital, laboratorium dapat menjadi pusat pembelajaran yang lebih profesional dan inovatif Bersama Labnesia mewujudkan manajemen laboratorium Anda lebih baik lagi. Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Panduan Menyiapkan Laboratorium Pascapanen untuk Akreditasi ISO/IEC 17025

Akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang menjamin kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Untuk laboratorium pascapanen, memperoleh akreditasi ini bukan hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga memastikan hasil pengujian yang valid dan dapat diandalkan guna mendukung mutu serta keamanan produk pertanian. Agar laboratorium siap menghadapi proses akreditasi, diperlukan langkah-langkah persiapan yang sistematis sesuai dengan pedoman ISO/IEC 17025. 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025 Langkah pertama dalam persiapan akreditasi adalah memahami secara menyeluruh persyaratan dalam ISO/IEC 17025. Standar ini terdiri dari dua aspek utama, yaitu: Persyaratan manajemen, yang mencakup sistem mutu, dokumentasi, dan audit internal. Persyaratan teknis, yang meliputi kompetensi staf, validasi metode pengujian, serta kalibrasi alat laboratorium. Dengan pemahaman yang kuat terhadap standar ini, laboratorium dapat mulai menyusun strategi implementasinya. 2. Melakukan Analisis Kesenjangan Sebelum menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium perlu mengevaluasi sejauh mana prosedur yang saat ini diterapkan sudah memenuhi persyaratan akreditasi. Analisis kesenjangan membantu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki, sehingga laboratorium dapat menyusun rencana tindakan yang lebih efektif. 3. Membangun Sistem Manajemen Mutu Akreditasi ISO/IEC 17025 Untuk memastikan kepatuhan terhadap ISO/IEC 17025, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu yang baik. Langkah ini melibatkan: Penyusunan dokumen mutu, termasuk kebijakan mutu, SOP (Standard Operating Procedures), dan instruksi kerja. Pembuatan sistem pencatatan yang transparan untuk mendukung akurasi dan validitas hasil pengujian. Pelaksanaan audit berkala untuk mengevaluasi efektivitas sistem mutu yang diterapkan. 4. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Keberhasilan implementasi standar ini bergantung pada tenaga laboratorium yang kompeten. Oleh karena itu, penting untuk: Menyelenggarakan pelatihan rutin bagi teknisi dan analis laboratorium. Memastikan staf memahai prosedur pengujian, kalibrasi alat, serta standar mutu yang berlaku. Mengembangkan program evaluasi kinerja untuk memastikan bahwa seluruh personel laboratorium memiliki keterampilan teknis yang sesuai. 5. Validasi Metode Pengujian dan Kalibrasi Peralatan Validasi metode pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur yang digunakan memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, laboratorium juga wajib melakukan kalibrasi alat secara berkala guna mencegah ketidaktepatan dalam hasil pengujian. 6. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan permohonan akreditasi, laboratorium harus menjalankan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem mutu telah sesuai dengan standar. Tujuan dar audit ini adalah untuk: Mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian dalam prosedur operasional. Memastikan bahwa seluruh dokumen dan rekaman mutu terdokumentasi dengan baik. Menyusun tindakan korektif untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan sebelum dilakukan audit eksternak. 7. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah semua persyartan terpenuhi, laboratorium dapat mengajukan permohan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau lembaga akreditasi yang diakui. Proses ini melibatkan: Peninjauan dokumen mutu oleh auditor akreditasi. Asesmen di lokasi untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis laboratorium. Tindakan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian selama proses asesmen. 8. Menjaga Kepatuhan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi, laboratorium pascapanen harus terus berkomitmen menjaga standar mutu melalui: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Pembaruan metode pengujian berdasarkan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Pelatihan lanjutan bagi staf untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman terhadap standar laboratorium. Kesimpulan Mempersiapkan laboratorium pascapanen untuk memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025 memerlukan strategi yang matang dan konsistensi dalam implementasi sistem mutu. Dengan memahami standar, mengoptimalkan manajemen mutu, meningkatkan kompetensi staf, serta menjalankan audit berkala, laboratorium dapat memastikan keandalan hasil uji yang berkualitas. Akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi laboratorium tetapi juga membukan peluang kerja sama dengan industri dan lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Apakah laboratorium Anda siap untuk akreditasi ISO/IEC 17025? Temukan jawaban dan solusi penanganan terbaik bersama Labnesia. Hubungi kami untuk info selengkapnya.