Labnesia Dorong Peningkatan Mutu Laboratorium melalui Pelatihan ISO/IEC 17025 di UII

Labnesia menyelenggarakan pelatihan Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 secara hybrid di Teknik Lingkungan, Universitas Islam Indonesia. Pelatihan diadakan tanggal 20-22 Mei 2026 dan diikuti oleh 19 peserta dari 14 instansi. Peserta berasal dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri. Pelatihan menjadi wadah berbagai pengalaman dan praktik terbaik antar laboratorium. Pembukaan Kegiatan dan Antusiasme Peserta Kegiatan dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnaman Putra, S.T., M.Eng. Beliau menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi laboratorium untuk mendukung mutu hasil pengujian. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Endang selaku MC. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, studi kasus, penugasan, dan sesi tanya jawab. Memahami Fondasi Good Laboratory Practices dan ISO/IEC 17025:2017 Hari pertama diisi oleh Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D. Materi diawali dengan pembahasan prinsip Good Laboratory Practices (GLP). Peserta mempelajari pengelolaan bahan kimia dan bahan habis pakai. Materi juga membahas K3 laboratorium dan pengelolaan limbah B3. Pembahasan dilanjutkan mengenai sejarah perkembangan ISO/IEC 17025:2017. Peserta juga mempelajari keterkaitan antara GLP dan akreditasi laboratorium. Sesi berikutnya, peserta mendalami komitmen organisasi dan struktur organisasi laboratorium. Materi ini menjadi dasar dalam membangun sistem manajemen laboratorium yang efektif. Sebagai evaluasi pembelajaran, peserta mengerjakan tugas mandiri berupa gap analysis. Akhir sesi, diberikan juga kenang-kenangan kepada Ibu Hanim sebagai bentuk kolaborasi. Pendalaman Persyaratan Operasional Laboratorium Materi hari kedua disampaikan oleh Bapak Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D., CLLI., CLIA. Fokus pembelajaran diarahkan pada implementasi persyaratan teknis ISO/IEC 17025:2017. Peserta mempelajari manajemen personel laboratorium, sistem dokumentasi mutu, dan pengendalian informasi. Materi juga membahas fasilitas, peralatan, dan lingkungan kerja laboratorium. Sesi berikutnya membahas kai ulang permintaan pelanggan, validasi metode, pengambilan sampel, dan pelaksanaa pengujian. Peserta juga mempelajari ketertelusuran pengukuran serta rekaman teknis laboratorium. Pada sesi akhir, peserta mendalami konsep ketidakpastian pengukuran. Materi ini menjadi salah satu persyaratan penting dalam implementasi ISO/IEC 17025:2017. Kunjungan Laboratorium Lingkungan UII dan Implementasi Siste Mutu Hari ketiga diawali dengan pembahasan penjaminan mutu, pelaporan hasil, dan pengelolaan pengaduan. Materi juga mencakup manajemen risiko serta tindakan pengendaliannya. Salah satu sesi utama kegiatan adalah kunjungan ke Laboratorium Lingkungan UII. Kunjungan dipandu langsung oleh Bapak Fajri. Peserta memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan sistem manajemen laboratorium. Peserta juga mengamati pengelolaan fasilitas, dokumentasi, dan praktik operasional laboratorium. Melalui sesi ini, peserta dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan implementasi di lapangan. Diskusi berlangsung aktif selama proses kunjungan laboratorium. Audit Internal dan Peningkatan Berkelanjutan Pada sesi penutup, peserta mempelajari tindakan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan. Materi dilanjutkan dengan audit internal dan tinjauan manajemen. Tim Labnesia juga menyampaikan ketentuan pelaksanaan uji kompetensi laboratorium. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai evaluasi pembelajaran. Sebagai bentuk apresiasi, Labnesia menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D., CLLI., CLIA., atas kontribusi selama kegiatan berlangsung. Komitmen Labnesia untuk Penguatan Kompetensi Laboratorium Indonesia Pelatihan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Materi yang diberikan dinilai relevan dengan kebutuhan laboratorium saat ini. Melalui kegiatan ini, Labnesia terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan implementasi ISO/IEC 17025:2017 secara berkelanjutan. Butuh pelatihan 40JP dan sertifikasi kompetensi berlisensi KAN? Labnesia berkolaborasi dengan LSP Edukia mengembangkan skema Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017. Daftar dan amankan kuota sekarang atau hubungi kami untuk konsultasi dahulu.

Bootcamp Laboratory HSE Officer Jadi Wadah Belajar bagi Praktisi dan Fresh Graduate

Kesadaran terhadap keselamatan kerja laboratorium terus menjadi perhatian berbagai institusi Menjawab kebutuhan tersebut, Labnesia menyelenggarakan Bootcamp Laboratory HSE (Health, Safety, and Environment) Officer pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan Bapak Ivanda Adrian Sastrawijaya, S.T., sebagai narasumber. Acara dipandu oleh Atikah Afifa sebagai moderator. Bootcamp diikuti lebih dari 70 peserta dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dam industri. Peserya berasal dari berbagai laboratorium yang ingin meningkatkan kompetensi HSE. Pentingnya Kompetensi HSE di Laboratorium Laboratorium memiliki berbagai potensi risiko yang perlu dikelola dengan baik. Risiko tersebut mencakup bahan kimia, limbah, hingga kondisi darurat. Melalui bootcamp ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai tugas dan tanggungjawab seorang Laboratory HSE Officer. Materi disampaikan berdasarkan kebutuhan laboratorium modern. Peserta mempelajari proses identifikasi bahaya dan penilaian risiko menggunakan pendekatan HIRADC. Kompetensi tersebut menjadi dasar penerapan keselamatan kerja laboratorium. Pembahasan Pengelolaan B3 dan Limbah Laboratorium Selain aspek risiko, peserta juga mempelajari pengelolaan bahan berbahaya dan beracun. Materi mencakup penyimpanan, penggunaan, dan pengendalian bahan B3. Narasumber turut membahas tata kelola limbah B3 laboratorium yang sesuai praktik keselamatan. Pembahasan ini mendapatkan perhatian besar dari peserta. Materi lain yang disampaikan meliputi tindakan tanggap darurat dan inspeksi K3 laboratorium. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan laboratorium. Menjadi Bekal bagi Mahasiswa dan Fresh Graduate Bootcamp tidak hanya ditujukan bagi praktisi laboratorium. Kegiatan ini juga relevan bagi mahasiswa dan fresh graduate yang ingin berkarier di bidang laboratorium. Peserta memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini. Pengetahuan tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan karier profesional. Labnesia Hadirkan Program Pelatihan Lanjutan Bootcamp ini dirancang sebagai pelatihan singkat selama tiga jam. Materi difokuskan pada pengenalan kompetensi dasar Laboratory HSE Officer. Melihat tingginya antusiasme peserta, Labnesia menghadirkan program pelatihan lanjutan secara daring selama dua hari. Program tersebut membahas materi secara lebih mendalam dan aplikatif. Pelatihan lanjutan dapat diikuti oleh praktisi laboratorium, mahasiswa, maupun fresh graduate. Peserta juga berkesempatan mempelajari studi kasus dan implementasi lapangan. Tingkatkan Kompetensi Laboratorium Bersama Labnesia Labnesia terus berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia laboratorium melalui program pembelajaran. Kegiatan tersebut mencakup webinar, bootcamp, pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan. Bagi institusi mmaupun individu yang ingin memperkuat kompetensi HSE laboratorium, Labnesia menyediakan program pelatihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.