Tingkatkan Kompetensi Laboratorium Melalui Sertifikasi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 Bersama LSP Edukasi Global Cendekia

Tingkatkan Kompetensi Laboratorium Melalui Sertifikasi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 Bersama LSP Edukasi Global Cendekia Mengapa Sertifikasi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 Penting bagi Dosen dan Tenaga Laboratorium? Dalam upaya meningkatkan mutu laboratorium pengujian dan kalibrasi di Indonesia, penerapan standar internasional ISO/IEC 17025:2017 merupakan langkah krusial. Namun, keberhasilan implementasi standar ini tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kompetensi sumber daya manusia, khususnya peran penting dari Lead Implementer. Menjawab kebutuhan tersebut, LSP Edukasi Global Cendekia menyelenggarakan program Sertifikasi Kompetensi Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 yang menyasar para dosen, teknisi laboratorium, dan tenaga profesional dari berbagai sektor. Pelatihan Teknis Intensif: Pahami ISO/IEC 17025 secara Mendalam Program ini diawali dengan sesi pelatihan teknis intensif pada tanggal 23–25 April 2025. Diselenggarakan secara hybrid di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, pelatihan ini menghadirkan instruktur bersertifikat dengan pengalaman implementasi nyata di berbagai institusi laboratorium. Materi Pelatihan Meliputi: Pemahaman prinsip dasar dan klausul ISO/IEC 17025:2017 Teknik penyusunan dokumentasi sistem manajemen mutu laboratorium Strategi pelaksanaan audit internal dan pengelolaan risiko Simulasi implementasi standar melalui studi kasus Pelatihan ini dirancang interaktif dan aplikatif, sehingga peserta dapat langsung memahami bagaimana standar diterapkan secara praktis di lapangan. Ujian Sertifikasi: Validasi Kompetensi Peserta Selanjutnya, proses ujian sertifikasi kompetensi dilaksanakan pada 30 April 2025 secara daring. Uji kompetensi ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua, yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan sektor industri. Metode Penilaian: Ujian tulis Wawancara atau ujian lisan oleh asesor profesional Seluruh proses asesmen dilaksanakan oleh tim LSP Edukasi Global Cendekia untuk memastikan validitas dan objektivitas hasil. Komitmen Profesionalisme: Penutupan dan Testimoni Peserta Penutupan acara dilakukan secara resmi oleh Ketua LSP Edukasi Global Cendekia. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membangun ekosistem laboratorium yang profesional, terstandarisasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Para peserta memberikan testimoni positif terhadap pengalaman pelatihan. Mereka menilai metode pembelajaran yang fleksibel, materi yang komprehensif, serta interaksi dua arah menjadi poin unggulan dalam kegiatan ini. Labnesia Mendukung Peningkatan Kompetensi Dosen dan Tenaga Laboratorium Kegiatan sertifikasi ini membuktikan bahwa dengan pelatihan yang berkualitas dan proses asesmen yang kredibel, SDM laboratorium Indonesia mampu bersaing secara global. Labnesia, sebagai platform peningkatan mutu laboratorium dan pengembangan kompetensi dosen, mendukung penuh inisiatif seperti ini agar lebih banyak institusi memperoleh tenaga profesional bersertifikat. Ingin Tingkatkan Kompetensi Anda di Bidang Laboratorium? Jangan ragu untuk menghubungi admin Labnesia dan dapatkan informasi lengkap mengenai program yang sesuai dengan kebutuhan institusi Anda. Bersama Labnesia, mari wujudkan laboratorium berkualitas tinggi yang mampu mendorong akreditasi dan reputasi akademik yang lebih baik.
Tingkatkan Kompetensi Laboratorium dalam 3 hari : Pelatihan & Sertifikasi Internasional 17025:2017 Bersama Labnesia di UII

Yogyakarta, 23-25 April 2025 – Dalam rangka memperkuat sistem manajemen mutu laboratorium di Indonesia, PT Padma Global Nusatama melalui platform edukatif Labnesia sukses menyelenggarakan Pelatihan dan Setifikasi Internasional Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017. Program intensif selama tiga hari ini dilaksanakan secara hybrid dan didukung penuh oleh Laboratorium Kualitas Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai tuan rumah. Mengusung tema 3 Hari Jago Kelola Laboratorium, pelatihan ini diikuti 68 peserta dari 23 institusi berbeda, termasuk universitas, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta. Mulai dari Sumatera hingga Kupang. Tercatat 51 peserta, mengikuti secara daring dan 17 hadir langsung di kampus UII Yogyakarta. Hari 1: Pelatihan Dasar-dasar ISO/IEC 17025 dan Prinsip PDCA Pembukaan kegiatan berlangsung meriah pada Rabu, 23 April 2025, dibuka oleh MC Endang Setyowati dan diiringi doa serta lagu kebangsaan. Sambutan disampaikan oleh: Dr. Eng. Awaluddin Nurmiyanto, S.T., M.Eng – Ketua Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII. Bela Lestari Dwireja, S.P. – Direktur Bussines & Sustainability, Labnesia. Materi pelatihan hari pertama dibawakan oleh Indra Permana, S.P., M.P., yang membahas: Pengantar ISO/IEC 17025:2017 dan siklus PDCA. Struktur standar serta dasar regulasi. Etika profesional, ketidakberpihakan, dan kerahasiaan. Langkah-langkah awal implementasi sistem manajemen laboratorium Diskusi interaktif menunjukkan antusiasme tinggi peserta terhadap topik yang dibahas. Hari 2: Pelatihan Penguatan Sistem Manajemen dan Operasional Laboratorium Pelatihan kedua pada Kamis, 24 April 2025, peserta mendalami aspek teknis manajemen laboratorium bersama Mulyono, S.T.P., mencakup: Kepemimpinan dan manajemen SDM. Sistem dokumentasi dan pengelolaan informasi. Validasi metode, pengambilan sampel, dan ketertelusuran hasil uji. Studi kasus praktis untuk mengaitkan teori dan praktik. Pelatihan hari kedua membantu peserta membangun sistem laboratorium yang terstruktur dan sesuai standar. Hari 3: Audit Internal, Evaluasi Mutu, dan Kunjungan Laboratorium Hari terakhir sekaligus pelatihan terakhir pada Jumat, 25 April 2025, peserta diajak langsung mengunjungi Laboratorium Kualitas Lingkungan FTSP UII yang telah terakreditasi KAN, guna melihat langsung implementasi ISO/IEC 17025 dalam praktik. Topik yang dibahas meliputi: Simulasi audit internal dan manajemen risiko. Penanganan ketidaksesuaian dan perbaikan berkelanjutan. Evaluasi jaminan mutu, uji profisiensi, dan pelaporan hasil. Peserta sangat terkesan dengan tata kelola laboratorium UII. Salah satu peserta mengatakan: “Lab-nya tertata dengan sangat baik. Kunjungan ini memperjelas bagaiman standar diterapkan secara nyata.” ujar salah satu peserta dari instansi perguruan tinggi. Simulasi audit internal menjadi puncak kegiatan, memperkuat kesiapan peserta sebagai Lead Implementer yang mampu memimpin sistem mutu laboratorium. Apresiasi Tinggi : Testimoni Bintang 5 dari Peserta Kegiatan ini mendapat respons luar biasa. Para peserta aktif dalam diskusi, berbagai pengalaman memberikan testimoni bintang lima atas kualitas materi, keahlia narasumber, dan suasana pelatihan yang kondusif. “Materinya aplikatif dan disampaikan sistematis. Kami berharap pelatihan teknis seperti ini terus diselenggarakan oleh Labnesia” ujar peserta dari sektor swasta. Komitmen Labnesia : Siap Cetak SDM Laboratorium Unggul Pelatihan ini menegaskan komitmen PT Padma Global Nusataman dan Labnesia dalam membina SDM unggul di bidang laboratorium. Tidak hanya terbatas pada ISO/IEC 17025, tetapi juga akan menyasar pelatihan untuk ISO 15189, Good Laboratory Practice (GLP), bio-risk management, dan digitalisasi laboratorium ke depannya. Tertarik Mengikuti Pelatihan Serupa? Jangan lewatkan kesempatan berikutnya untuk meng-upgrade laboratorium Anda! Hubungi Labnesia sekarang juga dan jadwalkan sesi konsultasi bersama tim ahli kami. Bersama Labnesia, wujudkan laboratorium yang andal, terakreditasi, dan siap menghadapi masa depan!
Standarisasi Alsintan: Kunci Efisiensi dan Produktivitas Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045

Standarisasi Alsintan: Kunci Efisiensi dan Produktivitas Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian, kualitas alat dan mesin pertanian (alsintan) memegang peran penting. Dengan alsintan yang berkualitas, Indonesia dapat lebih mudah mewujudkan visinya sebagai lumbung pangan dunia serta eksportir utama produk pertanian pada tahun 2045. Peran SNI dalam Menjaga Kualitas Alsintan Salah satu langkah strategis pemerintah untuk memastikan kualitas alsintan adalah dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI merupakan standar teknis yang disusun melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk produsen, konsumen, regulator, akademisi, serta praktisi industri yang tergabung dalam Komite Teknis (Komtek). Penyusunan SNI untuk alsintan dilakukan secara komprehensif oleh dua Komtek utama, yaitu: Komtek 21-01 (Permesinan dan Produk Permesinan) yang bernaung di Kementerian Perindustrian. Komtek 65-04 (Sarana dan Prasarana Pertanian) yang berada di bawah Kementerian Pertanian. Proses Penyusunan SNI Alsintan Pembuatan SNI untuk alsintan melewati serangkaian tahapan penting, di antaranya: Penyusunan konsep oleh tim konseptor. Rapat teknis untuk pembahasan awal. Rapat konsensus guna mencapai kesepakatan bersama. Jajak pendapat untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Penyempurnaan Rancangan SNI (RSNI) berdasarkan hasil jajak pendapat. Penetapan RSNI menjadi SNI oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Implementasi SNI: Sukarela atau Wajib? Pada dasarnya, penerapan SNI bersifat sukarela. Namun, dalam beberapa kondisi tertentu, pemerintah dapat mewajibkan implementasi SNI melalui regulasi, terutama jika berhubungan dengan aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan (K3L). Mengapa Standarisasi Alsintan Penting? Meningkatkan efisiensi operasional petani. Menjamin daya tahan dan kualitas alat pertanian. Mendukung keberlanjutan lingkungan melalui teknologi yang lebih ramah lingkungan. Memperkuat daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global. Dengan penerapan SNI yang tepat, sektor pertanian Indonesia dapat lebih maju, efisien, dan berdaya saing tinggi. Mari bersama mendukung penggunaan alsintan yang telah memenuhi standar untuk pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan! Dapatkan Solusi Standarisasi Alsintan di Labnesia! Labnesia siap membantu akademisi dan pelaku industri dalam memahami serta menerapkan SNI di bidang pertanian. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi lebih lanjut!
