Audit laboratorium kini memasuki era baru. ISO 19011:2026 memperkuat pendekatan berbasis risiko sebagai prinsip ketujuh yang baru, sekaligus menjadikan audit remote dan hybrid sebagai praktik utama yang terintegrasi — bukan lagi sekadar pelengkap seperti pada versi 2018. Pada Rabu, 30 September 2026, peserta dari berbagai institusi mengikuti Bootcamp Audit Laboratorium Sesi 2: Strategi Antisipasi & Implementasi ISO 19011:2026, dengan Labnesia hadir mendampingi secara daring bersama narasumber Mulyono, S.T.P., Manajer Mutu Laboratorium, Trainer ISO/IEC 17025, dan Konsultan Akreditasi.
Kelanjutan dari Bootcamp Sesi 1


Bootcamp berdurasi 4 jam pelajaran (JP) ini dihadiri 68 peserta yang menjadi kelanjutan dari Bootcamp Sesi 1 dua pekan sebelumnya. Peserta datang dengan latar belakang laboratorium yang beragam, mulai dari yang sedang menuju akreditasi pertama, yang sudah terakreditasi dan bersiap menghadapi surveillance, hingga yang akan melalui proses reakreditasi. Institusi yang hadir meliputi perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Sumatera Utara, Poltekkes Kemenkes Aceh, dan Politeknik Negeri Lampung; instansi pemerintah seperti BBPJN Jawa Tengah–DIY dan berbagai UPT Laboratorium Lingkungan DLH; hingga sektor swasta seperti QSCert Indonesia.
Peserta Lintas Sektor dan Level Organisasi
Jabatan peserta pun beragam mulai dari Dosen, Ketua Senat Fakultas, Kepala Laboratorium, Manajer Teknis, Manajer Administrasi, Analis, Laboran, hingga President Director. Keberagaman ini menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi audit internal berbasis standar terbaru menjadi kebutuhan lintas sektor dan level organisasi, bukan hanya bagi tim audit internal semata.
Evolusi ISO 19011 dan Tujuh Prinsip Audit

Peserta diajak memahami pergeseran paradigma audit dari masa ke masa mulai dari ISO 19011:2011 yang berfokus pada audit tatap muka konvensional, ISO 19011:2018 yang mulai mengakui audit jarak jauh sebagai pelengkap, hingga ISO 19011:2026 yang menjadikan metode remote dan hybrid sebagai praktik utama yang terintegrasi. Ketujuh prinsip dasar audit turut dibahas tuntas dari Integritas, Penyajian Adil, Profesionalisme, Kerahasiaan, Independensi, Berbasis Bukti, dan Berbasis Risiko sebagai penambahan terbaru.
Kompetensi Wajib Auditor di Era Digital
Materi juga membahas cara memproteksi bukti audit digital, risiko keamanan siber saat menggunakan layanan cloud dan LIMS, hingga kompetensi baru yang wajib dimiliki auditor di era digital mulai dari literasi digital, teknik wawancara virtual yang tetap objektif dan tidak intimidatif, hingga kemampuan menilai keaslian rekam jejak elektronik. Sesi ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab seputar penerapan nyata di laboratorium masing-masing peserta.
Siap Menghadapi Audit di Era ISO 19011:2026?

Perubahan standar audit menuntut kesiapan baru, baik bagi auditor internal maupun laboratorium yang akan diaudit. Ikuti bootcamp, webinar, dan pelatihan Labnesia berikutnya untuk memperdalam penerapan audit berbasis risiko, audit remote dan hybrid, hingga kompetensi auditor di era digital.
Ingin tim audit internal Anda siap menghadapi surveilans atau reakreditasi? Labnesia juga menyelenggarakan In House Training Audit Internal Laboratorium yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi Anda.
Pantau terus website labnesia.id dan media sosial Labnesia untuk informasi pelatihan terbaru seputar ISO/IEC 17025 atau hubungi tim Labnesia untuk mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan laboratorium Anda.