In House Training Awareness ISO/IEC 17025 PAM JAYA Berjalan Sukses

PAM JAYA bersama Labnesia menyelenggarakan kegiatan In House Training Awareness ISO/IEC 17025:2017 untuk penguatan mutu laboratorium dan kompetensi SDM. Kegiatan dilaksanakan secara offline pada tanggal 20-21 April 2026 di PAM JAYA Jakarta dan diikuti oleh 58 peserta labratorium. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan laboratorium terhadap penerapan standar internasional ISO/IEC 17025:2017, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengujian, pengelolaan sistem mutu, serta kesiapan menghadapi proses akreditasi laboratorium. Menghadirkan Ibu Anik Ekawati, S.Si., sebagai narasumber, kegiatan berlangsung aktif dan interaktif sejak hari pertama. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, terutama pada sesi diskusi yang membahas tantangan implementasi ISO/IEC 17025 di laboratorium pengujian dan kalibrasi. Pembahasan ISO/IEC 17025:2017 Dikaitkan dengan Kondisi Laboratorium Aktual Selama dua hari pelaksanaan, materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi dan kebutuhan laboratorium di lapangan. Peserta diajak mamhami bagaimana penerapan ISO/IEC 17025:2017 dapat membantu laboratorium meningkatkan konsistensi mutu hasil pengujian serta memperkuat kepercayaan terhadap layanan laboratorium. Pada sesi awal, peserta memahami struktur standar ISO/IEC 17025:2017, prinsip ketidakberpihakan, kerahasiaan, dan sistem manajemen laboratorium yang efektif. Diskusi membahas tantangan implementasi laboratorium, meliputi pengendalian dokumen, kompetensi personel, hingga pengelolaan risiko dan peluang. Memasukin sesi berikutnya, pembahasan lebih difokuskan pada persyaratan teknis laboratorium seperti penanganan sampel, jaminan mutu hasil pengujian, serta pelaporan hasil uji dan kalibrasi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi terkait kondisi aktual laboratorium yang mereka hadapi sehari-hari. Suasana Pelatihan Interaktif dengan Quiz dan Doorpirze Agar suasana tetap aktif dan tidak monoton, panitia juga menghadirkan sesi quiz interaktif dan pembagian doorprize bagi peserta. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana pelatihan yang lebih komunikatif dan meningkatkan keterlibatan peserta selama berlangsung. Pelatihan dipandu oleh MC Endang Setyowati yang membantu menjaga jalannya kegiatan tetap kondusif, interaktif, dan dinamis selama dua hari pelaksanaan. Kunjungan Langsung ke Laboratorium PAM JAYA Tidak hanya berlangsung di ruang pelatihan, narasumber bersama tim Labnesia juga melakukan kunjungan langsung ke laboratorium PAM JAYA untuk melihat implementasi sistem laboratorium secara aktual. Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung mengenai kondisi laboratorium, alur proses pengujian, serta kesiapan dokumen akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami implementasi ISO/IEC 17025 tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari sisi praktik dan kondisi nyata di laboratorium. Komitmen PAM JAYA Tingkatkan Mutu Laboratorium Melalui kegiatan In House Training ISO/IEC 17025:2017 ini, PAM JAYA menunjukkan komitmennya. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas laboratorium melalui penguatan kompetensi SDM dan penerapan sistem manajemen mutu sesuai standar internasional. Sebagai penyedia layanan pelatihan dan pendampingan laboratorium. Labnesia terus mendukung berbagai institusi dalam meningkatkan kesiapan laboratorium menuju sistem yang lebih kompeten, terpercaya, dan sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17025:2017. PAM JAYA sudah membuktikkan! Instansi kamu kapan? Yuk hubungi kami dan temukan solusi terbaik laboratorium kamu!
Bootcamp Manajemen Klausul 7.7 ISO/IEC 17025 Sukses Digelar

Kegiatan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 5 dengan tema “Manajemen Klausul 7.7: Jaminan Mutu Hasil Pengujian” telah sukses diselenggerakan secara online pada Selasa, 31 Maret 2026. Program ini menarik antusiasme tinggi dengan total 101 peserta dari 30 instansi yang berasal dari berbagai sektor laboratorium pengujian dan kalibrasi di Indonesia. Bootcamp ini dirancang untuk memperkuat pemahaman praktisi laboratorium terhadap penerapan ISO/IEC 17025:2017, khususnya pada Klausul 7.7 yang berfokus pada jaminan validitas hasil pengujian. Pentingnya Klausul 7.7 dalam Menjamin Validitas Hasil Uji Dalam sesi pembukaan, peserta diajak memahami urgensi penerapan Klausul 7.7 sebagai fondasi dalam menjaga keandalan dan konsistensi hasil pengujian laboratorium. Klausul ini menekankan bahwa laboratorium harus memiliki sistem yang mampu memastikan hasil uji tetap valid dari waktu ke waktu. Tanpa implementasi yang teoat, risiko seperti bias data, ketidaksesuaian hasil, hingga kegagalan audit akreditasi dapat meningkat. Materi Bootcamp yang Komprehensif dan Praktis Selama sesi berlangsung, peserta mendapatkan pembahasan mendalam dan aplikatif, meliputi: Urgensi pemastian validitas hasil pengujian Interpretasi Klausul 7.7 ISO/IEC 17205:2017 Perancangan program pemantauan hasil uji Teknik dan alat pemantauan kualitas hasil Evaluasi hasil dan tindak lanjut perbaikan Materi disampaikan secara sistematis dengan pendekatan studi kasus, sehingga peserta dapat langsung memahami implementasinya dalam operasional laboratorium sehari-hari. Pembelajaran dari Praktisi Berpengalaman Bootcamp ini dipandu oleh Bapak Mulyono, S.T.P., seorang praktisi berpengalaman sebagai Manajer Mutu Laboratorium, trainer, dan konsultan akreditasi. Penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara sistem dokumentasi dan praktis teknis di lapangan. Peserta juga diberikan insight terkait kesalahan umum dalam implementasi Klausul 7.7 serta strategi efektif untuk menghindarinya. Interaksi Aktif dan Diskusi Kasus Nyata Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah tingginya interaksi antara peserta dan narasumber. Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait: Pengendalian mutu internal laboratorium Penggunaan control chart Program uji banding dan uji profisiensi Penanganan data outlier Diskusi ini memperkaya pemahaman peserta sekaligus memberikan solusi nyata yang bisa langsung diterapkan. Komitmen Peningkatan Kompetensi Laboratorium Adanya bootcamp ini, diharapkan para peserta mampu: Meningkatkan kualitas hasil pengujian Memenuhi persyaratan akreditasi Mengurangi risiko ketidaksesuaian Menguatkan sistem manajemen mutu laboratorium Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap pelatihan berbasis standar internasional semakin meningkat. Penutup Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium di Indonesia. Bootcamp ini berhasil menjadi wadah pembelajaran yang efektif, kolaboratif, dan berdampak langsung. Butuh pelatihan laboratorium? Hubungi kami untuk solusi laboratorium Anda! Labnesia menyediakan layanan dari pendampingan dan pelatihan baik secara publik atau khusus untuk laboratorium Anda.
Labnesia Kembali Gelar Bootcamp Standar Laboratorium Sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang laboratorium, Labnesia kembali menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk mendukung peningkatan pemahaman praktisi laboratorium terhadap implementasi standar mutu laboratorium secara lebih praktis dan aplikatif. Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 1 mengangkat topik “Klausul 6.2 – Manajemen SDM dan Pemantauan Kompetensi Personel berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 04 Maret 2026 secara online melalui Zoom Meeting. Bootcamp ini diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari 30 instansi, terdiri dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta perusahaan swasra yang memiliki laboratorium pengujian maupun kegiatan terkait pengelolaan laboratorium. Membahas Manajamen SDM dalam ISO/IEC 1702:2017 Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai implementasi Klausul 6.2 dalam SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Pembahasan tersebut menekankan pentingan kompetensi personel laboratorium dalam memastikan kegiatan pengujian dan operasional laboratorium berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai bagaiman laboratorium dapat memastikan bahwa setiap personel memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Topik ini menjadi sangat penting karena kualitas hasil pengujian laboratorium sangat dipengaruhi oleh kompetensi personel yang menjalankan kegiatan tersebut. Narasumber Berpengalaman di Bidang Standar Laboratorium Bootcamp ini menghadirkan Anik Ekawati, S.Si., sebagai pemateri utama. Beliau merupakan Trainer ISO/IEC 17025:2017 yang telah berpengalaman. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium serta membagikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan oleh peserta yang di tempat kerja masing-masing. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan yang aplikatif, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai penerapan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 dalam pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Antusiasme Peserta dari Berbagai Instansi Kegiatan bootcamp ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi serta berpastisipasi dalam sesia diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh peserta terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium masing-masing. Diskusi yang interaktif ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh wawasan baru sekaligus solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam implementasi standar laboratorium Kegiatan bootcamp ini dipandu oleh MC Atikah Afifa Shalsabilah yang memandu jalannya acara sejak pembukaan hingga sesi diskusi. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui penyelenggaraan Bootcamp Standar Laboratorium ini, Labnesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi para praktisi laboratorium di Indonesia. Meningkatkan pemahaman terhadap standar SNI ISO/IEC 17025:2017, diharapkan laboratorium dapat mengelola sistem manajemen mutu secara lebih baik sehingga mampu menghasilkan data pengujian yang akurat, valid, dan dapat dipercaya. Program bootcamp ini juga menjadi salah satu sarana bagi para profesional laboratorium untuk belajar, berdiskusi, serta memperluas jejaring dengan praktisi dari berbagai instansi. Ikuti Program Bootcamp Labnesia Selanjutnya! Labnesia akan terus menghadirkan berbagai program edukasi dan pelatihan terkait standar laboratorium, sistem manajemen mutu, serta pengembangan kompetensi profesional di bidang laboratorium. Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti kegiatan serupa, informasi mengenai program pelatihan dan bootcamp berikutnya dapat diakses disini. Butuh informasi terkait pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium? Hubungi kami untuk informasi selengkapnya!
Meningkatkan Kesadaran tentang Standar ISO/IEC 17025:2017 untuk Laboratorium yang Unggul: Panduan untuk Penerapan Efektif

ISO/IEC 17025:2017 ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang menjadi acuan bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi untuk memastikan kehandalan, keakuratan, dan konsistensi hasil layanan mereka. Meningkatkan kesadaran tentang standar ini sangat penting bagi laboratorium yang ingin mencapai pengakuan internasional atas kompetensi dan kualitas layanan mereka. Dalam blog ini, kami akan membahas secara rinci tentang ISO/IEC 17025:2017, manfaat penerapannya, langkah-langkah untuk implementasi yang efektif, serta sumber literasi yang dapat membantu dalam pemahaman lebih lanjut. Apa itu ISO/IEC 17025:2017? ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC). Standar ini menetapkan persyaratan untuk kompetensi teknis dan manajemen laboratorium yang melakukan pengujian dan kalibrasi. ISO/IEC 17025:2017 bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan laboratorium dan kepercayaan dalam hasil pengujian dan kalibrasi. Mengapa ISO/IEC 17025:2017 Penting? Menerapkan ISO/IEC 17025:2017 membawa banyak manfaat bagi laboratorium dan pelanggan mereka. Standar ini membantu laboratorium meningkatkan akurasi dan kehandalan hasil pengujian dan kalibrasi, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, dengan memenuhi persyaratan standar, laboratorium dapat memperoleh akreditasi yang diakui secara internasional, membuka akses ke pasar global, dan meningkatkan reputasi bisnis. Persyaratan Utama ISO/IEC 17025:2017 Standar ISO/IEC 17025:2017 mencakup dua bagian utama: Persyaratan Manajemen dan Persyaratan Teknis. Persyaratan Manajemen mencakup struktur organisasi, sistem manajemen, pengendalian dokumen, kompetensi staf, audit internal, dan tindakan perbaikan. Persyaratan Teknis mencakup validasi metode, lingkungan kerja, peralatan kalibrasi dan pengujian, pelacakan kesalahan, dan pelaporan hasil. Manfaat Implementasi ISO/IEC 17025:2017 Menerapkan ISO/IEC 17025:2017 memiliki sejumlah manfaat yang signifikan bagi laboratorium. Manfaat utama termasuk peningkatan akurasi dan keandalan hasil pengujian, peningkatan kualitas layanan, pengakuan internasional atas kompetensi, akses ke pasar global, kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, dan kepercayaan yang ditingkatkan dari pemangku kepentingan. Langkah-Langkah Implementasi yang Efektif Penilaian Awal: Lakukan penilaian awal terhadap kesenjangan antara praktik laboratorium saat ini dan persyaratan ISO/IEC 17025:2017 untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. b. Perencanaan dan Persiapan: Buat rencana tindakan yang terperinci untuk mengatasi kekurangan yang ditemukan dalam penilaian awal. Persiapkan sumber daya yang diperlukan dan libatkan seluruh tim laboratorium dalam proses ini. Implementasi: Terapkan langkah-langkah perbaikan yang telah direncanakan, termasuk perubahan dalam sistem manajemen, validasi metode, dan peningkatan infrastruktur. Pelatihan dan Kesadaran: Lakukan pelatihan kepada staf tentang persyaratan ISO/IEC 17025:2017 dan pentingnya peran mereka dalam mencapai kepatuhan. Audit Internal: Lakukan audit internal secara berkala untuk memastikan kepatuhan terus-menerus terhadap standar dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan lebih lanjut. Persiapan untuk Akreditasi: Persiapkan dokumen dan data yang diperlukan untuk mengajukan permohonan akreditasi ke badan akreditasi yang diakui. Kesimpulan: Kesadaran tentang standar ISO/IEC 17025:2017 adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan laboratorium dan mendapatkan pengakuan internasional atas kompetensi. Dengan mematuhi persyaratan standar ini, laboratorium dapat meningkatkan akurasi, kehandalan, dan kepercayaan hasil pengujian dan kalibrasi. Melalui implementasi yang efektif dan pemahaman mendalam tentang standar ini, laboratorium dapat menciptakan keunggulan kompetitif di pasar yang semakin ketat dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Sumber Literasi: Untuk mendalami pemahaman tentang ISO/IEC 17025:2017, berikut adalah beberapa sumber literasi yang berguna: “ISO/IEC 17025:2017 General Requirements for the Competence of Testing and Calibration Laboratories” oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC). “ISO/IEC 17025 Explained: A Guide for Testing and Calibration Laboratories” oleh Perry Johnson Laboratory Accreditation, Inc. “The ISO/IEC 17025 Implementation Handbook: A Practical Guide for Laboratories and Interested Parties” oleh Ilse Noppen dan Fred Lemmens. “The Quality Calibration Handbook: Developing and Managing a Calibration Program” oleh Jay L. Bucher.