In House Training Awareness ISO/IEC 17025 PAM JAYA Berjalan Sukses

PAM JAYA bersama Labnesia menyelenggarakan kegiatan In House Training Awareness ISO/IEC 17025:2017 untuk penguatan mutu laboratorium dan kompetensi SDM. Kegiatan dilaksanakan secara offline pada tanggal 20-21 April 2026 di PAM JAYA Jakarta dan diikuti oleh 58 peserta labratorium. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan laboratorium terhadap penerapan standar internasional ISO/IEC 17025:2017, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengujian, pengelolaan sistem mutu, serta kesiapan menghadapi proses akreditasi laboratorium. Menghadirkan Ibu Anik Ekawati, S.Si., sebagai narasumber, kegiatan berlangsung aktif dan interaktif sejak hari pertama. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, terutama pada sesi diskusi yang membahas tantangan implementasi ISO/IEC 17025 di laboratorium pengujian dan kalibrasi. Pembahasan ISO/IEC 17025:2017 Dikaitkan dengan Kondisi Laboratorium Aktual Selama dua hari pelaksanaan, materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi dan kebutuhan laboratorium di lapangan. Peserta diajak mamhami bagaimana penerapan ISO/IEC 17025:2017 dapat membantu laboratorium meningkatkan konsistensi mutu hasil pengujian serta memperkuat kepercayaan terhadap layanan laboratorium. Pada sesi awal, peserta memahami struktur standar ISO/IEC 17025:2017, prinsip ketidakberpihakan, kerahasiaan, dan sistem manajemen laboratorium yang efektif. Diskusi membahas tantangan implementasi laboratorium, meliputi pengendalian dokumen, kompetensi personel, hingga pengelolaan risiko dan peluang. Memasukin sesi berikutnya, pembahasan lebih difokuskan pada persyaratan teknis laboratorium seperti penanganan sampel, jaminan mutu hasil pengujian, serta pelaporan hasil uji dan kalibrasi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi terkait kondisi aktual laboratorium yang mereka hadapi sehari-hari. Suasana Pelatihan Interaktif dengan Quiz dan Doorpirze Agar suasana tetap aktif dan tidak monoton, panitia juga menghadirkan sesi quiz interaktif dan pembagian doorprize bagi peserta. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana pelatihan yang lebih komunikatif dan meningkatkan keterlibatan peserta selama berlangsung. Pelatihan dipandu oleh MC Endang Setyowati yang membantu menjaga jalannya kegiatan tetap kondusif, interaktif, dan dinamis selama dua hari pelaksanaan. Kunjungan Langsung ke Laboratorium PAM JAYA Tidak hanya berlangsung di ruang pelatihan, narasumber bersama tim Labnesia juga melakukan kunjungan langsung ke laboratorium PAM JAYA untuk melihat implementasi sistem laboratorium secara aktual. Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung mengenai kondisi laboratorium, alur proses pengujian, serta kesiapan dokumen akreditasi ISO/IEC 17025:2017. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami implementasi ISO/IEC 17025 tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari sisi praktik dan kondisi nyata di laboratorium. Komitmen PAM JAYA Tingkatkan Mutu Laboratorium Melalui kegiatan In House Training ISO/IEC 17025:2017 ini, PAM JAYA menunjukkan komitmennya. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas laboratorium melalui penguatan kompetensi SDM dan penerapan sistem manajemen mutu sesuai standar internasional. Sebagai penyedia layanan pelatihan dan pendampingan laboratorium. Labnesia terus mendukung berbagai institusi dalam meningkatkan kesiapan laboratorium menuju sistem yang lebih kompeten, terpercaya, dan sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17025:2017. PAM JAYA sudah membuktikkan! Instansi kamu kapan? Yuk hubungi kami dan temukan solusi terbaik laboratorium kamu!

Bootcamp Manajemen Klausul 7.7 ISO/IEC 17025 Sukses Digelar

Kegiatan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 5 dengan tema “Manajemen Klausul 7.7: Jaminan Mutu Hasil Pengujian” telah sukses diselenggerakan secara online pada Selasa, 31 Maret 2026. Program ini menarik antusiasme tinggi dengan total 101 peserta dari 30 instansi yang berasal dari berbagai sektor laboratorium pengujian dan kalibrasi di Indonesia. Bootcamp ini dirancang untuk memperkuat pemahaman praktisi laboratorium terhadap penerapan ISO/IEC 17025:2017, khususnya pada Klausul 7.7 yang berfokus pada jaminan validitas hasil pengujian. Pentingnya Klausul 7.7 dalam Menjamin Validitas Hasil Uji Dalam sesi pembukaan, peserta diajak memahami urgensi penerapan Klausul 7.7 sebagai fondasi dalam menjaga keandalan dan konsistensi hasil pengujian laboratorium. Klausul ini menekankan bahwa laboratorium harus memiliki sistem yang mampu memastikan hasil uji tetap valid dari waktu ke waktu. Tanpa implementasi yang teoat, risiko seperti bias data, ketidaksesuaian hasil, hingga kegagalan audit akreditasi dapat meningkat. Materi Bootcamp yang Komprehensif dan Praktis Selama sesi berlangsung, peserta mendapatkan pembahasan mendalam dan aplikatif, meliputi: Urgensi pemastian validitas hasil pengujian Interpretasi Klausul 7.7 ISO/IEC 17205:2017 Perancangan program pemantauan hasil uji Teknik dan alat pemantauan kualitas hasil Evaluasi hasil dan tindak lanjut perbaikan Materi disampaikan secara sistematis dengan pendekatan studi kasus, sehingga peserta dapat langsung memahami implementasinya dalam operasional laboratorium sehari-hari. Pembelajaran dari Praktisi Berpengalaman Bootcamp ini dipandu oleh Bapak Mulyono, S.T.P., seorang praktisi berpengalaman sebagai Manajer Mutu Laboratorium, trainer, dan konsultan akreditasi. Penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara sistem dokumentasi dan praktis teknis di lapangan. Peserta juga diberikan insight terkait kesalahan umum dalam implementasi Klausul 7.7 serta strategi efektif untuk menghindarinya. Interaksi Aktif dan Diskusi Kasus Nyata Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah tingginya interaksi antara peserta dan narasumber. Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait: Pengendalian mutu internal laboratorium Penggunaan control chart Program uji banding dan uji profisiensi Penanganan data outlier Diskusi ini memperkaya pemahaman peserta sekaligus memberikan solusi nyata yang bisa langsung diterapkan. Komitmen Peningkatan Kompetensi Laboratorium Adanya bootcamp ini, diharapkan para peserta mampu: Meningkatkan kualitas hasil pengujian Memenuhi persyaratan akreditasi Mengurangi risiko ketidaksesuaian Menguatkan sistem manajemen mutu laboratorium Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap pelatihan berbasis standar internasional semakin meningkat. Penutup Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium di Indonesia. Bootcamp ini berhasil menjadi wadah pembelajaran yang efektif, kolaboratif, dan berdampak langsung. Butuh pelatihan laboratorium? Hubungi kami untuk solusi laboratorium Anda! Labnesia menyediakan layanan dari pendampingan dan pelatihan baik secara publik atau khusus untuk laboratorium Anda.

Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 4 tentang Klausul 8 Penguatan Dokumentasi Sistem ISO/IEC 17025

Dalam upaya meningkatkan kompetensi pengelolaan laboratorium sesuai standar internasional, Labnesia kembali menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 4. Kegiatan ini mengusung tema “Klausul 8.2 s.d 8.4: Penyusunan & Pengelolaan Dokumentasi Sistem. Program merupakan bagian dari komitmen Labnesia dalam mendukung peningkatan kualitas laboratorium di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting pada Kamis, 26 Maret 2026, dan diikuti oleh 89 Peserta dari 27 Instansi yang berasal dari perguruan tinggi, sektor swasta, serta instansi pemerintah. Acara dibuka oleh MC Atikah Afifa Shalsabilah yang memandu jalannya kegiatan dengan profesional serta menyampaikan pentingnya pemahaman sistem dokumentasi dalam mendukung mutu laboratorium, Narasumber dan Pembahasan Materi Bootcamp ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., seorang Trainer ISO/IE 17025:2017 sekaligus pakar dalam penyusunan dan pengelolaan dokumen mutu laboratorium. Dalam sesi pemaparan, narasumber menyampaikan materi secara komprehensif dan aplikatif mengenai Klausul 8 ISO/IEC 17025:2017 sebagai dasar sistem manajemen laboratorium. Materi ini mencakup tujuan Klausul 8 serta perannya dalam menjaga konsistensi dan kredibilitas hasil pengujian. Selain itu, dibahas pula persyaratan Klausul 8.1 hingga 8.4 yang meliputi pengendalian dokumen dan rekaman. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait implementasi klausul di laboratorium melalui studi kasus serta praktik penyusunan dokumen dan prosedur seperti SOP, instruksi kerja, dan formulir sesuai standar. Penyampaian materi yang sistematis dan berbasis praktik membuat peserta lebih mudah memahami konsep hingga penerapannya secara langsung. Antusiasme Peserta Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antuasiasme. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait kendala implementasi dokumentasi sistem di laboratorium masing-masing. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pemahaman standar ISO/IEC 17025:2017, khususnya dalam aspek dokumentasi sistem, masih sangat tinggi di berbagai sektor laboratorium. Komitmen Labnesia Melalui program bootcamp ini, Labnesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium di Indonesia. Labnesia tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, relevan, dan berkelanjutan guna membantu laboratorium dalam memenuhi standar dan proses akreditasi. Labnesia percaya bahwa sistem dokumentasi yang baik merupakan fondasi utama dalam menciptakan laboratorium yang kredibel, akuntabel, dan berdaya saing tinggi. Labnesia Siap Mendampingi Peningkatan Kompetensi Laboratorium Anda Bagi Anda yang ingin meningkatkan pemahaman serta kompetensi dalam penerapan standar laboratorium, Labnesia hadir sebagai mitra terpercaya. Labnesia menyediakan program pelatihan, bootcamp, dan pendampingan yang aplikatif. Program ini dirancang untuk membantu laboratorium memenuhi standar ISO/IEC 17025:2017 secara efektif dan berkelanjutan. Jangan lewatkan kesempatan untuk berkembang bersama para praktisi dan pakar di bidang laboratorium. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari komunitas profesional laboratorium yang terus berkembang. Hubungi kami untuk solusi Laboratorium Anda!

Bootcamp ISO/IEC 17025:2017 Seri 2 Bahas Tuntas Klausul 6.3 Manajemen Fasilitas dan Lingkungan Laboratorium

Dalam upaya meningkatkan kompetesi dan pemahaman praktisi laboratorium terhadap standar mutu, Labnesia kembali menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 2 yang dilaksanakan secara online. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaan program edukatif yang berfokus pada implementasi SNI ISO/IEC 17025:2017 di berbagai sektor. Bootcamp ini diikuti oleh peserta dari beragam latar belakang, mulai dari instansi perguruan tinggi, perusahaan swasta, hingga lembaga pemerintah. Kehadiran peserta lintas sektor ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan pemahaman standar laboratorium yang terintegrasi dan sesuai regulasi. Acara dibuka secara resmi oleh MC Atikah, yang memandu jalannya kegiatan dengan komunikatif dan interaktif, sehingga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif bagi seluruh peserta. Pembahasan Komprehensif Klausul 6.3 ISO/IEC 17025:2017 Fokus utama seri kedua adalah Klausul 6.3: Manajemen Kondisi Fasilitas dan Lingkungan, yang merupakan salah satu aspek krusial dalam menjamin validitas hasil pengujian dan kalibrasi laboratorium. Materi disampaikan oleh narasumber berpengalaman, yaitu Ibu Nova Shintia Bokau, S.Si., seorang Trainer ISO/IEC 17025:2017 sekaligus Pakar Labnesia. Materi disampaikan dengan pendekatan yang sistematis dan aplikatid, narasumber membahas berbagai poin penting antara lain: Konsep dasar serta tujuan penerapan Klausul 6.3 Pentingnya pengendalian dan pemantauan kondisi fasilitas laboratorium Persyaratan teknis sesuai standar ISO/IEC 17025:2017 Strategi implementasi di lingkungan laboratorium Pengelolaan kondisi lingkungan untuk kegiatan pengujian, termasuk di luar fasilitas permanen Penyusunan dokumen, prosedur, dan rekaman yang sesuai standar Penyampaian materi juga dilengkapi dengan studi kasus serta contoh implementasi nyata, sehingga memudahka peserta dalam memahami penerapan di instansi masing-masing. Antusiasme Peserta dan Diskusi yang Aktif Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi, khususnya pada sesi diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan dan studi kasus disampaikan, mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi dalam implementasi standar di lapangan. Diskusi berjalan dinamis dengan topik yang beragam, seperti pengendalian suhu dan kelembaban, validasi kondisi lingkungan, hingga penyusunan dokumen pendukung yang sesuai klausul. Hal ini menunjukkan bahwa bootcamp tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wadah berbagi pengalaman antar praktisi laboratorium dari berbagai sektor. Komitmen Labnesia dalam Mendukung Standar Mutu Laboratorium Sebagai penyelenggara, Labnesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas laboratorium di Indonesia. Melalui program bootcam, pelatihan intensif, serta pendampingan implementasi standar, Labnesia berupaya membantu institusi dalam memenuhi perysaratan ISO/IEC 17025:2017 secara efektif dan berkelanjutan. Hubungi kami untuk solusi laboratorium Anda!

Labnesia Gelar In House Training Bersama Balai K3 Medan

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manuasia di bidang laboratorium. Labnesia kembali menyelenggarakan kegiatan in house training Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017 bersama Balai K3 Medan yang dilaksanakan secara onsite pada tanggal 5-6 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari Balai K3 Medan. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Labnesia dan instansi pemerintah dalam meningkatkan pemahaman serta penerapan standar laboratorium yang baik, khususnya dalam mendukung kegiatan pengujian yang berkualitas dan sesuai standar. Pembukaan Kegiatan Pelatihan Kegiatan pelatihan dipandu oleh MC Endang Setyowati yang memandu jalannya acara pembukaan secara singkat dan tertib. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Ibu dr. Sanri Yuliandari, M.Kes. selaku Kepala Balai K3 Medan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi serta pemahaman para peserta dalam menjalankan kegiatan laboratorium sesuai dengan standar yang berlaku. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, Labnesia turut memberikan kenang-kenangan kepada Balai K3 Medan sebagai simbol penghargaan dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Labnesia dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini. Kegiatan pelatihan kemudian ditutup kembali oleh Ibu dr. Santi Yuliandari, M.Kes., dengan harapan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan dalam kegiatan laboratorium di Balai K3 Medan. Penyampaian Materi oleh Pakar Labnesia Kegiatan pelatihan menghadirkan Bapak Mulyono, S.T.P., selaku Pakar Labnesia, yang menyampaikan materi secara komprehensi terkait penerapan standar laboratorium serta praktik terbaik dalam pengelolaan laboratorium. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, di mana pada hari pertama peserta mendapatkan pemaparan materi terkait konsep, persyaratan, serta implementasi standar laboratorium. Sementara itu, pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik terkait Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017, sehingga peserta dapat memahami proses audit internal laboratorium secara aplikatif. Selama pelaksanaan pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan serta pengalaman terkait penerapa standar laboratorium di instansi masing-masing. Suasana pelatihan yang interaktif membuat peserta dapat memahami materi dengan lebih baik serta memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan laboratorium sehari-hari. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui kegiatan in house training ini, Labnesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Labnesia juga menyediakan berbagai layanan pengembangan laboratorium seperti pelatihan teknis, pendampingan laboratorium, konsultas standar laboratorium, hingga gap analysis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. Ingin Mengadakan In House Training di Instansi Anda? Bagi instansi atau laboratorium yang ingin menyelenggarakan in house training bersama Labnesia, kegiatan dapat dilaksanakan secara online maupun onsite sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan layanan Labnesia, silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi detail serta konsultasi kebutuhan pelatihan di instansi Anda.

Labnesia Hadirkan Layanan Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium untuk Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Laboratorium

Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas dan standar pengelolaan laboratorium di Indonesia, Labnesia menghadirkan salah satu layanan unggulan berupa Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium. Layanan ini dirancang untuk membantu laboratorium dalam mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara kondisi yang ada dengan standar atau regulasi yang seharusnya dipenuhi. Melalui layanan ini, laboratorium dapat memperoleh gambaran awal mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, baik dari sisi manajemen, teknis operasional, maupun penerapan standar mutu laboratorium. Apa Itu Free Gap Analysis Laboratorium? Free Gap Analysis merupakan proses analisis awal yang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi laboratorium saat ini dibandingkan dengan standar atau persyaratan yang berlaku, seperti sistem manajemen mutu, kompetensi mutu, kompetensi personel, maupun kesiapan menuju akreditasi atau sertifikasi. Adanya gap analysis maka laboratorium dapat mengetahui: Kesesuaian sistem manajemen yang telah diterapkan Kesiapan laboratorium dalam menghadapi audit atau akreditasi Area yang masih memerlukan perbaikan atau pengembangan Strategi peningkatan kualitas laboratorium secara berkelanjutan Hasil dari analisis ini dapat menjadi dasar bagi laboratorium untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah dan efektif. Audiensi Laboratorium Bersama Tim Labnesia Selain melakukan analisis awal, Labnesia juga menyediakan audiensi atau sesi diskusi langsung dengan tim ahli yang berpengalaman di bidang pengelolaan dan pengembangan laboratorium. Dalam sesi audiensi ini, laboratorium dapat: Mengonsultasikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam operasional laboratorium Mendiskusikan strategi peningkatan standar laboratorium Mendapatkan rekomendasi solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing laboratorium Menggali peluang pengembangan kompetensi sumber daya manusia laboratorium Pendekatan ini memungkinkan laboratorium memperoleh masukan yang lebih komprehensi dan aplikatif. Fleksibel : Dapat Dilakukan Secara Online maupun Offline Untuk memberikan kemudahan bagi berbagai laboratorium di berbagai daerah, layanan Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium dapat dilakukan secara: Online, melalui pertemuan virtual Offline, dengan kunjungan langsung ke laboratorium Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Laboratorium Melalui layanan ini, Labnesia berkomitmen untuk menjadi strategis bagi laboratorium dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kesiapan menghadapi berbagai standar maupun regulasi yang berlaku. Dengan adanya Free Gap Analysis dan Audiensi Laboratorium, diharapkan laboratorium dapat memperoleh panduan awal yang tepat dalam melakukan pengembangan sistem, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saing laboratorium di tingkat nasional maupun internasional. Bagi laboratorium yang ingin mengetahui kondisi dan kesiapan sistem yang dimiliki saat ini, layanan ini dapat menjadi langkah awal yang efektif sebelum melangkah ke tahap pengembangan atau implementasi standar yang lebih lanjut. Hubungi kami untuk informasi selanjutnya!

Labnesia Kembali Gelar Bootcamp Standar Laboratorium Sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang laboratorium, Labnesia kembali menyelenggarakan Bootcamp Standar Laboratorium pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk mendukung peningkatan pemahaman praktisi laboratorium terhadap implementasi standar mutu laboratorium secara lebih praktis dan aplikatif. Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan Bootcamp Standar Laboratorium Batch I Seri 1 mengangkat topik “Klausul 6.2 – Manajemen SDM dan Pemantauan Kompetensi Personel berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 04 Maret 2026 secara online melalui Zoom Meeting. Bootcamp ini diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari 30 instansi, terdiri dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta perusahaan swasra yang memiliki laboratorium pengujian maupun kegiatan terkait pengelolaan laboratorium. Membahas Manajamen SDM dalam ISO/IEC 1702:2017 Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai implementasi Klausul 6.2 dalam SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Pembahasan tersebut menekankan pentingan kompetensi personel laboratorium dalam memastikan kegiatan pengujian dan operasional laboratorium berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai bagaiman laboratorium dapat memastikan bahwa setiap personel memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Topik ini menjadi sangat penting karena kualitas hasil pengujian laboratorium sangat dipengaruhi oleh kompetensi personel yang menjalankan kegiatan tersebut. Narasumber Berpengalaman di Bidang Standar Laboratorium Bootcamp ini menghadirkan Anik Ekawati, S.Si., sebagai pemateri utama. Beliau merupakan Trainer ISO/IEC 17025:2017 yang telah berpengalaman. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium serta membagikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan oleh peserta yang di tempat kerja masing-masing. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan yang aplikatif, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai penerapan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 dalam pengelolaan sumber daya manusia di laboratorium. Antusiasme Peserta dari Berbagai Instansi Kegiatan bootcamp ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi serta berpastisipasi dalam sesia diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh peserta terkait penerapan manajemen kompetensi personel di laboratorium masing-masing. Diskusi yang interaktif ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh wawasan baru sekaligus solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam implementasi standar laboratorium Kegiatan bootcamp ini dipandu oleh MC Atikah Afifa Shalsabilah yang memandu jalannya acara sejak pembukaan hingga sesi diskusi. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui penyelenggaraan Bootcamp Standar Laboratorium ini, Labnesia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi para praktisi laboratorium di Indonesia. Meningkatkan pemahaman terhadap standar SNI ISO/IEC 17025:2017, diharapkan laboratorium dapat mengelola sistem manajemen mutu secara lebih baik sehingga mampu menghasilkan data pengujian yang akurat, valid, dan dapat dipercaya. Program bootcamp ini juga menjadi salah satu sarana bagi para profesional laboratorium untuk belajar, berdiskusi, serta memperluas jejaring dengan praktisi dari berbagai instansi. Ikuti Program Bootcamp Labnesia Selanjutnya! Labnesia akan terus menghadirkan berbagai program edukasi dan pelatihan terkait standar laboratorium, sistem manajemen mutu, serta pengembangan kompetensi profesional di bidang laboratorium. Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti kegiatan serupa, informasi mengenai program pelatihan dan bootcamp berikutnya dapat diakses disini. Butuh informasi terkait pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium? Hubungi kami untuk informasi selengkapnya!

Pendampingan Laboratorium UINSA: Fokus Penyusunan Dokumen untuk Penguatan Sistem Manajemen

Dalam upaya meningkatkan mutu laboratorium, kegiatan Pendampingan Penyusunan Dokumen Laboratorium bersama UINSA sukses dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan secara online. Pendampingan dipandu langsung oleh Bapak Mulyono, S.T.P., pakar Labnesia. Ia berpengalaman dalam implementasi sistem manajemen laboratorium berbasis standar mutu. Program ini menjadi langkah strategis bagi laboratorium di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Tujuannya adalah memperkuat sistem dokumentasi sebagai fondasi utama tata kelola laboratorium yang profesional dan terstandar. Pentingnya Penyusunan Dokumen dalam Sistem Manajemen Laboratorium Dokumen yang tersusun dengan baik akan: Menjamin konsistensi proses operasional laboratorium Mempermudah proses audit internal maupun eksternal Mendukung pemenuhan persyaratan akreditasi Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pengguna jasa laboratorium Melalui pendampingan ini, peserta mendapatkan peahaman komprehensif tentang struktur dokumen, hierarki dokumentasi, hingga teknik penyusunan dokumen yang efektif dan sesuai standar. Materi Pendampingan Penyusunan Dokumen Dalam sesi yang berlangsung secara interaktif, Bapak Mulyono, S.T.P. membimbim peserta dalam beberapa aspek penting, antara lain: Identifikasi kebutuhan dokumen laboratorium Penyusunan dokumen level 1 hingga level teknis (SOP dan instruksi kerja) Pengendalian dokumen dan rekaman Strategi implementasi dokumen dalam operasional harian Pendampingan dilakukan secara online sehingga memungkinkan diskusi mendalam, review dokumen secara langsung, serta konsultasi spesifik sesuai kebutuhan laboratorium UINSA. Komitmen Peningkatan Mutu Laboratorium Kegiatan pendampingan ini menunjukkan komitmen UINSA dalam membangun sistem manajemen laboratorium yang tertata, sistematis, dan siap menghadapi proses evaluasi maupun akreditasi. Labnesia sebagai mitra pendamping terus mendorong transformasi laboratorium dari sekadar unit operasional menjadi pusat layanan yang unggul, profesional, dan bernilai tambah. Melalui pendampingan penyusunan dokumen laboratorium ini, diharapkan laboratorium UINSA semakin siap dalam mengimplementasikan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penelitian. Labnesia Sebagai Solusi Laboratorium Anda! Mau akreditasI laboratorium tapi masih bingung tahapannya? Hubungi kami untuk free gap analysis sebagai konsultasi awal!

Labnesia Gelar Webinar Nasional: Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Pada Kamis, 13 Maret 2025, terlaksana webinar dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017“. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang antusias mendalami standar internasional yang penting bagi pengelolaan laboratorium pendidikan dan pengujian. Webinar ini menghadirkan  Fajri Mulya Iresha , S.T., M.T., Ph.D. dan Herlan Tri Widianto, S.Tr., AK, yang akan membahas ISO/IEC 17025:2017, standar internasional untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi. Narasumber Utama dan Materi Pembahasan Webinar ini menghadirkan dua  ahli yang membahas ISO/IEC 17025:2017 dan peran akreditasi dalam meningkatkan kualitas laboratorium pendidikan Indonesia. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianto berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam hal akreditasi laboratorium dan pentingnya standar internasional ini untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, serta daya saing laboratorium di tingkat global. Apa itu ISO/IEC 17025:2017 ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang mengatur persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi. Standar ini sangat penting bagi laboratorium untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan, sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan dan persyaratan industri. Menerapkan ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjamin bahwa mereka memenuhi standar kualitas yang tinggi dan dapat bersaing di tingkat internasional. Transformasi Laboratorium Menjadi Layanan Publik yang Terakreditasi Webinar ini membahas transformasi laboratorium pendidikan menjadi layanan akreditasi. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianti menjelaskan bahwa untuk mencapai akreditasi, laboratorium harus memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai ISO/IEC 17025:2017. Proses akreditasi ini mencakup aspek teknis, manajemen yang baik, sumber daya yang memadai, dan pendanaan yang tepat. Namun, akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bukan hanya tentang memenuhi syarat-syarat teknis. Proses ini juga membawa manfaat jangka panjag, di antaranya: Meningkatkan Kredibilitas:  Pengakuan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya atas kualitas dan keandalan hasil pengujian atau kalibrasi. Meningkatkan Daya Saing: Memperluas pasar dan menarik lebih banyak pelanggan dengan bukti kepatuhan terhadap standar global. Jaminan Kualitas dan Akurasi: Mendorong evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, menghasilkan data yang lebih akurat dan terpercaya. Proses dan Persyaratan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Menjadi Layanan Publik Laboratorium harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017, di antaranya: Manajemen yang Baik: Laboratorium harus memiliki sistem manajemen yang sesuai dengan standari ISO, termasuk dokumentasi yang lengkap dan prosedur yang jelas. Kompetensi Staf: Laboratorium harus memastikan bahwa semua personel yang terlibat dalam pengujian atau kalibrasi memiliki kompetensi yang sesuai dan terlatih. Prosedur Pengujian dan Kalibrasi yang Valid: Laboratorium harus memastikan bahwa semua metode pengujian dan kalibrasi yang digunakan valid, dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan standar internasional. Peralatan yang Terkalibrasi dengan Baik: Semua peralatan yang digunakan dalam pengujian dan kalibrasi harus terkalibrasi secara tepat dan memiliki catatan pemeliharaan yang baik. Manfaat Akreditasi bagi Laboratorium Pendidikan Proses akreditasi mengubah laboratorium pendidikan dari fasilitas internal menjadi layanan publik profesional dan terpercaya. Hal ini membuka peluang baru, seperti kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian, mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan efisien operasional. Selain itu, akreditasi membantu universitas memperoleh pendanaan melalui layanan yang dapat dijual atau disewakan. Menjadikan Laboratorium sebagai Layanan Publik untuk Income Generator Salah satu pesan motivasi yang disampaikan oleh narasumber adalah mengenai pentingnya menjadikan laboratorium sebagai income generator atau sumber pendapatan. Memiliki akreditasi ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjadi layanan publik dalam memperluas peluang kerjasama dengan berbagai sektor industri dan pemerintah, yang pada gilirannya membuka akses pada dana atau pendanaan tambahan untuk mendukung pengembangan laboratorium dan kegiatan pendidikan. Penutupan dan Sesi Testimoni Sebagai penutupan, sesi testimoni dari peserta yang sangat antusias diadakan untuk membagikan pengalaman dan feedback positif terhadap webinar ini. Bu Aminah, S.S.T., M.Kes. dari Universitas La Tansa Mashiro menyampaikan bahwa proses persiapan akreditasi di laboratorium mereka menghadapi berbagai tantangan dan kekurangan. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bahwa pendampingan dari Labnesia sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi hambatan tersebut. Selain itu, pengalaman yang awalnya penuh kebingungan dan frustrasi dalam menghadapi standar tinggi akreditasi telah dibagikan oleh Bu Puji Astuti, M. Kep., Ns. Sp. Kep. MB, yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Keperawatan dan Farmasi di Universitas Bani Saleh. Pentingnya motivasi dan usaha berkelanjutan juga ditekankan oleh beliau, sementara apresiasi diberikan kepada narasumber yang menjelaskan bahwa laboratorium terakreditasi dapat berperan sebagai sumber pendapatan yang bermanfaat bagi pendanaan universitas. Selama sesi tanya jawab, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh peserta melalui berbagai pertanyaan terkait penerapan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium masing-masing. Jawaban yang diberikan oleh narasumber secara detail semakin memperdalam pemahaman peserta tentang pentingnya akreditasi serta langkah-langkah yang perlu untuk mencapainya. Kesimpulan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 diakui sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing laboratorium pendidikan, sehingga menjadi lebih terpercaya dan mampu beroperasi sebagai layanan publik yang profesional. Melalui webinar ini, tantangan dalam proses akreditasi telah disoroti, sementara solusi dan motivasi juga diberikan kepada peserta agar terus berupaya mencapai tujuan tersebut. Dengan menerapkan strategi yang tepat, laboratorium pendidikan dapat berkembang menjadi pusat pengujian dan kalibrasi berstandar internasional, yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta industri. Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Setelah mengikuti webinar yang penuh wawasan ini, Anda mungkin tertarik untuk memperdalam penerapan GLP dan ISO 17025:2017 di laboratorium Anda. Labnesia siap membantu Anda dengan berbagai layanan profesional yang dapat mendukung pengembangan laboratorium yang lebih andal dan berkualitas tinggi: Pendampingan dalam penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan dalam memenuhi standar internasional. Sertifikasi kompetensi yang diakui secara global. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan sesi konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama Labnesia wujudkan laboratorium yang lebih andal dan terpercaya, siap menghadapi tantangan masa depan. Bersama Labnesia siap menjadi garda terdepan Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk informasi selengkapnya.

Panduan Menyiapkan Laboratorium Pascapanen untuk Akreditasi ISO/IEC 17025

Akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang menjamin kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Untuk laboratorium pascapanen, memperoleh akreditasi ini bukan hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga memastikan hasil pengujian yang valid dan dapat diandalkan guna mendukung mutu serta keamanan produk pertanian. Agar laboratorium siap menghadapi proses akreditasi, diperlukan langkah-langkah persiapan yang sistematis sesuai dengan pedoman ISO/IEC 17025. 1. Memahami Standar Akreditasi ISO/IEC 17025 Langkah pertama dalam persiapan akreditasi adalah memahami secara menyeluruh persyaratan dalam ISO/IEC 17025. Standar ini terdiri dari dua aspek utama, yaitu: Persyaratan manajemen, yang mencakup sistem mutu, dokumentasi, dan audit internal. Persyaratan teknis, yang meliputi kompetensi staf, validasi metode pengujian, serta kalibrasi alat laboratorium. Dengan pemahaman yang kuat terhadap standar ini, laboratorium dapat mulai menyusun strategi implementasinya. 2. Melakukan Analisis Kesenjangan Sebelum menerapkan standar ISO/IEC 17025, laboratorium perlu mengevaluasi sejauh mana prosedur yang saat ini diterapkan sudah memenuhi persyaratan akreditasi. Analisis kesenjangan membantu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki, sehingga laboratorium dapat menyusun rencana tindakan yang lebih efektif. 3. Membangun Sistem Manajemen Mutu Akreditasi ISO/IEC 17025 Untuk memastikan kepatuhan terhadap ISO/IEC 17025, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu yang baik. Langkah ini melibatkan: Penyusunan dokumen mutu, termasuk kebijakan mutu, SOP (Standard Operating Procedures), dan instruksi kerja. Pembuatan sistem pencatatan yang transparan untuk mendukung akurasi dan validitas hasil pengujian. Pelaksanaan audit berkala untuk mengevaluasi efektivitas sistem mutu yang diterapkan. 4. Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Keberhasilan implementasi standar ini bergantung pada tenaga laboratorium yang kompeten. Oleh karena itu, penting untuk: Menyelenggarakan pelatihan rutin bagi teknisi dan analis laboratorium. Memastikan staf memahai prosedur pengujian, kalibrasi alat, serta standar mutu yang berlaku. Mengembangkan program evaluasi kinerja untuk memastikan bahwa seluruh personel laboratorium memiliki keterampilan teknis yang sesuai. 5. Validasi Metode Pengujian dan Kalibrasi Peralatan Validasi metode pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur yang digunakan memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, laboratorium juga wajib melakukan kalibrasi alat secara berkala guna mencegah ketidaktepatan dalam hasil pengujian. 6. Melaksanakan Audit Internal Sebelum mengajukan permohonan akreditasi, laboratorium harus menjalankan audit internal guna mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem mutu telah sesuai dengan standar. Tujuan dar audit ini adalah untuk: Mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian dalam prosedur operasional. Memastikan bahwa seluruh dokumen dan rekaman mutu terdokumentasi dengan baik. Menyusun tindakan korektif untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan sebelum dilakukan audit eksternak. 7. Mengajukan Permohonan Akreditasi ISO/IEC 17025 Setelah semua persyartan terpenuhi, laboratorium dapat mengajukan permohan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau lembaga akreditasi yang diakui. Proses ini melibatkan: Peninjauan dokumen mutu oleh auditor akreditasi. Asesmen di lokasi untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis laboratorium. Tindakan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian selama proses asesmen. 8. Menjaga Kepatuhan dan Peningkatan Berkelanjutan Setelah mendapatkan sertifikat akreditasi, laboratorium pascapanen harus terus berkomitmen menjaga standar mutu melalui: Audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Pembaruan metode pengujian berdasarkan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Pelatihan lanjutan bagi staf untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman terhadap standar laboratorium. Kesimpulan Mempersiapkan laboratorium pascapanen untuk memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025 memerlukan strategi yang matang dan konsistensi dalam implementasi sistem mutu. Dengan memahami standar, mengoptimalkan manajemen mutu, meningkatkan kompetensi staf, serta menjalankan audit berkala, laboratorium dapat memastikan keandalan hasil uji yang berkualitas. Akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi laboratorium tetapi juga membukan peluang kerja sama dengan industri dan lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Apakah laboratorium Anda siap untuk akreditasi ISO/IEC 17025? Temukan jawaban dan solusi penanganan terbaik bersama Labnesia. Hubungi kami untuk info selengkapnya.