Webinar HPLC UHPLC Labnesia 2026: Bahas Optimasi Metode, Troubleshooting, dan Kesesuaian Farmakope

Labnesia kembali sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Labnesia 2026 dengan tema “Analisis Zat Aktif dan Cemaran Menggunakan HPLC/UHPLC: Optimasi Metode, Troubleshooting, dan Kesesuaian Farmakope” pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta dari berbagai perguruan tinggi, laboratorium pengujian, instansi pemerintah, rumah sakit, industri farmasi, industri pangan, serta sektor swasta dari berbagai wilayah di Indonesia. Webinar HPLC UHPLC ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang analisis laboratorium, yaitu Yosia Adi Susetyo, S.Si., M.Si.D., Supervisor Analysis Development PT Erlangga Edi Laboratories (ERELA), yang telah memiliki pengalaman lebih dari sembilan tahun dalam pengembangan metode analisis, validasi metode, dan pengujian laboratorium farmasi. Antusiasme Peserta pada Webinar HPLC UHPLC Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari analis laboratorium, dosen, peneliti, mahasiswa, personel quality control (QC), quality assurance (QA), hingga praktisi laboratorium lainnya. Webinar ini menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman mengenai penggunaan HPLC dan UHPLC yang saat ini menjadi salah satu teknik analisis paling penting dalam pengujian zat aktif maupun cemaran. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan dipandu oleh Kintan Parenza Yasa, S.T. selaku moderator yang memfasilitasi jalannya acara mulai dari pembukaan hingga sesi diskusi dan penutupan. Materi Webinar HPLC UHPLC yang Komprehensif dan Aplikatif Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan berbagai aspek penting terkait penggunaan HPLC dan UHPLC dalam kegiatan analisis laboratorium. Pembahasan dimulai dari pengenalan sistem, bagian-bagian penting HPLC & perannya dalam penjaminan mutu produk farmasi dan herbal. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai: Prinsip kerja HPLC dan UHPLC Fungsi serta karakteristik komponen instrumen Optimasi metode analisis Pemilihan fase gerak yang sesuai Persiapan dan penanganan sampel Parameter System Suitability Test (SST) Troubleshooting instrumen Kesesuaian metode dengan farmakope dan regulasi Materi disampaikan secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh peserta dengan berbagai latar belakang pengalaman. Studi Kasus dan Contoh Perhitungan Menjadi Daya Tarik Webinar Salah satu keunggulan webinar ini adalah pembahasan yang tidak hanya berfokus pada teori. Narasumber juga membagikan berbagai studi kasus yang sering ditemukan di laboratorium, lengkap dengan contoh perhitungan, interpretasi hasil analisis, serta langkah-langkah penyelesaian masalah yang dapat diterapkan secara langsung. Melalui pendekatan ini, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan yang sering muncul dalam penggunaan HPLC maupun UHPLC serta strategi untuk mengatasinya. Pembahasan yang aplikatif tersebut mendapatkan respons positif dari peserta karena sangat relevan dengan kebutuhan pekerjaan sehari-hari di laboratorium. Pembahasan Troubleshooting HPLC Menjadi Sorotan Peserta Topik troubleshooting menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan berbagai permasalahan yang umum terjadi pada sistem HPLC dan UHPLC, seperti perubahan bentuk puncak kromatogram, gangguan baseline, peningkatan tekanan sistem, hingga permasalahan yang berkaitan dengan fase gerak dan kolom. Selain menjelaskan penyebab permasalahan, narasumber juga memberikan langkah-langkah investigasi dan tindakan korektif yang dapat dilakukan oleh personel laboratorium. Pembahasan tersebut membantu peserta memahami bahwa troubleshooting yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan keandalan hasil pengujian. Diskusi Interaktif Bersama Narasumber Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara aktif. Peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam penggunaan HPLC dan UHPLC. Pertanyaan yang diajukan mencakup topik optimasi metode, fase gerak, validasi metode, troubleshooting instrumen, hingga implementasi persyaratan farmakope dalam kegiatan pengujian. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan peningkatan kompetensi di bidang analisis laboratorium dan pengembangan metode. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui Webinar HPLC UHPLC ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia laboratorium di Indonesia. Labnesia secara konsisten menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang meliputi webinar nasional, pelatihan teknis, workshop, sertifikasi kompetensi, hingga pendampingan laboratorium. Program-program tersebut dirancang untuk membantu laboratorium dan personelnya agar mampu memenuhi tuntutan standar mutu, regulasi, dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten serta materi yang aplikatif, Labnesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan laboratorium Indonesia. Langkah Selanjutnya untuk Meningkatkan Kompetensi Laboratorium Webinar ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai penggunaan HPLC dan UHPLC, mulai dari optimasi metode, troubleshooting instrumen, hingga penerapan standar farmakope dalam kegiatan pengujian. Melalui berbagai studi kasus, contoh perhitungan, dan pengalaman praktis yang dibagikan oleh Yosia Adi Susetyo, S.Si., M.Si.D., peserta memperoleh bekal yang dapat langsung diterapkan di laboratorium masing-masing. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Nantikan webinar, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan program pengembangan laboratorium lainnya bersama Labnesia. Labnesia menyediakan program Kelas Pendampingan Laboratorium ISO/IEC 17025 yang dirancang untuk membantu laboratorium dalam mengembangkan sistem mutu, meningkatkan kompetensi personel, serta memperkuat layanan pengujian sesuai kebutuhan institusi. Mari konsultasikan kebutuhan laboratorium Anda bersama Labnesia. Hubungi kami sekarang!

Labnesia Gelar Webinar Nasional Optimalisasi Laboratorium Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal

Labnesia sukses menyelenggarakan Webinar Nasional “Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal” pada Selasa, 10 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan Ibu Anik Ekawati, S.Si. sebagai narasumber. Beliau merupakan praktisi berpengalaman di bidang sistem manajemen mutu laboratorium, dengan keahlian meliputi pelatihan ISO/IEC 17025, validasi metode, audit internal, dan pendampingan akreditasi. Acara dipandu oleh Berryl Jovanna sebagai moderator dan pembawa acara. Sebanyak 157 peserta mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri pangan yang memiliki unit laboratorium. Antusiasme Tinggi dari Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal Kegiatan berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir. Selain itu, peserta aktif menyampaikan pertanyaan seputar pengembangan layanan laboratorium. Topik yang dibahas dinilai sangat relevan dengan kebutuhan laboratorium pangan saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi diskusi berlangsung. Topik yang dibahas dinilai relevan dengan kondisi laboratorium pangan saat ini, terutama di tengah meningkatnya tuntutan regulasi kehalalan produk dan ketatnya persyaratan pelabelan gizi dari BPOM. Membahas Peran Strategis Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal Pada sesi materi, narasumber membuka diskusi dengan menegaskan bahwa laboratorium bukan sekadar cost center. Tanpa data laboratorium yang andal, implementasi standar seperti GMP, HACCP, ISO 22000, maupun FSSC 22000 tidak dapat dibuktikan secara objektif. Narasumber memperkenalkan konsep Segitiga Emas Mutu Pangan. Konsep ini terdiri dari tiga pilar utama, yaitu keamanan pangan, mutu pangan, dan gizi pangan. Narasumber menjelaskan beberapa strategi untuk meningkatkan pendapatan laboratorium. Salah satunya adalah mengembangkan paket layanan berbasis instrumen. Parameter Uji dan Peluang Layanan Laboratorium Peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai parameter uji utama yang menjadi layanan bernilai tinggi di segmen pangan, gizi, dan halal. Untuk pengujian gizi, parameter yang dibahas mencakup uji proksimat (kadar air, protein, lemak, karbohidrat) serta analisis vitamin dan mineral menggunakan HPLC dan spektrofotometri. Semua parameter ini wajib dicantumkan dalam Tabel Informasi Nilai Gizi. Hal ini sesuai dengan Peraturan BPOM No. 22 Tahun 2019. Untuk pengujian kehalalan, beberapa metode kunci yang dibahas meliputi identifikasi DNA babi menggunakan Real-Time PCR, deteksi alkohol/etanol dengan GC-FID atau GC-MS, serta penapisan bahan terlarang menggunakan FTIR atau LC-MS/MS. Strategi Menjadikan Laboratorium sebagai Income Generator Salah satu materi utama membahas cara mengoptimalkan instrumen laboratorium agar memberikan nilai ekonomi nyata. Narasumber menjelaskan pentingnya pemetaan aset melalui master asset register untuk mengetahui tingkat utilisasi setiap instrumen. Selain itu, laboratorium dapat menerapkan tarif berjenjang, mulai dari layanan reguler hingga very urgent. Instrumen yang jarang digunakan juga dapat dimanfaatkan melalui skema rental atau training center. Di sisi lain, akreditasi ISO/IEC 17025 dari KAN tetap menjadi fondasi penting. Akreditasi ini membantu laboratorium memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan. Kegiatan berlangsung interaktif dari awal hingga akhir acara. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengembangan layanan laboratorium. Topik yang dibahas dinilai sangat relevan dengan kebutuhan laboratorium pangan saat ini. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi diskusi. Testimoni Peserta Webinar ini juga menyertakan sesi testimoni dari peserta yang memperkuat kesan positif terhadap materi yang disampaikan. Labnesia Hadir Mendukung Pengembangan Laboratorium Melalui webinar ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas laboratorium Indonesia. Dukungan diberikan melalui pelatihan, webinar, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium. Bagi laboratorium pangan, gizi, atau halal yang ingin mengembangkan layanan dan memperkuat sistem mutu, Labnesia menyediakan program pendampingan yang komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium Anda. Program ini dirancang khusus untuk laboratorium Indonesia. Tujuannya adalah membantu laboratorium menjadi lebih kompeten dan berdaya saing. Ingin mengoptimalkan laboratorium Anda menjadi income generator yang kompetitif dan berkelanjutan? Hubungi tim Labnesia untuk mendapatkan layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium Anda.

Labnesia Gelar Webinar Nasional Optimalisasi Laboratorium Lingkungan Menjadi Income Generator

Labnesia sukses menyelenggarakan Webinar Nasional “Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator pada Laboratorium Lingkungan” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan Bapak Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D., CLLI., CLIA., sebagai narasumber. Acara dipandu oleh Atikah Afifa sebagai moderator dan pembawa acara. Lebih dari 130 peserta mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari perguruan tnggi, instansi pemerintah, dan sektor industri yang bergerak di bidang laboratorium lingkungan. Antusiasme Tinggi dari Laboratorium Lingkungan Kegiatan berlangsung interakif sejak sesi pembukaan hingga diskusi. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan terkait pengembangan layanan laboratorium. Topik yang dibahas dinilai relevan dengan kebutuhan laboratorium saat ini. Banyak peserta tertarik mempelajari strategi peningkatan nilai tambah laboratorium. Membahas Potensi Layanan Pengujian Lingkungan Pada sesi materi, narasumber menjelaskan pentingnya pemetaan instrumen laboratorium. Langkah tersebut menjadi dasar pengembangan layanan pengujian yang tepat. Peserta memperoleh wawasan mengenai potensi parameter uji dari setiap instrumen. Pembahasan juga mencakup jenis sampel yang dapatt menjadi layanan pengujian. Beberapa instrumen yang dibahas meliputi AAS, ICP-MS, GC-MS, Spektrofotometer UV-Vis, serta instrumen lainnya yang biasa digunakan di laboratorium lingkungan. Instrumen tersebut memiliki peluang besar untuk mendukung layanan laboratorium lingkungan. Selain itu, peserta mempelajar berbagai parameter pengujian yang banyak dibutuhkan. Parameter tersebut mencakup logam berat, senyawa organik, dan kualitas air. Strategi Menjadikan Laboratoriuum sebagai Income Generator Salah satu materi utama membahas strategi pengembangan laboratorium sebagai income generator. Narasumber menjelaskan peluang pengembangan layanan berdasarkan kebutuhan pasar. Laboratorium dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas. Pendekatan tersebut membantu menciptakan layanan yang lebih berkelanjutan. Peluang pasar pengujian lingkungan bagi perguruan tinggi juga menjadi pembahasan penting. Laboratorium kampus memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan industri. Labnesia Hadir Mendukung Pengembangan Laboratorium Melalui webinar ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas laboratorium Indonesia. Dukungan diberikan melalui pelatihan, webinar, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium. Bagi laboratorium yang membutuhkan pengembangan layanan dan penguatan sistem mutu, Labnesia menyediakan program kelas pendampingan yang komprehensif. Program tersebut dirancang untuk membantu laboratorium menjadi lebih kompeten, produktif, dan berdaya saing. Ingin mengembangkan laboratorium lingkungan menjadi income generator yang berkelanjutan? Hubungi kami untuk mendapatkan layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium Anda!

Webinar Nasional Labnesia 2026 Bahas Strategi Laboratorium Mendukung IKU 2, 5, 6, dan 9 Perguruan Tinggi

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan dan optimalisasi laboratorium di Indonesia. Labnesia sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Laboratorium 2026 dengan tema “Implementasi IKU 2, 5, 6, dan 9 di Perguruan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026. Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian Webinar Nasional Labnesia yang mengangkat tema besar terkait optimalisasi laboratorium. Webinar utama ini diselenggarakan sebagai pembuka untuk memberikan gambaran strategis mengenai pengembangan laboratorium dalam mendukung pencapaian IKU Perguruan Tinggi. Selanjutnya, Labnesia juga akan menghadirkan webinar lanjutan yang lebih spesifik sesuai bidang laboratorium masing-masing, sehingga peserta dapat memperoleh pembahasan yang lebih teknis dan aplikatif sesuai kebutuhan sektor laboratoriumnnya. Latar Belakang Webinar Nasional Laboratorium 2026 Kegiatan ini diselenggarakn sebagai respons terhadap meningkatknya kebutuhan perguruan tinggi dan laboratorium dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 2, 5, 6, dan 9 yang berkaitan dengan kualitas lulusan, hirilisasi inovasi, kolaborasi industri, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik dan kompetensi. Melalui webinar ini, Labnesia mendorong laboratorium agar tidak hanya menjadi fasilitas praktikum, tetapi juga berkembang sebagai: pusat kompetensi mahasiswa, pusat layanan laboratorium, hingga unit bisnis kampus yang produktif dan berdaya saing. Antusias Peserta Capai Lebih dari 300 Pendaftar Webinar nasional ini mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Banyak peserta menyampaikan tantangan pengelolaan laboratorium di institusinya masing-masing, mulai dari optimalisasi alat, pengembangan layanan laboratorium, hingga strategi menuju akreditasi. Kegiatan dipandu oleh MC Atikah yang membantu menjaga suasa webinar tetap interaktif dan komunikatif selama acara berlangsung. Narasumber dari Perspektif PTN dan PTS Webinar nasional ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman dari PTN dan PTS untuk memperluas wawasan pengembangan laboratorium pendidikan tinggi. Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng. Sebagai perwakilan dari sisi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), beliau membahas strategi optimalisasi laboratorium dalam mendukung layanan publik, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta pemanfaatan instrumen laboratorium secara maksimal. Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. Sebagai perwakilan dari sisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), beliau menyampaikan materi mengenai roadmap akreditasi laboratorium, pengembangan model bisnis laboratorium, serta penguatan laboratorium sebagai pusat kompetensi mahasiswa dan fresh graduate. Kedua narasumber juga membagikan pengalaman implementasi pengelolaan laboratorium di institusi masing-masing sehingga materi yang disampaikan terasa relevan dan aplikatif bagi peserta. Materi Webinar Nasional Laboratorium 2026 Beberapa poin utama yang dibahas dalam webinar meliputi: Arah kebijakan IKU 2, IKU 5, IKU 6, dan IKU 9 Tahun 2026 Model laboratorium sebagai pusat kompetensi mahasiswa dan fresh graduate Optimalisasi alat dan instrumentasi laboratorium untuk layanan publik Roadmap akreditasi dan pengembangan bisnis laboratorium Selain sesi materi utama, peserta juga mendapatkan bonus sesi mentoring terkait roadmap akreditasi dan model bisnis laboratorium. Kontribusi Labnesia dalam Pengembangan Laboratorium Indonesia Sebagai pusat kompetensi ISO/IEC 17025 terakreditasi KAN, Labnesia terus berkomitmen mendukung pengembangan laboratorium di Indonesia melalui pelatihan, webinar nasional, pendampingan akreditasi, hingga penguatan kompetensi sumber daya manusia laboratorium. Webinar Nasional Labnesia mendorong laboratorium di perguruan tinggi, pemerintah, maupun industri menjadi kompeten, produktif, serta berdaya saing tinggi. Ingin mengembangkan laboratorium Anda? Ikuti rangkaian webinar labnesia disini atau hubungi kami untuk konsultasi.

Labnesia Gelar Webinar Nasional K3 Laboratorium Gratis Akses

Webinar nasional bertajuk “Membangun Awareness K3 Laboratorium dari Pengalaman Nyata” telah sukses diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis, 16 April 2026 yang diikuti oleh 51 Peserta dari 25 Instansi yang berasal dari berbagai sektor laboratorium, pendidikan, dan industri. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium, dengan pendekatan yang lebih praktis melalui studi kasus dan pengalaman langsung di lapangan. K3 sebagai Budaya, Bukan Sekadar Prosedur Salah satu poin utama yang ditekankan dalam webinar ini adalah pentingnya menjadikan K3 sebagai budaya kerja, bukan hanya sekadar prosedur. Peserta diajak memahami bahwa sistem K3 yang efektif harus diterapkan secara konsisten dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan laboratorium. Materi Berbasis Studi Kasus Nyata Materi yang disampaikan mencakup: Realita implementasi K3 di lapangan Studi kasus insiden laboratorium berbasis pengalaman praktisi Strategi membantu safety culture Peran K3 bagi profesional muda Pendekatan ini membantu peserta memahami risiko kerja secara lebih konkret serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan. Praktisi yang Berpengalaman di Bidangnya Webinar ini menghadirkan Ibu Nova Shintia Bokau, S.Si., trainer ISO/IEC 17025:2017 yang memiliki pengalaman di K3 Laboratorium. Melalui pemaparannya, peserta mendapatkan insight praktis mengenai pentingnya evaluasi insiden serta penerapan sistem K3 yang berkelanjutan. Antusiasme dan Manfaat Kegiatan Selama sesi berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi K3 di institusi masing-masing. Hal ini menunjukka tingginya kebutuhan terhadap pemahaman K3 yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan awareness, mengurangi risiko kerja, serta memperkuat budaya keselamatan di lingkungan laboratorium. Penutup Webinar ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong peningkatan budaya K3 di Indonesia. Pendekatan berbasis pengalaman nyata, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan bekal praktis untuk implementasi di lapangan. Butuh pelatihan K3 dan sertifikasinya? Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut! Labnesia siap membantu Anda menjadi ahli K3 laboratorium yang kompeten.

Webinar Nasional Strategi Membuat CV Juara untuk Karier Laboratorium di Industri Petrokimia dan Migas Sukses Diselenggarakan

Labnesia kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan SDM Laboratorium dengan sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Strategi Membuat CV Juara untuk Karier Laboratorium di Industri Petrokimia dan Migas. Kegiatan tersebut diselenggarakan 13 Februari 2026 secara daring yang diikuti oleh Mahasiswa, Fresh graduate, dan Profesional Laboratorium dari berbagai daerah yang ingin meningkatkan peluang kerja di sektor petrokimia dan migas. Webinar menghadirkan praktisi laboratorium berpengalaman, Pak Ivanda Adrian Sastrawijaya, S.T., yang saat ini berkarier di perusahaan refinery internasional. Sesi pemaparannya, membagikan strategi praktis dan aplikatif dalam menyusun CV laboratorium yang relevan dengan kebutuhan industri petrokimia dan migas. Pentingnya CV yang Tepat untuk Industri Petrokimia dan Migas Industri petrokimia dan migas dikenal memiliki standar rekrutmen yang tinggi. Oleh karena itu, pelamar tidak cukup hanya mencantumkan pengalaman kerja, tetapi perlu menyusun CV berbasis kompetensi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan industri. Beberapa poin utama yang dibahas dalam webinar meliputi: Cara membangun fondasi CV yang kuat untuk posisi laboratorium industri Strategi menonjolkan kompetensi teknis, metode uji, dan standar seperti ASTM maupun ISO Penempatan sertifikasi dan pelatihan agar lebih menarik perhatian HR Teknik personel branding agar CV lebih unggul dibanding pelamar lain Peserta juga diberikan panduan praktis dalam menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar, sehingga lebih relevan dan berpotensi lolos tahap screening. Antusiasme Peserta dan Manfaat yang Diperoleh Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi aktif seputar strategi lolos seleksi industri migas, peluang bagi fresh graduate, hingga kesalahan umum dalam pembuatan CV laboratorium Selain materi utama, peserta juga mendapatkan berbagai benefit seperti e-certificate 4 JP, materi dan rekaman webinar, template CV khusus laboratorium, checklist evaluasi CV, serta layanan free review CV melalui email. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Karier Laboratorium Melalui webinar ini, Labnesia terus memperkuat perannya sebagai platform pengembangan kompetensi laboratorium yang relevan dengan kebutuhan industri. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing SDM laboratorium Indonesia agar siap berkarier di industri petrokimia dan migas, baik nasional maupun multinasional. Butuh layanan pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium? Hubungi kami untuk solusi laboratorium Anda!

Webinar Nasional Labnesia: Bahas Cara Tepat Menyusun dan Menyimpan Reagen Kimia di Laboratorium

Labnesia kembali menyelenggarakan Webinar Nasional “Cara Tepat Menyusun dan Menyimpan Reagen Kimia di Laboratorium” pada Sabtu, 13 September 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Bapak I. Adrian, B.Eng., seorang Laboratory Staff di State-Owned International Refinery Company, sebagai narasumber utama yang membawakan materi berbasis pada Harvard Chemical Storage Guide. Acara ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dengan diikuti oleh 174 peserta dari 140 instansi yang terdiri atas akademisi, dosen, laboran, analis kimia, hingga praktisi laboratorium dari berbagai daerah di Indonesia. Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa isu keamanan dan tata kelola penyimpanan bahan kimia di laboratorium menjadi kebutuhan penting bagi banyak lembaga. Rangkaian Acara dan Sambutan Pembuka Kegiatan dibuka dengan hangat oleh MC Endang Setyowati yang memandu jalannya acara. Selanjutnya, Founder Labnesia, Bapak Kurniawan Eka Saputra, S.T.P., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kompetensi sumber daya manusia di bidang laboratorium, khususnya dalam penerapan penyimpanan bahan kimia yang sesuai standar internasional, demi mendukung keselamatan kerja serta mutu pengelolaan laboratorium di Indonesia. Materi dan Manfaat yang Diperoleh Peserta Webinar ini mengangkat topik “Panduan Praktis Berdasarkan Harvard Chemical Storage Guide” yang berfokus pada tata cara penyusunan serta penyimpanan reagen kimia dengan benar dan aman. Peserta memperoleh manfaat nyata berupa: Lab Chemical Storage Guide dari Harvard Campus Service CSB Laboratory Incident Data sebagai referensi insiden laboratorium Materi presentasi & rekaman webinar E-sertifikat partisipasi Pemahaman mendalam terkait SKKNI Bidang Analis Kimia Materi yang dipaparkan tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga panduan praktis yang bisa segera diimplementasikan di laboratorium masing – masing. Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan Para peserta menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya webinar ini. Mereka merasa memperoleh pemahaman baru yang sangat bermanfaat, terutama mengenai standar penyimpanan bahan kimia sesuai pedoman internasional. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kualitas kerja laboratorium di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Labnesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan webinar dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia laboratorium. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak tenaga laboratorium yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global. Tentang Labnesia Labnesia adalah platform edukasi laboratorium yang berfokus pada peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan, webinar, dan sertifikasi di bidang laboratorium. Ikuti informasi terbaru seputar kegiatan edukasi laboratorium di Labnesia atau hubungi kami dan jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dalam program-program berikutnya. Labnesia, Mitra Anda Menuju Laboratorium Berstandar Internasional!

Labnesia Gelar Webinar Nasional: Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Pada Kamis, 13 Maret 2025, terlaksana webinar dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Laboratorium Pendidikan menjadi Layanan Publik melalui Akreditasi ISO/IEC 17025:2017“. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang antusias mendalami standar internasional yang penting bagi pengelolaan laboratorium pendidikan dan pengujian. Webinar ini menghadirkan  Fajri Mulya Iresha , S.T., M.T., Ph.D. dan Herlan Tri Widianto, S.Tr., AK, yang akan membahas ISO/IEC 17025:2017, standar internasional untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi. Narasumber Utama dan Materi Pembahasan Webinar ini menghadirkan dua  ahli yang membahas ISO/IEC 17025:2017 dan peran akreditasi dalam meningkatkan kualitas laboratorium pendidikan Indonesia. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianto berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam hal akreditasi laboratorium dan pentingnya standar internasional ini untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, serta daya saing laboratorium di tingkat global. Apa itu ISO/IEC 17025:2017 ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang mengatur persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi. Standar ini sangat penting bagi laboratorium untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan, sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan dan persyaratan industri. Menerapkan ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjamin bahwa mereka memenuhi standar kualitas yang tinggi dan dapat bersaing di tingkat internasional. Transformasi Laboratorium Menjadi Layanan Publik yang Terakreditasi Webinar ini membahas transformasi laboratorium pendidikan menjadi layanan akreditasi. Fajri Mulya Iresha dan Herlan Tri Widianti menjelaskan bahwa untuk mencapai akreditasi, laboratorium harus memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai ISO/IEC 17025:2017. Proses akreditasi ini mencakup aspek teknis, manajemen yang baik, sumber daya yang memadai, dan pendanaan yang tepat. Namun, akreditasi ISO/IEC 17025:2017 bukan hanya tentang memenuhi syarat-syarat teknis. Proses ini juga membawa manfaat jangka panjag, di antaranya: Meningkatkan Kredibilitas:  Pengakuan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya atas kualitas dan keandalan hasil pengujian atau kalibrasi. Meningkatkan Daya Saing: Memperluas pasar dan menarik lebih banyak pelanggan dengan bukti kepatuhan terhadap standar global. Jaminan Kualitas dan Akurasi: Mendorong evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, menghasilkan data yang lebih akurat dan terpercaya. Proses dan Persyaratan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 Menjadi Layanan Publik Laboratorium harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017, di antaranya: Manajemen yang Baik: Laboratorium harus memiliki sistem manajemen yang sesuai dengan standari ISO, termasuk dokumentasi yang lengkap dan prosedur yang jelas. Kompetensi Staf: Laboratorium harus memastikan bahwa semua personel yang terlibat dalam pengujian atau kalibrasi memiliki kompetensi yang sesuai dan terlatih. Prosedur Pengujian dan Kalibrasi yang Valid: Laboratorium harus memastikan bahwa semua metode pengujian dan kalibrasi yang digunakan valid, dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan standar internasional. Peralatan yang Terkalibrasi dengan Baik: Semua peralatan yang digunakan dalam pengujian dan kalibrasi harus terkalibrasi secara tepat dan memiliki catatan pemeliharaan yang baik. Manfaat Akreditasi bagi Laboratorium Pendidikan Proses akreditasi mengubah laboratorium pendidikan dari fasilitas internal menjadi layanan publik profesional dan terpercaya. Hal ini membuka peluang baru, seperti kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian, mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan efisien operasional. Selain itu, akreditasi membantu universitas memperoleh pendanaan melalui layanan yang dapat dijual atau disewakan. Menjadikan Laboratorium sebagai Layanan Publik untuk Income Generator Salah satu pesan motivasi yang disampaikan oleh narasumber adalah mengenai pentingnya menjadikan laboratorium sebagai income generator atau sumber pendapatan. Memiliki akreditasi ISO/IEC 17025:2017, laboratorium dapat menjadi layanan publik dalam memperluas peluang kerjasama dengan berbagai sektor industri dan pemerintah, yang pada gilirannya membuka akses pada dana atau pendanaan tambahan untuk mendukung pengembangan laboratorium dan kegiatan pendidikan. Penutupan dan Sesi Testimoni Sebagai penutupan, sesi testimoni dari peserta yang sangat antusias diadakan untuk membagikan pengalaman dan feedback positif terhadap webinar ini. Bu Aminah, S.S.T., M.Kes. dari Universitas La Tansa Mashiro menyampaikan bahwa proses persiapan akreditasi di laboratorium mereka menghadapi berbagai tantangan dan kekurangan. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bahwa pendampingan dari Labnesia sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi hambatan tersebut. Selain itu, pengalaman yang awalnya penuh kebingungan dan frustrasi dalam menghadapi standar tinggi akreditasi telah dibagikan oleh Bu Puji Astuti, M. Kep., Ns. Sp. Kep. MB, yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Keperawatan dan Farmasi di Universitas Bani Saleh. Pentingnya motivasi dan usaha berkelanjutan juga ditekankan oleh beliau, sementara apresiasi diberikan kepada narasumber yang menjelaskan bahwa laboratorium terakreditasi dapat berperan sebagai sumber pendapatan yang bermanfaat bagi pendanaan universitas. Selama sesi tanya jawab, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh peserta melalui berbagai pertanyaan terkait penerapan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium masing-masing. Jawaban yang diberikan oleh narasumber secara detail semakin memperdalam pemahaman peserta tentang pentingnya akreditasi serta langkah-langkah yang perlu untuk mencapainya. Kesimpulan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 diakui sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing laboratorium pendidikan, sehingga menjadi lebih terpercaya dan mampu beroperasi sebagai layanan publik yang profesional. Melalui webinar ini, tantangan dalam proses akreditasi telah disoroti, sementara solusi dan motivasi juga diberikan kepada peserta agar terus berupaya mencapai tujuan tersebut. Dengan menerapkan strategi yang tepat, laboratorium pendidikan dapat berkembang menjadi pusat pengujian dan kalibrasi berstandar internasional, yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta industri. Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Setelah mengikuti webinar yang penuh wawasan ini, Anda mungkin tertarik untuk memperdalam penerapan GLP dan ISO 17025:2017 di laboratorium Anda. Labnesia siap membantu Anda dengan berbagai layanan profesional yang dapat mendukung pengembangan laboratorium yang lebih andal dan berkualitas tinggi: Pendampingan dalam penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan dalam memenuhi standar internasional. Sertifikasi kompetensi yang diakui secara global. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan sesi konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama Labnesia wujudkan laboratorium yang lebih andal dan terpercaya, siap menghadapi tantangan masa depan. Bersama Labnesia siap menjadi garda terdepan Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk informasi selengkapnya.

Labnesia Gelar Webinar Nasional – Dari Praktik Laboratorium ke Industri: Sukses Berkarir di Bidang R&D, QC/QA, dan Produksi

Pada Selasa, 18 Maret 2025, Labnesia kembali mengadakan webinar bertajuk “Dari Praktik Laboratorium ke Industri: Sukses Berkarir di Bidang R&D, QC/QA, dan Produksi”. Acara ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai sektor, termasuk akademisi, pemerintah, serta industri swasta. Webinar ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai transisi dari laboratorium akademik ke industri, serta membahas berbagai peluang karir di bidang Research & Development (R&D), Quality Control/Quality Assurance (QC/QA), dan Produksi. Narasumber Ahli Berbagai Wawasan tentang Dunia Industri Webinar ini menghadirkan dua pembicara berpengalaman, yaitu Mulyono, S.T.P. dan Ferdian Zendythia Purwandaru, S.T.P., M.M., yang berbagi wawasan tentang perbedaan antara laboratorium akademik dan industri. Mereka menjelaskan bagaiman para profesional muda dapat beradaptasi dan meraih peluang karir yang menjanjikan di sektor R&D, QC/QA, dan Produksi yang semua berawal dari praktik laboratorium. Menjembatani Transisi dari Praktik Laboratorium ke Industri Salah satu topik utama dalam webinar ini adalah bagaimana berpindah dari laboratorium akademik ke dunia industri. Dijelaskan bahwa meskipun keduanya berfokus pada penelitian dan pengujian, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan dan tujuan kerja. Praktik Laboratorium akademik lebih menekankan eksplorasi ilmiah, sementara industri lebih mengutamakan penerapan riset untuk memenuhi standar serta kebutuhan pasar. Dalam sesi ini, Mulyono menyoroti bahwa R&D di industri berfokus pada pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, berbeda dengan praktik laboratorium akademik yang lebih banyak melakukan penelitian dasar. Sementara itu, di bidang QC/QA, industri menuntut pengendalian kualitas yang ketat untuk memastikan produk sesuai dengan regulasi dan standar keselamatan. Peluang Karir Menjanjikan di R&D, QC/QA, dan Produksi Para peserta mendapatkan gambaran mengenai peluang karir di berbagai bidang industri: R&D: Bidang yang berfokus pada inovasi produk, eksperimen, dan teknologi terbaru. QC/QA: Bertugas memastikan produk memenuhi standar kualitas yang berlaku. Produksi: Mengelola proses produksi agar berjalan efisien dan sesuai standar industri. Menurut narasumber, keterampilan praktik laboratorium seperti pemahaman standar industri, pengujian laboratorium, serta analisis data sangat diperlukan untuk sukses di sektor ini. Selain itu, penguasaan teknologi dan pemahaman terhadap regulasi industri menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Keterampilan Praktik Laboratorium Kunci untuk Sukses di Dunia Industri Keberhasilan dalam industri tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga kemampuan non-teknis seperti: Komunikasi yang efektif dalam tim dan dengan klien. Kemampuan problem solving untuk menghadapi tantangan industri. Kerja tim yang solid dalam lingkungan profesional. Ferdian Zendythia Purwandaru menekankan pentingnya keterampilan ini bagi profesional yang ingin berkembang di dunia industri. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai bagaimana pelatihan dan pengalaman prakktis dapat memperluas peluang karir mereka. Antusiasme Tinggi Peserta dalam Sesi Tanya Jawab Selama webinar, peserta sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan terkait transisi karir dan keterampilan yang dibutuhkan. Narasumber memberikan jawaban yang detail dan informatif, yang semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai peluang dan tantangan berkarir di industri. Banyak peserta memberikan testimoni positif dan merasa webinar ini sangat membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kesimpulan: Persiapkan Diri untuk Sukses di Industri dari Praktik Laboratorium Webinar ini memberikan wawasan berharga mengenai transisi dari praktik laboratorium ke industri, serta keterampilan yang harus dikuasai untuk sukses di bidang R&D, QC/QA, dan Produksi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan peluang karir di sektor ini, peserta diharapkan dapat lebih siap memasuki dunia kerja yang kompetitif. Tingkatkan Standar Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Jika Anda ingin mendalami penerapan Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium Anda, Labnesia siap membantu! Kami menyediakan berbagai layanan profesional untuk meningkatkan kualitas dan keandalan praktik laboratorium Anda: Pendampingan: Bimbingan dalam menerapkan GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Pelatihan: Program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tim laboratorium. Sertifikasi Kompetensi: Meningkatkan kredibilitas dan keahlian personil laboratorium Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama kami, wujudkan laboratorium yang lebih andal, berkualitas tinggi, dan siap bersaing di tingkat global. Bersama Labnesia Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk info selengkapnya.

Platform Labnesia Sukses Gelar Webinar Nasional Penerapan GLP & ISO/IEC 17025:2017

Platform Labnesia telah sukses menyelenggarakan Webinar Nasional secara daring pada tanggal 19 Februari 2025 dengan tema “Penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017 dalam Laboratorium Pascapanen dan Alsintan untuk Meningkatkan Keandalan Pengujian”. Acara ini diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari berbagai sektor, dari perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta, termasuk pimpinan dan civitas akademika di Indonesia. Webinar ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai penerapan Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025:2017 dalam konteks laboratorium pascapanen dan alat mesin pertanian (alsintan). Melalui penerapan standar ini, diharapkan dapat tercapai pengujian yang lebih andal dan terjamin kualitasnya, khususnya dalam sektor pertanian yang membutuhkan hasil yang akurat untuk mendukung keputusan berbasis data. Pembukaan oleh Founder Labnesia Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Kurniawan Eka Saputra, S.T.P., selaku founder Labnesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar webinar ini dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat dan dapat diterapkan di berbagai sektor, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang terus berkembang di Indonesia. Bapak Kurniawan juga menekankan pentingnya pengembangan kapasitas laboratorium melalui penerapan standar internasional yang diakui, seperti GLP dan ISO/IEC 17025:2017. Narasumber Utama dan Materi Pembahasan Acara ini menghadirkan narasumber utama yang sangat kompeten, yaitu Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., yang merupakan seorang ahli di bidang pengujian laboratorium. Dalam presentasinya, beliau membahas berbagai hal penting terkait dengan penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017, seperti pentingnya sistem manajemen mutu di laboratorium dan bagaimana standar internasional ini dapat meningkatkan keandalan hasil pengujian. Pembahasan ini juga mencakup aspek teknis dalam laboratorium pascapanen dan alsintan yang berfokus pada metode dan prosedur pengujian yang efektif. Pentingnya GLP dan ISO/IEC 17025:2017 dalam Laboratorium Pascapanen Dalam sektor pertanian, laboratorium pascapanen dan alsintan memiliki peran yang sangat penting untuk menjamin kualitas hasil pertanian serta keamanan pangan. Oleh karena itu, penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium pascapanen menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa semua pengujian dilakukan dengan standar yang tinggi dan akurat. Kedua standar ini mengatur tata cara manajemen laboratorium, serta cara pengambilan dan pengujian sampel yang terpercaya. Antusiasme Peserta dan Interaksi Selama webinar, para peserta sangat antuasias mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi GLP dan ISO/IEC 17025:2017 dalam laboratorium mereka. Beberapa pertanyaan mendalam mengenai tantangan yang dihadapi dalam proses sertifikasi, serta cara mengoptimalkan penggunaan alsintan untuk mendukung pengujian yang lebih efisien, menjadi topik diskusi yang menarik. Pada akhir sesi, banyak peserta memberikan testimoni positif, mengungkapkan bahwa webinar ini sangat bermanfaat dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menerapkan standar internasional di laboratorium masing-masing. Kesimpulan Dengan terselenggaranya webinar ini, Labnesia berharap dapat terus mendukung pengembangan kapasitas laboratorium di Indonesia, terutama dalam bidang pertanian dan pengujian pascapanen. Penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017 diyakini akan meningkatkan keandalan pengujian yang pada akhirnya berdampak pada kualitas produk dan layanan yang lebih baik. Labnesia juga berharap agar lebih banyak laboratorium yang dapat mengadopsi standar internasional ini untuk mencapai pengujian yang lebih berkualitas dan terpercaya di masa depan. Tingkatkan Kualitas Laboratorium Anda Bersama Labnesia! Setelah mengikuti webinar yang penuh wawasan ini, Anda mungkin tertarik untuk memperdalam penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium Anda. Labnesia sia membantu Anda dengan berbagai layanan profesional yang dapat mendukung pengembangan laboratorium yang lebih andal dan berkualitas tinggi. Pendampingan: Dapatkan bimbingan langsung dalam penerapan GLP dan ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium Anda. Pelatihan: Ikuti pelatihan mendalam yang disesuaikan untuk meningkatkan kapasitas tim Anda dalam memenuhi standar internasional. Sertifikasi Personil: Dapatkan sertifikasi yang diakui secara global untuk meningkatkan kredibilitas dan kompetensi personil di laboratorium Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan sesi konsultasi dengan tim ahli Labnesia. Bersama Labnesia, wujudkan laboratorium yang lebih andal dan terpercaya, siap menghadapi tantangan masa depan. Bersama Labnesia siap menjadi garda terdepan Laboratorium Anda! Hubungi kami untuk informasi selengkapnya.