Webinar nasional bertajuk “Membangun Awareness K3 Laboratorium dari Pengalaman Nyata” telah sukses diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis, 16 April 2026 yang diikuti oleh 51 Peserta dari 25 Instansi yang berasal dari berbagai sektor laboratorium, pendidikan, dan industri.
Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium, dengan pendekatan yang lebih praktis melalui studi kasus dan pengalaman langsung di lapangan.
K3 sebagai Budaya, Bukan Sekadar Prosedur
Salah satu poin utama yang ditekankan dalam webinar ini adalah pentingnya menjadikan K3 sebagai budaya kerja, bukan hanya sekadar prosedur. Peserta diajak memahami bahwa sistem K3 yang efektif harus diterapkan secara konsisten dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan laboratorium.
Materi Berbasis Studi Kasus Nyata

Materi yang disampaikan mencakup:
- Realita implementasi K3 di lapangan
- Studi kasus insiden laboratorium berbasis pengalaman praktisi
- Strategi membantu safety culture
- Peran K3 bagi profesional muda
Pendekatan ini membantu peserta memahami risiko kerja secara lebih konkret serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan.
Praktisi yang Berpengalaman di Bidangnya
Webinar ini menghadirkan Ibu Nova Shintia Bokau, S.Si., trainer ISO/IEC 17025:2017 yang memiliki pengalaman di K3 Laboratorium. Melalui pemaparannya, peserta mendapatkan insight praktis mengenai pentingnya evaluasi insiden serta penerapan sistem K3 yang berkelanjutan.
Antusiasme dan Manfaat Kegiatan

Selama sesi berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi K3 di institusi masing-masing. Hal ini menunjukka tingginya kebutuhan terhadap pemahaman K3 yang aplikatif.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan awareness, mengurangi risiko kerja, serta memperkuat budaya keselamatan di lingkungan laboratorium.
Penutup
Webinar ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong peningkatan budaya K3 di Indonesia. Pendekatan berbasis pengalaman nyata, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan bekal praktis untuk implementasi di lapangan.
















