Labnesia sukses menggelar webinar nasional pada 11 Juni 2026 melalui platform Zoom. Webinar ini mengangkat tema “Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pertanian”. Dua narasumber ahli hadir untuk berbagi strategi nyata. Keduanya membahas cara mengubah laboratorium pertanian dan pascapanen menjadi unit bisnis yang mandiri secara finansial.

Dua Narasumber dengan Keahlian yang Saling Melengkapi
Webinar ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Indra Permana, S.P., M.P., yang membahas optimalisasi laboratorium pertanian. Sesi kedua dibawakan oleh Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, STP., MP., Ph.D. Beliau membahas optimalisasi laboratorium uji pascapanen.
Keduanya menyampaikan pesan yang sama. Laboratorium modern harus mampu menjadi pusat layanan, pusat inovasi, dan unit bisnis yang menghasilkan nilai ekonomi nyata.


Laboratorium Pertanian Bisa Menjadi Lebih dari Sekadar Tempat Uji
Bapak Indra Permana, S.P., M.P. membuka sesi dengan memetakan tantangan nyata laboratorium pertanian saat ini. Banyak instrumen canggih yang jarang terpakai. Pendanaan operasional sering kali terbatas. Selain itu, sebagian besar laboratorium belum memiliki model bisnis layanan yang jelas.
Namun demikian, tantangan ini bisa diubah menjadi peluang. Caranya adalah dengan menggeser paradigma. Instrumen bukan lagi sekadar inventaris, melainkan aset produktif. Parameter uji bukan sekadar daftar teknis, melainkan produk layanan yang bernilai jual. Dengan pendekatan ini, laboratorium bertransformasi dari cost center menjadi revenue center.

Pascapanen: Peluang Layanan yang Sering Terlewat
Selanjutnya, Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, STP., MP., Ph.D. memperluas perspektif peserta. Ia memperkenalkan peran laboratorium uji pascapanen yang selama ini sering luput dari perhatian. Laboratorium ini tidak hanya menguji mutu produk. Lebih dari itu, laboratorium juga dapat menilai performa alsintan secara langsung.
Kedua layanan ini sangat dibutuhkan industri agribisnis. Namun, keduanya justru paling jarang tersedia di laboratorium pertanian konvensional. Oleh karena itu, ini menjadi celah pasar yang terbuka lebar bagi laboratorium yang siap.
Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun kepercayaan pelanggan. Workflow yang tertata, QC harian yang ketat, serta laporan hasil uji yang informatif menjadi fondasi layanan yang profesional.

Kunci Monetisasi: Jual Keputusan, Bukan Sekadar Angka
Salah satu pesan paling tajam dari webinar ini berasal dari sesi monetisasi. Narasumber menegaskan hal yang penting: “Jangan jual ‘uji kadar air’. Jual ‘keputusan aman simpan, efisiensi pengeringan, dan pemenuhan spesifikasi buyer’.”
Sebagai panduan, narasumber merekomendasikan empat paket layanan. Pertama, Basic QC untuk UMKM dan koperasi. Kedua, Safety Check untuk eksportir dan buyer internasional. Ketiga, Process Optimization untuk pabrik dan produsen alsintan. Keempat, R&D Support untuk perusahaan dan kampus. Semua paket ini semakin kuat jika didukung akreditasi ISO/IEC 17025 sebagai bukti kompetensi yang diakui secara resmi.

Sesi Diskusi dan Tanya Jawab Berjalan Aktif
Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Pada sesi ini, peserta memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan laboratorium pertanian dan pascapanen.
Testimoni dan Kesan Peserta
Selain mendapatkan materi yang komprehensif, peserta juga memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan webinar ini. Webinar ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana berbagi ilmu dan pengalaman yang memberikan manfaat nyata bagi pengelola laboratorium di berbagai daerah.


Transformasi Laboratorium Dimulai Hari Ini
Webinar ini membuktikan satu hal yang penting. Transformasi laboratorium pertanian menjadi income generator bukan sesuatu yang jauh dari jangkauan. Langkah ini bisa dimulai hari ini, dengan instrumen yang sudah ada dan pasar yang sudah menunggu.















