Webinar HPLC UHPLC Labnesia 2026: Bahas Optimasi Metode, Troubleshooting, dan Kesesuaian Farmakope

Labnesia kembali sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Labnesia 2026 dengan tema “Analisis Zat Aktif dan Cemaran Menggunakan HPLC/UHPLC: Optimasi Metode, Troubleshooting, dan Kesesuaian Farmakope” pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta dari berbagai perguruan tinggi, laboratorium pengujian, instansi pemerintah, rumah sakit, industri farmasi, industri pangan, serta sektor swasta dari berbagai wilayah di Indonesia. Webinar HPLC UHPLC ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang analisis laboratorium, yaitu Yosia Adi Susetyo, S.Si., M.Si.D., Supervisor Analysis Development PT Erlangga Edi Laboratories (ERELA), yang telah memiliki pengalaman lebih dari sembilan tahun dalam pengembangan metode analisis, validasi metode, dan pengujian laboratorium farmasi. Antusiasme Peserta pada Webinar HPLC UHPLC Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari analis laboratorium, dosen, peneliti, mahasiswa, personel quality control (QC), quality assurance (QA), hingga praktisi laboratorium lainnya. Webinar ini menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman mengenai penggunaan HPLC dan UHPLC yang saat ini menjadi salah satu teknik analisis paling penting dalam pengujian zat aktif maupun cemaran. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan dipandu oleh Kintan Parenza Yasa, S.T. selaku moderator yang memfasilitasi jalannya acara mulai dari pembukaan hingga sesi diskusi dan penutupan. Materi Webinar HPLC UHPLC yang Komprehensif dan Aplikatif Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan berbagai aspek penting terkait penggunaan HPLC dan UHPLC dalam kegiatan analisis laboratorium. Pembahasan dimulai dari pengenalan sistem, bagian-bagian penting HPLC & perannya dalam penjaminan mutu produk farmasi dan herbal. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai: Prinsip kerja HPLC dan UHPLC Fungsi serta karakteristik komponen instrumen Optimasi metode analisis Pemilihan fase gerak yang sesuai Persiapan dan penanganan sampel Parameter System Suitability Test (SST) Troubleshooting instrumen Kesesuaian metode dengan farmakope dan regulasi Materi disampaikan secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh peserta dengan berbagai latar belakang pengalaman. Studi Kasus dan Contoh Perhitungan Menjadi Daya Tarik Webinar Salah satu keunggulan webinar ini adalah pembahasan yang tidak hanya berfokus pada teori. Narasumber juga membagikan berbagai studi kasus yang sering ditemukan di laboratorium, lengkap dengan contoh perhitungan, interpretasi hasil analisis, serta langkah-langkah penyelesaian masalah yang dapat diterapkan secara langsung. Melalui pendekatan ini, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan yang sering muncul dalam penggunaan HPLC maupun UHPLC serta strategi untuk mengatasinya. Pembahasan yang aplikatif tersebut mendapatkan respons positif dari peserta karena sangat relevan dengan kebutuhan pekerjaan sehari-hari di laboratorium. Pembahasan Troubleshooting HPLC Menjadi Sorotan Peserta Topik troubleshooting menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan berbagai permasalahan yang umum terjadi pada sistem HPLC dan UHPLC, seperti perubahan bentuk puncak kromatogram, gangguan baseline, peningkatan tekanan sistem, hingga permasalahan yang berkaitan dengan fase gerak dan kolom. Selain menjelaskan penyebab permasalahan, narasumber juga memberikan langkah-langkah investigasi dan tindakan korektif yang dapat dilakukan oleh personel laboratorium. Pembahasan tersebut membantu peserta memahami bahwa troubleshooting yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan keandalan hasil pengujian. Diskusi Interaktif Bersama Narasumber Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara aktif. Peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam penggunaan HPLC dan UHPLC. Pertanyaan yang diajukan mencakup topik optimasi metode, fase gerak, validasi metode, troubleshooting instrumen, hingga implementasi persyaratan farmakope dalam kegiatan pengujian. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan peningkatan kompetensi di bidang analisis laboratorium dan pengembangan metode. Komitmen Labnesia dalam Pengembangan Kompetensi Laboratorium Melalui Webinar HPLC UHPLC ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia laboratorium di Indonesia. Labnesia secara konsisten menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang meliputi webinar nasional, pelatihan teknis, workshop, sertifikasi kompetensi, hingga pendampingan laboratorium. Program-program tersebut dirancang untuk membantu laboratorium dan personelnya agar mampu memenuhi tuntutan standar mutu, regulasi, dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten serta materi yang aplikatif, Labnesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan laboratorium Indonesia. Langkah Selanjutnya untuk Meningkatkan Kompetensi Laboratorium Webinar ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai penggunaan HPLC dan UHPLC, mulai dari optimasi metode, troubleshooting instrumen, hingga penerapan standar farmakope dalam kegiatan pengujian. Melalui berbagai studi kasus, contoh perhitungan, dan pengalaman praktis yang dibagikan oleh Yosia Adi Susetyo, S.Si., M.Si.D., peserta memperoleh bekal yang dapat langsung diterapkan di laboratorium masing-masing. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Nantikan webinar, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan program pengembangan laboratorium lainnya bersama Labnesia. Labnesia menyediakan program Kelas Pendampingan Laboratorium ISO/IEC 17025 yang dirancang untuk membantu laboratorium dalam mengembangkan sistem mutu, meningkatkan kompetensi personel, serta memperkuat layanan pengujian sesuai kebutuhan institusi. Mari konsultasikan kebutuhan laboratorium Anda bersama Labnesia. Hubungi kami sekarang!
Webinar Nasional Labnesia: Optimalisasi Laboratorium Pertanian dan Pascapanen Menjadi Income Generator

Labnesia sukses menggelar webinar nasional pada 11 Juni 2026 melalui platform Zoom. Webinar ini mengangkat tema “Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pertanian”. Dua narasumber ahli hadir untuk berbagi strategi nyata. Keduanya membahas cara mengubah laboratorium pertanian dan pascapanen menjadi unit bisnis yang mandiri secara finansial. Dua Narasumber dengan Keahlian yang Saling Melengkapi Webinar ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Indra Permana, S.P., M.P., yang membahas optimalisasi laboratorium pertanian. Sesi kedua dibawakan oleh Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, STP., MP., Ph.D. Beliau membahas optimalisasi laboratorium uji pascapanen. Keduanya menyampaikan pesan yang sama. Laboratorium modern harus mampu menjadi pusat layanan, pusat inovasi, dan unit bisnis yang menghasilkan nilai ekonomi nyata. Laboratorium Pertanian Bisa Menjadi Lebih dari Sekadar Tempat Uji Bapak Indra Permana, S.P., M.P. membuka sesi dengan memetakan tantangan nyata laboratorium pertanian saat ini. Banyak instrumen canggih yang jarang terpakai. Pendanaan operasional sering kali terbatas. Selain itu, sebagian besar laboratorium belum memiliki model bisnis layanan yang jelas. Namun demikian, tantangan ini bisa diubah menjadi peluang. Caranya adalah dengan menggeser paradigma. Instrumen bukan lagi sekadar inventaris, melainkan aset produktif. Parameter uji bukan sekadar daftar teknis, melainkan produk layanan yang bernilai jual. Dengan pendekatan ini, laboratorium bertransformasi dari cost center menjadi revenue center. Pascapanen: Peluang Layanan yang Sering Terlewat Selanjutnya, Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, STP., MP., Ph.D. memperluas perspektif peserta. Ia memperkenalkan peran laboratorium uji pascapanen yang selama ini sering luput dari perhatian. Laboratorium ini tidak hanya menguji mutu produk. Lebih dari itu, laboratorium juga dapat menilai performa alsintan secara langsung. Kedua layanan ini sangat dibutuhkan industri agribisnis. Namun, keduanya justru paling jarang tersedia di laboratorium pertanian konvensional. Oleh karena itu, ini menjadi celah pasar yang terbuka lebar bagi laboratorium yang siap. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun kepercayaan pelanggan. Workflow yang tertata, QC harian yang ketat, serta laporan hasil uji yang informatif menjadi fondasi layanan yang profesional. Kunci Monetisasi: Jual Keputusan, Bukan Sekadar Angka Salah satu pesan paling tajam dari webinar ini berasal dari sesi monetisasi. Narasumber menegaskan hal yang penting: “Jangan jual ‘uji kadar air’. Jual ‘keputusan aman simpan, efisiensi pengeringan, dan pemenuhan spesifikasi buyer’.” Sebagai panduan, narasumber merekomendasikan empat paket layanan. Pertama, Basic QC untuk UMKM dan koperasi. Kedua, Safety Check untuk eksportir dan buyer internasional. Ketiga, Process Optimization untuk pabrik dan produsen alsintan. Keempat, R&D Support untuk perusahaan dan kampus. Semua paket ini semakin kuat jika didukung akreditasi ISO/IEC 17025 sebagai bukti kompetensi yang diakui secara resmi. Sesi Diskusi dan Tanya Jawab Berjalan Aktif Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Pada sesi ini, peserta memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan laboratorium pertanian dan pascapanen. Testimoni dan Kesan Peserta Selain mendapatkan materi yang komprehensif, peserta juga memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan webinar ini. Webinar ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana berbagi ilmu dan pengalaman yang memberikan manfaat nyata bagi pengelola laboratorium di berbagai daerah. Transformasi Laboratorium Dimulai Hari Ini Webinar ini membuktikan satu hal yang penting. Transformasi laboratorium pertanian menjadi income generator bukan sesuatu yang jauh dari jangkauan. Langkah ini bisa dimulai hari ini, dengan instrumen yang sudah ada dan pasar yang sudah menunggu. Labnesia akan terus menghadirkan webinar dan program pelatihan yang relevan bagi pengelola laboratorium di seluruh Indonesia. Pantau terus informasi kegiatan kami di instagram atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
Pelatihan Kompetensi Laboratorium & Industri 2026 | Labnesia

Memuat… EVENTS All Events WEBINAR PELATIHAN Pelatihan Kompetensi Laboratorium & Industri 2026 | Labnesia Read More WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026 : Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator Pada Lab Peternakan & Perikanan Read More WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026 : Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator Pada Lab Kimia & Farmasi Read More WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026 : Analisis Zat Aktif dan Cemaran Menggunakan HPLC/UHPLC: Optimasi Metode, Troubleshooting, & Kesesuaian Farmakope Read More Bootcamp Implementasi ISO/IEC 17025:2017 – Laboratory HSE Read More Bootcamp Implementasi ISO/IEC 17025:2017 – Laboratory Quality System Assurance Read More Load More End of Content.
Labnesia Gelar Webinar Nasional Optimalisasi Laboratorium Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal

Labnesia sukses menyelenggarakan Webinar Nasional “Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator pada Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal” pada Selasa, 10 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan Ibu Anik Ekawati, S.Si. sebagai narasumber. Beliau merupakan praktisi berpengalaman di bidang sistem manajemen mutu laboratorium, dengan keahlian meliputi pelatihan ISO/IEC 17025, validasi metode, audit internal, dan pendampingan akreditasi. Acara dipandu oleh Berryl Jovanna sebagai moderator dan pembawa acara. Sebanyak 157 peserta mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri pangan yang memiliki unit laboratorium. Antusiasme Tinggi dari Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal Kegiatan berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir. Selain itu, peserta aktif menyampaikan pertanyaan seputar pengembangan layanan laboratorium. Topik yang dibahas dinilai sangat relevan dengan kebutuhan laboratorium pangan saat ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi diskusi berlangsung. Topik yang dibahas dinilai relevan dengan kondisi laboratorium pangan saat ini, terutama di tengah meningkatnya tuntutan regulasi kehalalan produk dan ketatnya persyaratan pelabelan gizi dari BPOM. Membahas Peran Strategis Laboratorium Pangan, Gizi, dan Halal Pada sesi materi, narasumber membuka diskusi dengan menegaskan bahwa laboratorium bukan sekadar cost center. Tanpa data laboratorium yang andal, implementasi standar seperti GMP, HACCP, ISO 22000, maupun FSSC 22000 tidak dapat dibuktikan secara objektif. Narasumber memperkenalkan konsep Segitiga Emas Mutu Pangan. Konsep ini terdiri dari tiga pilar utama, yaitu keamanan pangan, mutu pangan, dan gizi pangan. Narasumber menjelaskan beberapa strategi untuk meningkatkan pendapatan laboratorium. Salah satunya adalah mengembangkan paket layanan berbasis instrumen. Parameter Uji dan Peluang Layanan Laboratorium Peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai parameter uji utama yang menjadi layanan bernilai tinggi di segmen pangan, gizi, dan halal. Untuk pengujian gizi, parameter yang dibahas mencakup uji proksimat (kadar air, protein, lemak, karbohidrat) serta analisis vitamin dan mineral menggunakan HPLC dan spektrofotometri. Semua parameter ini wajib dicantumkan dalam Tabel Informasi Nilai Gizi. Hal ini sesuai dengan Peraturan BPOM No. 22 Tahun 2019. Untuk pengujian kehalalan, beberapa metode kunci yang dibahas meliputi identifikasi DNA babi menggunakan Real-Time PCR, deteksi alkohol/etanol dengan GC-FID atau GC-MS, serta penapisan bahan terlarang menggunakan FTIR atau LC-MS/MS. Strategi Menjadikan Laboratorium sebagai Income Generator Salah satu materi utama membahas cara mengoptimalkan instrumen laboratorium agar memberikan nilai ekonomi nyata. Narasumber menjelaskan pentingnya pemetaan aset melalui master asset register untuk mengetahui tingkat utilisasi setiap instrumen. Selain itu, laboratorium dapat menerapkan tarif berjenjang, mulai dari layanan reguler hingga very urgent. Instrumen yang jarang digunakan juga dapat dimanfaatkan melalui skema rental atau training center. Di sisi lain, akreditasi ISO/IEC 17025 dari KAN tetap menjadi fondasi penting. Akreditasi ini membantu laboratorium memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan. Kegiatan berlangsung interaktif dari awal hingga akhir acara. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengembangan layanan laboratorium. Topik yang dibahas dinilai sangat relevan dengan kebutuhan laboratorium pangan saat ini. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi diskusi. Testimoni Peserta Webinar ini juga menyertakan sesi testimoni dari peserta yang memperkuat kesan positif terhadap materi yang disampaikan. Labnesia Hadir Mendukung Pengembangan Laboratorium Melalui webinar ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas laboratorium Indonesia. Dukungan diberikan melalui pelatihan, webinar, sertifikasi, dan pendampingan laboratorium. Bagi laboratorium pangan, gizi, atau halal yang ingin mengembangkan layanan dan memperkuat sistem mutu, Labnesia menyediakan program pendampingan yang komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium Anda. Program ini dirancang khusus untuk laboratorium Indonesia. Tujuannya adalah membantu laboratorium menjadi lebih kompeten dan berdaya saing. Ingin mengoptimalkan laboratorium Anda menjadi income generator yang kompetitif dan berkelanjutan? Hubungi tim Labnesia untuk mendapatkan layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium Anda.
Terlatih, Teruji, Bersertifikat: Labnesia Hadirkan Pelatihan Panelis Sensori untuk Industri Pangan dan Fresh Graduate

Labnesia kembali sukses mencetak panelis sensori bersertifikat melalui program pelatihan intensif di Semarang. Program ini dirancang khusus untuk profesional industri pangan dan fresh graduate yang ingin membuktikan kompetensinya secara resmi. Apa yang membedakan pencicip biasa dengan panelis sensori profesional? Jawabannya bukan soal kepekaan indera saja. Lebih dari itu, seorang panelis sensori terlatih mampu mengubah pengalaman mencicipi menjadi data yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada 5–6 Juni 2026, pelatihan ini digelar di Ruang Matrix Lantai 1, Hotel NEO Candi Simpang Lima, Semarang. Tiga peserta hadir dengan latar belakang berbeda. Dua di antaranya adalah profesional dari industri pangan. Satu peserta lainnya adalah fresh graduate yang berinisiatif membekali diri sebelum terjun ke dunia kerja. Selama dua hari penuh, ketiganya menjalani pelatihan intensif yang mengantarkan mereka pada pengakuan resmi: sertifikasi kompetensi panelis sensori terlatih. Pelatihan Panelis Sensori Hari Pertama: Indera Belajar Bicara dalam Bahasa Data Hari pertama dipandu oleh Bapak Mulyono, S.T.P. Beliau membuka perspektif baru tentang cara kerja indera manusia dan relevansinya bagi industri pangan. Selama ini, banyak perusahaan masih mengandalkan “lidah bos” untuk menilai kualitas produk. Padahal, tanpa metode yang terstandar, penilaian seperti itu hanyalah opini bukan data ilmiah. Oleh karena itu, peran panelis sensori terlatih menjadi sangat penting. Baik di lini R&D, pengendalian mutu, maupun pengembangan karir fresh graduate di bidang pangan, kompetensi ini tidak bisa diabaikan. Peserta memulai hari dengan pre test. Selanjutnya, mereka mendalami materi secara bertahap: Bagaimana kelima indera bekerja membentuk persepsi flavor dari visual, olfaktori, gustatori, taktil, hingga auditori Mengapa penilaian panelis sensori terlatih lebih objektif dibanding penilaian konsumen biasa Kosakata sensori berstandar SNI ISO 5492, ambang batas (threshold), dan jenis-jenis bias pengujian Tiga jenis pengujian sensori: pembedaan, deskriptif, dan afektif Prosedur uji pembedaan: Triangle Test, Duo-Trio, dan Paired Comparison Setelah sesi teori, peserta langsung masuk ke Workshop Sesi 1: Uji Kemampuan Dasar. Mereka menjalani skrining seperti proses seleksi panelis sensori sungguhan. Selain itu, peserta juga mengidentifikasi warna, larutan rasa dasar (manis, asin, asam, pahit, umami), dan aroma standar sesuai ISO 8586:2012. Sesi ini menjadi momen pertama peserta mulai mengkalibrasi indera mereka sebagai instrumen ilmiah. Hari Kedua: Dari Panelis Sensori Terpilih Menuju Panelis Terlatih Jika hari pertama membangun fondasi, maka hari kedua berfokus pada presisi dan profesionalisme. Masih bersama Bapak Mulyono, S.T.P., peserta mempelajari empat topik utama: Quantitative Descriptive Analysis (QDA) Peserta belajar membangun leksikon sensori, menggunakan skala garis 15 cm, dan membaca profil produk melalui radar chart. Dengan demikian, panelis sensori tidak lagi sekadar mencicipi, melainkan mengukur secara objektif. Good Sensory Practices (GSP) Aturan standar yang menjaga validitas data. Misalnya, larangan memakai parfum sebelum pengujian, cara mengkode sampel dengan tiga digit angka acak, dan teknik palate cleansing yang benar. Pelatihan calon panelis terlatih Tahapan sistematis membangun panel internal di laboratorium atau perusahaan sesuai ISO 8586. Pengelolaan kinerja dan konsistensi panelis Peserta belajar mengevaluasi diri terkait kemampuan diskriminasi, konsistensi lintas sesi (repeatability), dan keselarasan dengan panelis sensori lain (agreement). Berikutnya, peserta menjalani Workshop Sesi 2: Uji Kemampuan Produk. Ada tiga jenis pengujian yang dilakukan sekaligus: Uji Triangle: mendeteksi ada tidaknya perbedaan sensori antar sampel Uji Ranking: dianalisis dengan Korelasi Spearman untuk mengukur akurasi urutan penilaian Uji Scoring: dianalisis menggunakan uji Duncan untuk melihat perbedaan intensitas antar sampel Kemudian, rangkaian dua hari ditutup dengan post test, diskusi evaluasi kinerja panelis, dan sesi penutupan resmi. Lebih dari Sekadar Pelatihan Pulang dengan Sertifikasi Kompetensi Program ini berbeda dari pelatihan sensori pada umumnya. Selain mendapat pengalaman praktik langsung, seluruh panelis sensori yang dinyatakan kompeten juga mendapatkan sertifikasi kompetensi panelis sensori terlatih. Sertifikasi ini adalah bukti resmi bahwa kemampuan mereka telah diuji sesuai standar yang berlaku. Bagi profesional industri pangan, sertifikasi ini memperkuat posisi mereka dalam sistem mutu perusahaan. Bahkan, sertifikasi ini membuka peluang menuju peran lebih strategis seperti Panel Leader atau konsultan sensori internal. Sementara itu, bagi fresh graduate, ini adalah keunggulan nyata yang bisa langsung ditunjukkan kepada calon pemberi kerja. Ikuti Pelatihan Panelis Sensori Bersertifikat Berikutnya Bersama Labnesia Kebutuhan akan panelis sensori yang terlatih dan bersertifikat terus meningkat di industri pangan. Oleh karena itu, Labnesia membuka kembali pendaftaran untuk Pelatihan Panelis Terlatih Pengujian Sensori Pangan batch berikutnya tanggal 18 s.d. 19 November 2026. Program ini terbuka untuk siapa saja baik profesional yang ingin meningkatkan kompetensi, maupun fresh graduate yang ingin tampil beda sejak awal karir. Jangan tunda lagi. Kuota terbatas dan pendaftaran dibuka sekarang. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
Labnesia Dorong Peningkatan Mutu Laboratorium melalui Pelatihan ISO/IEC 17025 di UII

Labnesia menyelenggarakan pelatihan Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017 secara hybrid di Teknik Lingkungan, Universitas Islam Indonesia. Pelatihan diadakan tanggal 20-22 Mei 2026 dan diikuti oleh 19 peserta dari 14 instansi. Peserta berasal dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri. Pelatihan menjadi wadah berbagai pengalaman dan praktik terbaik antar laboratorium. Pembukaan Kegiatan dan Antusiasme Peserta Kegiatan dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnaman Putra, S.T., M.Eng. Beliau menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi laboratorium untuk mendukung mutu hasil pengujian. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Endang selaku MC. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, studi kasus, penugasan, dan sesi tanya jawab. Memahami Fondasi Good Laboratory Practices dan ISO/IEC 17025:2017 Hari pertama diisi oleh Ibu Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D. Materi diawali dengan pembahasan prinsip Good Laboratory Practices (GLP). Peserta mempelajari pengelolaan bahan kimia dan bahan habis pakai. Materi juga membahas K3 laboratorium dan pengelolaan limbah B3. Pembahasan dilanjutkan mengenai sejarah perkembangan ISO/IEC 17025:2017. Peserta juga mempelajari keterkaitan antara GLP dan akreditasi laboratorium. Sesi berikutnya, peserta mendalami komitmen organisasi dan struktur organisasi laboratorium. Materi ini menjadi dasar dalam membangun sistem manajemen laboratorium yang efektif. Sebagai evaluasi pembelajaran, peserta mengerjakan tugas mandiri berupa gap analysis. Akhir sesi, diberikan juga kenang-kenangan kepada Ibu Hanim sebagai bentuk kolaborasi. Pendalaman Persyaratan Operasional Laboratorium Materi hari kedua disampaikan oleh Bapak Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D., CLLI., CLIA. Fokus pembelajaran diarahkan pada implementasi persyaratan teknis ISO/IEC 17025:2017. Peserta mempelajari manajemen personel laboratorium, sistem dokumentasi mutu, dan pengendalian informasi. Materi juga membahas fasilitas, peralatan, dan lingkungan kerja laboratorium. Sesi berikutnya membahas kai ulang permintaan pelanggan, validasi metode, pengambilan sampel, dan pelaksanaa pengujian. Peserta juga mempelajari ketertelusuran pengukuran serta rekaman teknis laboratorium. Pada sesi akhir, peserta mendalami konsep ketidakpastian pengukuran. Materi ini menjadi salah satu persyaratan penting dalam implementasi ISO/IEC 17025:2017. Kunjungan Laboratorium Lingkungan UII dan Implementasi Siste Mutu Hari ketiga diawali dengan pembahasan penjaminan mutu, pelaporan hasil, dan pengelolaan pengaduan. Materi juga mencakup manajemen risiko serta tindakan pengendaliannya. Salah satu sesi utama kegiatan adalah kunjungan ke Laboratorium Lingkungan UII. Kunjungan dipandu langsung oleh Bapak Fajri. Peserta memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan sistem manajemen laboratorium. Peserta juga mengamati pengelolaan fasilitas, dokumentasi, dan praktik operasional laboratorium. Melalui sesi ini, peserta dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan implementasi di lapangan. Diskusi berlangsung aktif selama proses kunjungan laboratorium. Audit Internal dan Peningkatan Berkelanjutan Pada sesi penutup, peserta mempelajari tindakan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan. Materi dilanjutkan dengan audit internal dan tinjauan manajemen. Tim Labnesia juga menyampaikan ketentuan pelaksanaan uji kompetensi laboratorium. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai evaluasi pembelajaran. Sebagai bentuk apresiasi, Labnesia menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Fajri Mulya Iresha, S.T., M.T., Ph.D., CLLI., CLIA., atas kontribusi selama kegiatan berlangsung. Komitmen Labnesia untuk Penguatan Kompetensi Laboratorium Indonesia Pelatihan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Materi yang diberikan dinilai relevan dengan kebutuhan laboratorium saat ini. Melalui kegiatan ini, Labnesia terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi SDM laboratorium. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan implementasi ISO/IEC 17025:2017 secara berkelanjutan. Butuh pelatihan 40JP dan sertifikasi kompetensi berlisensi KAN? Labnesia berkolaborasi dengan LSP Edukia mengembangkan skema Lead Implementer ISO/IEC 17025:2017. Daftar dan amankan kuota sekarang atau hubungi kami untuk konsultasi dahulu.
Strategi Mengembangkan Laboratorium Sipil Sebagai Sumber Pendapatan Institusi

Laboratorium sipil memiliki peran penting dalam mendukung sektor konstruksi nasional. Selain sebagai fasilitas pengujian, laboratorium juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi institusi. Mendukung hal tersebut, Labnesia menyelenggarakan Webinar Nasional “Optimalisasi Lab Menjadi Income Generator pada Laboratorium Sipil” pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar menghadirkan Ibu Dr. Eng. Ir. Pinta Astuti, S.T., M.Eng., sebagai narasumber. Acara dipandu oleh Erika sebagai moderator. Lebih dari 70 peserta mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan sektor industri. Laboratorium Sipil Memeiliki Peluang Pasar yang Luas Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kebutuhan pengujian konstruksi terus meningkat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi laboratorium sipil untuk memperluas layanan. Laboratorium dapat berperan dalam mendukung pengujian beton, tanah, agregat, dan aspal. Layanan tersebut dibutuhkan pada berbagai tahapan proyek konstruksi. Peserta juga memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pasar pengujian konstruksi saat ini.Informasi tersebut menjadi bekal dalam merancang strategi pengembangan laboratorium. Optimalisasi Peralatan untuk Meningkatkan Layanan Pengembangan laboratorium perlu didukung oleh pemanfaatan peralatan yang optimal. Setiap instrumen memiliki potensi untuk menghasilkan berbagai layanan pengujian. Narasumber membahas penggunaaan alat seperti CBR Test Machine, CTM, dan Marshall Stability Machine. Peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam layanan laboratorium sipil. Selain instrumen, peserta mempelajari parameter uji yang banyak dibutuhkan pengguna jasa. Parameter tersebut mencakup kuat tekan beton, CBR, slump test, dan pengujian aspal. Penguatan Layanan Berbasis ISO/IEC 17025 Salah satu topik yang mendapatkan perhatian peserta adalah monetisasi laboratorium berbasis ISO/IEC 17025. Pendekatan ini membantu laboratorium meningkatkan kepercayaan pelanggan. Laboratorium yang kompeten memiliki peluang lebih besar untuk menjalin kerjasama. Hal tersbut berlaku bagi perguruan tinggi, pemerintah, maupun industri. Penerapan sistem mutu yang baik juga mendukung keberlanjutan layanan pengujian. Dengan demikian, laboratorium dapat meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. Labnesia Siap Mendampingin Pengembangan Laboratorium Sipil Setiap laboratorium memiliki tanangan yang berbeda dalam pengembangan layanan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang sesuai dengan kondisi masing-masing institusi. Labnesia menyediakan program kelas pendampingan laboratorium untuk membantu proses pengembagan tersebut. Kelas pendampingan mencakup penguatan sistem mutu, pengembangan layanan, dan peningkatan kompetensi personel. Melalui program yang terstruktur, laboratorium dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Langkah tersebut mendukung terwujudnya laboratorium yang kompeten dan berdaya saing. Ingin mengembangkan laboratorium sipil menjadii pusat layanan pengujian yang lebih produktif? Konsultasikan kebutuhan laboratorium Anda bersama kami melalui program kelas pendampingan.
In House Training Kalibrasi dan Pengujian Mutu Internal & Eksternal Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang

Malang, 18-21 Mei 2026 – Labnesia menyelenggaraan In House Training (IHT) Kalibrasi dan Pengujian Mutu Internal & Eksternal di Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Kegiatan berlangsusng selama empat hari dan diikuti oleh 12 personel laboratorium. Kegiatan dibuka oleh Bapak M. Fauzan Indrawan, S.T., M.M., selaku Direktur Teknik Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Selanjutnya, laporan kegiatan disampaikan oleh Ibu Agustyah Isnaini Wulandari, S.E., selaku Manajer Sumber Daya Manusia. Labnesia juga memberikan kenang-kenangan kepada Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang sebagai simbol kolaborasi yang baik. Selama pelaksanaan kegiatan, Atikah membantu jalannya acara. Peserta juga mengikuti pre-test, post-test, serta kuis interaktif sebagai ice breaking dan evaluasi pembelajaran. Hari Pertama : Dasar Kalibrasi dan Evaluasi Hasil Materi hari pertama disampaikan oleh Ibu Nova Shintia Bokau, S.Si. Pembahasan meliputi dasar teori kalibrasi, manfaat kalibrasi, prinsip traceability, interpretasi hasil kalibrasi, dan evaluasi hasil kalibrasi. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan program kalibrasi yang efektif dan sesuai kebutuhan laboratorium. Hari Kedua : Workshop Kalibrasi dan Kunjungan Laboratorium Hari kedua masih dipandu oleh Ibu Nova Shintia Bokau, S.SI. Kegiatan diawal dengan kunjungan laboratorium dan workshop kalibrasi. Peserta melakukan praktik kalibrasi beberapa instrumen laboratorium, yaitu spektrofotometer, pH meter, dan turbidimeter. Setelah workshop, peserta mengikuti evaluasi hasil praktik dan pembahasan penerapannya di laboratorium. Materi berikutnya membahas penetapan kelayakan alat setelah kalibrasi, ketidakpastian kalibrasi, dan penentuan interval kalibrasi. Ibu Nova juga menyiapkan template siap pakai untuk peserta terkait kalibrasi serta panduan yang dapat digunakan. Pada akhir sesi, diberikan penghargaan kepada peserta dengan nilai tertinggi sebagai bentuk apresiasi ata pemahaman materi dan partisipasi aktif selama pelatihan. Labnesia juga menyerahkan kenang-kenangan kepada Ibu Nova Shintia Bokau, S.Si., sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi selama kegiatan. Hari Ketiga : Jaminan Mutu dan Uji Profisiensi Materi hari ketiga disampaikan oleh Bapak Mulyono, S.T.P. Pembahasan mencakup implementasi jaminan mutu internal, uji profisiensi, dan banding antar laboratorium. Narasumber juga melakukan kunjungan laboratorium untuk meninjau implementasi sistem mutu dan mengevaluasi dokumen mutu yang digunakan. Materi lainnya meliputi pemilihan penyelenggara uji profisiensi, pengelolaan uji banding, serta tindak lanjut hasil uji profisiensi. Hari Keempat : Ketidakpastian Pengukuran Hari keempat difokuskan pada persyaratan ISO/IEC 17025:2017 Klausul 7.6 terkait ketidakpastian pengukuran. Peserta mempelajari teori ketidakpastian, tahapan perhitungan, serta penerapannya pada metode gravimetri, titrimetri, dan instrumen. Setelah memastikan seluruh peserta memahami dari teori dan perhitungannya, Bapak Mulyono juga memberikan template perhitungan ketidakpastian pengukuran. Template dan panduan diberikan sebagai benefit untuk peserta. Pada akhir sesi, enghargaan kembali diberikan kepada peserta dengan nilai terbaik sebagai bentuk motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi. Labnesia juga memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Mulyono, S.T.P., sebagai bentuk apresiasi atas materi dan pengalaman yang telah dibagikan. Penutupan dan Komitmen Labnesia Acara ditutup dengan laporan kegiatan oleh Ibu Agustyah Isnaini Wulandari, S.E., selaku Manajer Sumber Daya Manusia. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap materi, metode pembelajaran, dan sesi praktik yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, Labnesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kompetensi SDM laboratorium melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan sistem mutu laboratorium di Indonesia. Ingin mengadakan pelatihan seperti Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang? Hubungi kami untuk mendapatkan solusi terbaik!
PELATIHAN LABNESIA 2026 : LABORATORY QUALITY SYSTEM OFFICER ISO/IEC 17025

Days Hours Minutes Seconds Pelatihan Laboratory Quality System Officer ISO/IEC 17025 Memuat… EVENTS All Events WEBINAR PELATIHAN PELATIHAN LABNESIA 2026 : LABORATORY QUALITY SYSTEM OFFICER ISO/IEC 17025 Read More WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026 : Analisis Zat Aktif dan Cemaran Menggunakan HPLC/UHPLC: Optimasi Metode, Troubleshooting, & Kesesuaian Farmakope Read More Bootcamp Implementasi ISO/IEC 17025:2017 – Laboratory HSE Read More Bootcamp Implementasi ISO/IEC 17025:2017 – Laboratory Quality System Assurance Read More WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026: Saatnya Ubah Status Laboratorium PERGURUAN TINGGI : Dari “Cost Center” Jadi “Profit Center”! Read More Membangun Awareness K3 Laboratorium dari Pengalaman Nyata Read More Load More End of Content.
WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026 : Analisis Zat Aktif dan Cemaran Menggunakan HPLC/UHPLC: Optimasi Metode, Troubleshooting, & Kesesuaian Farmakope

Days Hours Minutes Seconds WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026 : ANALISIS ZAT AKTIF & CEMARAN MENGGUNAKAN HPLC/UHPLC: OPTIMASI METODE, TROBLE SHOOTING, & KESESUAIAN FARMAKOPE Memuat… EVENTS All Events WEBINAR PELATIHAN WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026 : Analisis Zat Aktif dan Cemaran Menggunakan HPLC/UHPLC: Optimasi Metode, Troubleshooting, & Kesesuaian Farmakope Read More Bootcamp Implementasi ISO/IEC 17025:2017 – Laboratory HSE Read More Bootcamp Implementasi ISO/IEC 17025:2017 – Laboratory Quality System Assurance Read More WEBINAR NASIONAL LABNESIA 2026: Saatnya Ubah Status Laboratorium PERGURUAN TINGGI : Dari “Cost Center” Jadi “Profit Center”! Read More Membangun Awareness K3 Laboratorium dari Pengalaman Nyata Read More Pelatihan dan Workshop Berbasis Sertifikasi-Panelis Terlatih Pengujian Sensori Pangan Read More Load More End of Content.